
"M-maksud kamu apa Dafri dengan menyebut Clarissa sebagai istri sah kamu??" tanya Chayra dengan ekspresi bingungnya. Dan kali ini Dafri yang malah menundukkan wajahnya. Sedangkan Chayra menunggu jawaban Dafri dengan sangat penasaran.
"Iya, Chayra. Aku dan Clarissa sebenarnya sudah menikah siri. Jauh sebelum aku menikahi kamu," ungkap Dafri akhirnya, dan Chayra pun langsung tercengang seraya menutup mulutnya.
"Maaf, aku gak jujur sebelumnya sama kamu. Karena tidak ada yang tahu mengenai hal ini, selain kami berdua. Dan sekarang kamu sudah tahu, aku minta tolong kamu rahasiakan ini dari siapapun apalagi keluarga aku." jelas Dafri dengan wajah yang sayu. Chayra langsung menghela nafas panjang.
"Chayra, kamu bisa merahasiakan ini kan?" pinta Dafri setengah memohon.
"Iya," jawab Chayra seraya menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, karena hari sudah mulai terang maka Dafripun mengajak Chayra untuk kembali pulang ke villa mereka. Meskipun Chayra merasa sedikit lega karena sudah berbaikan dengan Dafri dan lelaki itupun sudah meminta maaf kepadanya, namun masih ada yang mengganjal dihatinya saat ini. Apalagi kalau bukan tentang pernikahan sirinya Dafri dan Clarissa.
Sepanjang perjalanan menuju Villa, Chayra tidak berhenti berpikir. Ternyata, selain dirinya bukan istri yang dicintai oleh Dafri, dirinya juga merupakan istri kedua. Karena Dafri sudah duluan menikah dengan Clarissa walaupun cuman menikah siri. Lagi - lagi Chayra hanya bisa meratapi nasib pernikahannya yang begitu rumit dan menyedihkan.
Akhirnya mereka sampai kerumah. Chayra dan Dafri masuk kedalam rumah berbarengan, dan seketika itu pula mereka melihat Clarissa yang sudah berdiri didepan pintu dengan senyuman yang terlihat agak lain.
"Ehemmm... Kalian pergi joggingnya kok gak ngajak aku??" tanya Clarissa dengan suara yang lembut itu, matanya memandang Chayra dan Dafri secara bergantian.
"Eh, Sayang.. Sudah bangun? Maaf aku tadi lihat kamu tidur pulas sekali, makanya aku jadi gak tega membangunkan kamu." jelas Dafri sembari berjalan mendekati Clarissa dan kemudian memegang lengan wanita tersebut.
"Hhhmm.. Lagi pula kami gak janjian jogging bareng kok, Clarissa. kebetulan aja ketemu di pantai." dan Chayrapun menimpali.
"Oh ya?? Janjian juga gak apa - apa kok," ucap Clarissa lagi dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
"Oya, aku sudah bikinin sarapan untuk kita bertiga. Ayo kita sarapan dulu," ajak Clarissa seraya menggandeng tangan Chayra. Di perlakuan seperti itu, membuat Chayra merasa canggung. Chayra melirik sekilas kearah Dafri, dan lelaki itu hanya melemparkan sebuah senyuman kearah Chayra.
"Bagaimana nasi goreng buatan aku? Enak gak kira - kira?" tanya Clarissa kepada Dafri dan Chayra yang sudah mencicipi nasi gorengan buatan dirinya tersebut.
"Hhhhmm.. Enak sekali sayang, nasi goreng buatan kamu ini tiada tandingannya." puji Dafri dan Clarissa seakan melayang mendengar pujian dari kekasihnya itu.
"Benarkah begitu?? Padahal aku baru belajar masak Lo, kalo menurut kamu bagaimana Chayra?" dan kini Clarissa bertanya kepada Chayra.
"Eee... Nasi goreng nya," Chayra seakan ragu untuk menjawab, ia melihat sebentar kearah Dafri yang sudut matanya sedang menatap Chayra dengan tajam.
"Enak, enak kok Clarissa." jawab Chayra akhirnya yang seakan paham maksud dari jelingan mata tajam Dafri tersebut. Chayra terpaksa berbohong yang padahal nasi goreng buatan Clarissa sama sekali tidak enak, karena terlalu banyak micinnya sehingga rasanya agak aneh menurut Chayra. Tapi, sepertinya Dafri tidak mau mengecewakan Clarissa makanya ia berpura - pura menikmati sarapan nasi goreng buatan Clarissa tersebut.
