Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
Eps 11 // KEDATANGAN CLARISSA


__ADS_3

Ternyata Wanita yang dipeluk erat oleh Dafri itu adalah Clarissa. Tidak pernah terbayangkan oleh Chayra bahwa Clarissa akan datang menyusul mereka ketempat bulan madu mereka. Dan Dafri pun tidak memberitahu Chayra tentang ini sebelumnya. Chayra masih berdiri mematung ditempatnya. Sampai akhirnya Dafri dan Clarissa melihat kearahnya berbarengan.


Setelah itu, Clarissa berjalan mendekati Chayra yang diikuti oleh Dafri dibelakangnya dengan membawakan koper milik Clarissa.


"Hai Chayra... Kamu apa kabar?" tanya Clarissa seraya memeluk Chayra dengan hangat. Chayra yang tidak siap dengan pelukan dari Clarissa yang tiba - tiba itu, hanya bisa tercengang.


"Alhamdulillah, baik.." jawab Chayra akhirnya setelah beberapa detik ia terdiam. Namun wajah Chayra masih terlihat kaget dan bingung atas kedatangan Clarissa yang tiba - tiba itu.


"Kenapa, Chayra? Kamu sepertinya kaget melihat aku datang kesini, Pasti Dafri gak ngasih tau kamu ya kalau aku akan kesini juga?" tanya Clarissa seraya menoleh sejenak kebelakang, dimana Dafri berdiri.


"Iya, Aku memang belum memberitahu Chayra kalau kamu akan datang kesini juga." jelas Dafri seraya memandang Chayra dan Clarissa secara bergantian.


"Hhhmm.. Sudah aku tebak, Maaf ya Chayra sudah membuat kamu kaget." ucap Clarissa dengan suara yang lembut dan sambil tersenyum manis.


"Ya.. Gak apa - apa Clarissa, aku senang kok kamu ada disini." kata Chayra dengan tersenyum manis juga. Chayra tidak mengerti dengan perasaannya saat ini, kendati mulutnya berkata senang tapi siapa yang tahu apa kata hatinya saat ini yang mungkin tidak senang atas kehadiran Clarissa tersebut.


Kemudian mereka bertigapun menuju ke parkiran, Setelah sampai di mobil Dafri langsung meletakkan koper Clarissa ke bagasi mobil. Chayra langsung saja masuk dan duduk dibagian belakang, ia cukup tahu diri akan posisinya saat ini. Meskipun diatas kertas, ia adalah istri sahnya Dafri tapi tetap dia tidak akan bisa menggantikan posisi Clarissa sebagai wanita yang dicintai oleh suaminya itu. Dan Clarissa lah yang berhak duduk disamping Dafri.


Beberapa saat kemudian, mobil Dafripun melaju menuju ke Villa tempat mereka menginap. Sepanjang perjalanan menuju ke Villa, Chayra tidak banyak berbicara. Ia baru mengeluarkan suara ketika Clarissa yang bertanya ataupun mengajaknya mengobrol. Itupun Chayra hanya menjawab dengan kata singkat saja dengan agak malas - malasan. Dan ternyata dari depan Dafri memperhatikan Chayra, ia melirik Chayra dari kaca spion depan dan melihat gelagat Chayra yang terlihat tidak senang dengan kedatangan Clarissa. Chayra juga membalas tatapan Dafri itu dengan cuek. Entah kenapa ia ingin suaminya itu tahu bahwa dirinya tidak bisa berpura - pura senang dan seolah - oleh menerima baik kedatangan Clarissa. Walaupun Clarissa bersikap manis terhadap Chayra namun entah kenapa Chayra tidak bisa membalas sikap manisnya itu.


"Chayra, kamu gak bisa bersikap manis sedikit saja dengan Clarissa?" tanya Dafri sesaat setelah mereka sampai dirumah. Dan saat itu Clarissa pamit sebentar untuk ke toilet maka tinggallah Dafri dan Chayra disana.


"Begini lah aku Dafri, aku gak bisa terlalu berlebihan. Aku orangnya memang kaku, gak seperti Clarissa." jawab Chayra dengan cuek.

__ADS_1


"Jadi maksud kamu sikap Clarissa terlalu berlebihan begitu?" tanya Dafri dengan nada tak senang.


"Maksud aku bukan begitu, aku cuman gak bisa menjadi orang lain. Aku ya aku, Chayra. Dan Clarissa ya Clarissa.. Jadi jangan sama kan kami." ketus Chayra akhirnya dan kemudian berlari kecil menuju kamarnya diatas.


Beberapa saat kemudian, Clarissa pun keluar dari toilet dan berjalan menuju Dafri.


