Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
Eps. 6 // BULAN MADU


__ADS_3

...💓💓💓...


Dua Hari Kemudian...


Ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh Ibu Mertuanya Chayra mengenai Dafri yang langsung saja menyetujui usulan Mamanya untuk pergi berbulan madu, ditempat yang telah dicarikan oleh Mamanya tersebut.


Maka Sampailah dihari keberangkatan mereka. Pagi sekali, Dafri dan Chayra sudah siap akan berangkat. Mereka diantar oleh Kedua orang tua Dafri sampai ke bandara.


"Dafri, Chayra.. Jangan lupa kalau sudah sampai disana kalian kabari Mama ya?" ujar Dina kepada mereka berdua saat mereka sudah sampai di bandara.


"Siap, Mama. Pasti lah kami akan kabari Mama, ya kan sayang?" ucap Dafri seraya memandang Chayra dengan penuh arti. Tapi, Chayra tahu pandangan itu hanyalah tipuan semata.


"Iya, Dafri. Ma, Pa.. Chayra pamit dulu ya." Setelah itu, Chayra pun menyalami kedua tangan mertuanya tersebut karena sebentar lagi mereka akan masuk kedalam pesawat.


"Kalian hati - hati ya disana, dan Dafri.. kamu jaga istri kamu baik - baik." kata Papa Dafri saat Dafri menyalami tangannya. Dafri hanya menganggukkan kepalanya.


"Semoga saja pulang dari bulan madu Mama dapat kabar gembira ya dengan berita kehamilan Chayra, hehe.." celetuk Dina lagi seraya cengar cengir. Chayra hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan Mama mertuanya tersebut.


'Bagaimana Chayra bisa hamil Mama, sedangkan anak Mama sekalipun belum pernah menyentuh Chayra, Huufff...' lirih Chayra didalam batinnya.


Beberapa menit kemudian, Chayra dan Dafri pun sudah berada didalam pesawat. Dalam perjalanan tersebut, mereka tidak banyak mengeluarkan suara ataupun saling mengobrol. Mereka kebanyakan diam dan bahkan Chayra mendapati suaminya itu tertidur dengan lelapnya, Chayra memaklumi karena beberapa hari belakang ini Dafri lebih banyak menangani pasien diwaktu malam sehingga menggangu waktu tidurnya. Jadi tidak heran disaat siang ia merasa sangat mengantuk.


Ketika suaminya sedang terlelap dan tanpa ada niat sebelumnya, Chayra malah memandang wajah Dafri begitu dalam dan dengan durasi yang cukup lama. Ia pandangi wajah Dafri yang tetap terlihat tampan saat tidur. Namun, tiba - tiba saja Dafri terbangun dan membuka matanya. Sontak saja Chayra langsung kaget dan segera mengalihkan pandangannya. Ia berharap Dafri tidak melihat saat ia sedang menatapnya tadi, tapi ternyata Dafri menyadari hal itu, meskipun ia tidak bertanya ke Chayra namun tetap menimbulkan pertanyaan juga dihatinya mengapa Chayra melihatnya seperti itu.

__ADS_1


Akhirnya perjalanan lebih kurang 2 jam didalam pesawat, mengantarkan mereka disebuah kota XX yang memang dikenal dengan keindahan tempat wisatanya. Lalu mereka naik taksi menuju tempat penginapan yang sudah di booking oleh Mama Dina sebelumnya.


Beberapa menit kemudian, merekapun sampai ditempat penginapan yang berada didekat pantai. Tempatnya terlihat asri dan begitu indah. Chayra sangat merasa takjub dengan keindahan tempat tersebut, seumur - umur dia belum pernah mengunjungi tempat yang serupa seperti ini. Mata Chayra tampak berbinar - binar melihat keindahan pantai dengan warna laut yang biru itu beserta pasir putih yang menghiasi daratannya. Dan itu semua bisa ia lihat dari dalam rumah tempat mereka menginap.


"Kebetulan ada dua kamar di villa ini. Jadi kita bisa menggunakan kamar kita masing - masing. Awalnya mama Memboking villa yang satu kamar, tapi aku berinisiatif menukarnya. Untung saja masih ada villa lain yang kosong dengan dua kamar." kata Dafri saat ia masuk kedalam villa dengan membawa koper milik mereka.