Saat mereka tengah sarapan, tiba - tiba saja ada panggilan masuk ke handphonenya Dafri.
"Ini telepon dari rumah sakit, aku angkat sebentar ya." kata Dafri dan kemudian izin mengangkat telpon agak jauh dari mereka berdua. Dan saat itu tinggallah Chayra berdua dengan Clarissa saja di dapur.
"Iya," sahut Chayra langsung dengan menatap kearah Clarissa.
"Kamu sudah tahu kan kalau aku dan Dafri sudah menikah siri?" tanya Clarissa dengan suara yang pelan.
"Iya, sudah. Dafri sudah memberitahu aku." jawab Chayra lalu mengarahkan pandangannya ke nasi goreng yang baru seperempat ia makan.
"Berarti kamu sudah paham kan posisi kamu sekarang ini sebagai istri kedua?" tanya Clarissa lagi dengan sebuah senyuman yang sudah mengembang di bibirnya.
__ADS_1
"Maksudnya, bagaimana Clarissa??" Chayra malah balik bertanya karena dia memang sama sekali tidak paham maksud Clarissa.
"Chayra, maaf.. Beribu - ribu maaf. Bukan maksud aku ingin berprasangka buruk sama kamu. Tidak, cuman.. Sebagai seorang istri pertama dan istri yang dicintai suaminya, terkadang rasa khawatir itu tetap ada. Mungkin selama ini kamu lihat aku bisa tenang dan biasa saja saat melihat kamu bersama Dafri. Sebenarnya, tidak demikian Chayra. Aku tidaklah sekuat itu. Aku sebenarnya rapuh juga. Aku hanya berpura - pura tegar saja dihadapan Dafri." ungkap Clarissa dengan suara yang parau.
"Aku berusaha memberikan kepercayaan yang penuh ke Dafri, aku menyakinkan diri aku sendiri bahwa Dafri tidak akan berpaling dari aku. Aku selalu menyemangati diri aku jika Dafri pasti akan setia dengan cintanya ke aku. Yah... Itulah yang aku lakukan setiap hari untuk membuat hati dan perasaan aku tetap terlihat baik - baik saja." lanjut Clarissa lagi dan kali ini dengan mata yang berkaca - kaca.
"Jadi, Chayra.." Sambung Clarissa lagi lalu berhenti sejenak dengan menatap erat - erat wajah Chayra.
"Aku berharap kamu bisa mengerti posisi kita masing - masing. Aku sebagai istri pertamanya Dafri, walaupun masih siri. Tapi, kami saling mencintai. Dan kamu... Istri kedua, walaupun orang - orang tidak tahu akan hal itu dan malahan menganggap kalian saling mencintai. Tapi, ingat Chayra.. Semua itu hanya lah sandiwara semata. Aku gak ingin kamu malah membuatnya menjadi sebuah kenyataan. Kamu pahamkan maksud aku, Chayra??" tanya Clarissa dengan menjelaskannya panjang lebar.
Chayra tidak langsung memberi jawaban apapun ke Clarissa. Ia masih mencerna baik - baik apa yang sudah diungkapkan oleh Clarissa barusan. Sebenarnya Chayra cukup bisa memahami akan hal itu, dia yang mengerti bagaimana perasaan Clarissa saat ini yang pasti risau dan takut kalau - kalau Dafri malah berpaling kedirinya.
"Clarissa... Kamu jangan khawatir ya, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku juga tidak pernah berniat dan berharap lebih untuk bisa memiliki Dafri. Karena aku cukup tahu diri, Siapa lah aku ini. Dafri hanya mencintai kamu, dan sampai kapanpun akan setia kepada kamu." tutur Chayra dengan suara yang dibuat setenang mungkin.
"Terimakasih Chayra," ucap Clarissa seraya memegang tangan Chayra. Dan Chayrapun hanya bisa tersenyum getir.
Setelah itu, Dafri yang sudah selesai menerima telpon dari rumah sakit lantas kembali lagi ke dapur. Melihat kedatangan Dafri, baik Chayra dan Clarissa langsung saja mencairkan suasana yang sempat tegang diantara mereka berdua.
"Chayra, Kita berangkat pulang sekarang..!!" ujar Dafri tiba - tiba dengan suara dan wajah terlihat panik. Chayra dan Clarissa langsung memandang Dafri dengan heran dan penuh dengan tanda tanya dibenak mereka masing - masing...
...💟💟💟💟...
BERSAMBUNG...
__ADS_1
.
.