"Mana Chayra?" tanya Clarissa yang tidak mendapati Chayra disana.


"Chayra di kamarnya," jawab Dafri malas - malasan.


"Loh kok kekamar? Ini aku ada bawa makanan yang banyak, seharusnya kita makan dulu. Apa aku keatas aja panggil Chayra ya?" tanya Clarissa yang sudah siap - siap akan keatas, namun Dafri malah mencegahnya.


"Gak perlu, Clarissa. Kita makan berdua saja." kata Dafri seraya memegang tangan Clarissa dan membawanya ke ruang makan. Dan merekapun makan berdua saja sambil saling berbincang - bincang.


Sedangkan dikamar, Chayra terlihat uring - uringan. Biarpun dia sangat bosan di kamar terus tapi dia lebih memilih berada tetap dikamar dari pada harus ke bawah dan melihat kemesraan dua pasangan tersebut.


Chayra bingung dengan hatinya saat ini, dengan perasaannya yang entah mengapa terbesit ketidakrelaan saat mengetahui bahwa suami asing nya itu bersama wanita lain, meskipun wanita itu adalah kekasihnya Dafri yang sangat dicintainya. Tapi, Chayra benar - benar merasa tidak dihargai sebagai seorang istri. Bisa - bisanya mereka berduaan dibawah sana tanpa memikirkan perasaan Chayra.


Chayra lalu mencoba mengalihkan pikirannya dengan melakukan kegiatan lain di kamarnya, awalnya ia coba untuk bawa tidur namun tidak bisa. Maka Chayrapun mencoba untuk membaca buku yang kebetulan ada didalam tas ranselnya. Baru beberapa lembar ia membaca buku tersebut, tiba - tiba saja ia kembali kepikiran Clarissa dan Dafri.


Chayra lalu membuka pintu kamarnya dan kemudian mengintip sedikit keluar, tidak terdengar suara siapapun dibawah. Keadaan sudah sepi. Maka Chayra putuskan untuk kebawah karena rasa penasaran mengalahkan rasa galaunya.


Sesampainya dibawah, Chayra tidak melihat Dafri maupun Clarissa ada disana. Dan.. Koper milik Clarissa yang awalnya diletak Dafri diruang tamu pun tidak tampak lagi.

__ADS_1


"Apakah Dafri mengantarkan Clarissa ketempat menginap yang lain?" Chayra bertanya dengan dirinya sendiri sambil mengangkat bahunya dengan cuek.


"Baguslah kalau seperti itu," gumam Chayra lagi dan kemudian berjalan menuju dapur, dan saat kedapur itulah Chayra malah melihat koper milik Clarissa ternyata berada didalam kamar Dafri yang kebetulan pintu kamar Dafri tidak tertutup dengan sempurna.


Chayra tersentak. Apa maksud Dafri meletakkan koper milik Clarissa dikamarnya? Apakah Clarissa akan tidur dikamar Dafri? Mereka akan tidur berdua kah?? Chayra pun seakan Panik saat pikiran buruk tersebut terlintas dipikirannya. Dan bersamaan dengan itu pula, handphone Chayra berdering. TernYata Dafri yang menelponnya. Chayra langsung saja mengangkat telepon dari Suaminya itu.


"Iya, Assalamualaikum,," Ucap Chayra dengan mengucapkan salam. Terdengar suara Dafri yang membalas salam Chayra dari seberang sana.


"Chayra, aku dan Clarissa sekarang ada dipantai. Kamu kalau mau nyusul kami kesini, silahkan. Kami tunggu kamu didekat sini" kata Dafri.


"Gak Dafri, aku sedang gak mood ke pantai." jawab Chayra langsung menolak ajakan Dafri.


"Loh, Kenapa? Bukannya kemarin aku lihat kamu suka sekali dengan pantai? Kenapa sekarang malah gak mood?" tanya Dafri dengan heran.


"Itu kemarin, sekarang gak lagi." jawab Chayra dengan nada ketus.


"Chayra, yuk kesini.. Kita main air sama - sama. Cuaca pun mendukung nih, gak terlalu panas." kata Clarissa tetiba saja mengambil alih teleponnya.


"Aku.. Aku.." mendengar suara Clarissa membuat Chayra bingung untuk beralasan apa lagi.


"Ayok lah Chayra, aku tunggu kamu disini ya. Gak pakai lama pokoknya. Okey?" Clarissa masih tetap mengajak Chayra dengan antusias. Dan dengan berat hati, Chayra menjawab iya. Dan setelah itu, teleponpun terputus. Karena sudah terlanjur mengiyakan, Chayrapun pasrah pergi ke pantai menyusul dua sejoli tersebut..


...💔💔💔💔...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2