Chayra sama sekali tidak menggubris ucapan dari Dafri tersebut, ia terlihat asyik duduk didekat jendela melihat pemandangan indah yang ada didepan matanya. Karena merasa dicuekin, Dafri lalu berjalan mendekati istrinya itu.


"Chayra..??? Kamu lihat apa sih??" tanya Dafri dengan melihat juga ke arah pandangan Chayra.


"Eh, Iya. Maaf Dafri.. Kamu bilang apa tadi?" tanya Chayra yang baru sadar dari keterkesimanya.


"Ngak, aku mau tanya kamu mau kamarnya yang mana? Diatas atau bawah?" tanya Dafri.


"Terserah kamu Dafri. Aku ngikut aja." jawab Chayra.


...💙💙💙💙...


Saat sore hari, Chayra yang tadi sempat tertidur sebentar dikamarnya lalu turun menuju kebawah. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore dan Chayra baru merasakan lapar karena belum makan sejak tadi siang.


"Dafri.. Dafri..." Setelah tiba dibawah, Chayra mencari Dafri dengan memanggilnya. Namun, tidak terdengar sama sekali sahutan dari suaminya itu. Kemudian, Chayra menuju dapur dan berharap ada makanan disana. Tapi, ternyata tidak ada sama sekali. Kulkas masih kosong, tidak ada apa - apa pun disana yang bisa untuk dimasak.


"Hhhmm.. Maunya langsung disediakan bahan makanan biar tinggal dimasak aja, masih ada sedikit kekurangan juga ni villa." gerutu Chayra dengan berbicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah itu Chayra melangkah menuju kekamar bawah yang ia yakini itu kamarnya Dafri.


Tok..


Tok..


Tok..


Chayra mengetuk pintu kamar Dafri beberapa kali, namun tidak ada jawaban apapun dari dalam sana.


"Apa Dafri masih tidur juga ya?" Chayra bertanya pada dirinya sendiri. Chayra bermaksud untuk menelpon Dafri, tapi niatnya diurungkannya ketika tanpa sengaja ia bersandar didekat pintu dan pintu itu malah terbuka. Ternyata pintu kamar Dafri tidak terkunci.


Chayra lalu mengintip sedikit dari balik pintu dan melihat dalam kamar Dafri. Kosong. Dafri tidak ada didalam kamarnya.


"Dafri, kemana ya? Kenapa pergi gak ngajak aku sih?" Chayra kembali menggerutu. Ia merasa kesal dengan sikap Dafri yang seakan tidak peduli dengan dirinya, setidaknya dia harus bertanggung jawab sudah mengajak Chayra pergi sejauh ini. Setidaknya ia lebih peka, jangankan mau mengajak dirinya, bertanya dia mau makan apa saja tidak ada? Chayra hanya bisa mendumel didalam hatinya.


Setelah itu, Chayra putuskan untuk menelpon Dafri. Karena mau keluar pun jujur Chayra tidak berani, lingkungan ini masih sangat baru baginya. Ia malah takut jika nantik tersesat atau ada orang jahat yang menganggunya. Kemudian, Chayra menekan tombol memanggil pada ponselnya, namun naasnya bunyi deringan handphone Dafri malah terdengar didalam kamar Dafri.Yah.. Ternyata, Dafri tidak membawa ponselnya.


Chayra hanya bisa menghela nafas dengan kesal. Sedangkan perutnya sudah berteriak - teriak kelaparan. Chayra lalu berjalan menuju ketempat tidur Dafri dan mendapati ponsel lelaki itu ada disana. Chayra lalu mengambil hp Dafri. Dengan iseng ia memencet salah satu tombol pada ponsel Dafri, dan layar hpnya pun hidup. Terlihat foto Dafri bersama Clarissa sebagai backgroundnya. Tapi, ada yang aneh pada foto itu. Difoto itu Dafri dan Clarissa berpakaian putih - putih dan mereka terlihat sangat bahagia sekali. Lalu Bersamaan dengan itu pula pintu kamar mandi Dafri terbuka, Dafripun muncul dari sana. Chayra lalu menoleh kekamar mandi dan kemudian ia langsung berteriak.


...💝💝💝💝...


Bersambung...

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA...


.


__ADS_2