
"Bagaimana kamu tahu Chayra dirawat disini?" tanya Dafri dengan penuh selidik. Clarissa diam sesaat namun setelah itu ia menjawabnya dengan sedikit gugup.
"A-Aku datang kerumah kamu untuk menemui kamu, tapi kata Papa kamu.. Kamu lagi nemani Chayra dirumah sakit. Makanya, aku kesini." jelas Clarissa.
"Sekalian juga aku mau menjenguk Chayra, Papa Kamu sudah cerita ke aku tentang Chayra. Aku turut prihatin Dengan apa yang menimpa Chayra, Daf." sambung Clarissa lagi dengan menampakkan wajah sedihnya.
"Prihatin?? Yakin kamu prihatin dengan keaadan Chayra?Bukannya kamu malah senang melihat Chayra dicelakai oleh orang lain?" tanya Dafri dengan nada mencemooh.
"Ya Allah, Daf..!! Kok bisa - bisanya sih kamu berpikiran seperti ini ke aku. Aku datang kesini, benar - benar tulus untuk menjenguk Chayra dan bertemu sama kamu. Tapi, Kamu.. Kenapa responnya seperti ini sih?" tanya Clarissa dengan menggeleng - gelengkan kepalanya. Ia sungguh tak menyangka Dafri malah menduga yang tidak - tidak tentang dirinya.
"Sudahlah Clarissa, jangan berpura - pura peduli dengan Chayra. Karena aku tahu apa isi kepala kamu saat ini. Atau mungkin, aku malah curiga.. Apa jangan - jangan kamu yang nyuruh orang untuk mencelakai Chayra?" kata Dafri lagi yang masih tetap menyudutkan Clarissa dan malahan memberikan tuduhan ke wanita itu.
"Dafrii... Aku benar - benar gak ngerti sama kamu. Kamu itu.. seakan dibutakan dengan cinta kamu ke Chayra.. Sampai - sampai kamu menuduh aku yang tidak - tidak. Aku gak sejahat itu, Dafri. Meskipun Chayra sudah merebut kamu dari aku, Tapi sedikitpun aku gak pernah punya niat untuk mencelakai dia. Tidak pernah, Dafri...!!!" tegas Clarissa dengan sorot mata yang tajam menatap lelaki itu. Clarissa benar - benar tidak terima Dafri menuduhnya telah mencelakai Chayra.
"Oke, Ya sudah kalau memang bukan kamu pelakunya. Yang jelas, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan mencari tahu siapa pelakunya." kata Dafri dan kemudian berlalu dari sana. Clarissa kembali mengejar Dafri.
"Daf... Aku belum selesai ngomong.." kata Clarissa yang mengikuti langkah kaki Dafri. Namun, Dafri sama sekali tidak menghiraukannya.
...💟💟💟💟...
Sore harinya keluarga Chayra dari kampung datang dan langsung saja menuju kerumah sakit untuk menjenguk keadaan Chayra. Yang datang adalah kedua Orang tua Chayra, Arman dan juga Shakila, sedangkan Farhan tidak ikut sebab selain tidak diizinkan oleh istrinya, dia juga tidak begitu peduli dengan Chayra.
Kedua orang tua Chayra dan adik - adiknya yang datang saat itu, sungguh merasa cemas dengan keadaan Chayra. Apalagi ibu Chayra yang tidak berhenti menangis sepanjang perjalanan menuju kerumah sakit. Ibu Chayra saat mendengar kabar Chayra masuk rumah sakit karena ditusuk orang saat itu, hampir saja pingsan dengan seluruh badannya terasa lemas. Maka keesokan harinya mereka langsung berangkat untuk memastikan keadaan Chayra tersebut.
__ADS_1
Kini mereka semua sudah berkumpul diruang rawatan Chayra. Dan saat itu pula, Chayra menceritakan kejadian yang menimpanya dengan suara yang agak tertahan karena jika banyak bicara membuat luka diperutnya terasa ngilu. Dan sesekali Dafri membantu Chayra untuk menyelesaikan kalimatnya yang terkadang tidak selesai diucapkannya.
"Nak Dafri, jadi bagaimana perkembangan penyelidikan dari Polisi? Apakah sudah ada gambaran siapa pelaku penusukan Chayra?" tanya Ayah Chayra ke Dafri. Saat itu, Ayah Chayra dan Dafri izin keluar sebentar dan mereka mengobrol diluar.
"Sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, Pak. Tapi, mudah - mudahan saja polisi dapat secepatnya mengungkapkan siapa pelaku penusukan itu." kata Dafri dengan penuh harap.
"Iya mudah - mudahan saja. Tapi, Maaf sebelumnya Nak Dafri. Kalau boleh kami memberi masukkan, sebenarnya Bapak dan ibu Chayra sudah sepakat setelah Chayra keluar dari rumah sakit.. Kami akan membawanya kembali pulang kerumah. Karena, bukan apa - apa. Kami merasa Chayra lebih aman jika bersama kami dirumah. Selama ini, Yang kami tahu Chayra tidak pernah punya musuh. Dan.. Setelah kejadian yang menimpa Chayra tiba - tiba ini, Kami malah berpikir ini ada hubungannya dengan orang - orang yang pernah dekat dengan Nak Dafri. Jadi, bapak benar - benar mintak maaf. Demi keamanan dan keselamatan Chayra, alangkah baiknya jika Chayra kami bawa pulang dulu kerumah sampai keadaan kembali stabil lagi." ujar mertua Dafri tersebut dengan meminta izin ke Dafri untuk membawa Chayra pulang kerumah mereka.
"Pak.. Dafri paham akan kerisauan Bapak dan Ibuk dengan apa yang sudah terjadi terhadap Chayra. Dan sebelumnya, Dafri benar - benar minta maaf karena tidak bisa menjaga Chayra dengan sebaik mungkin saat itu. Tapi, kali ini Dafri janji Pak, Dafri tidak akan lengah lagi. Dafri akan lebih ekstra menjaga Chayra. Dafri akan pastikan bahwa Chayra akan baik - baik saja bersama Dafti, Pak. Jadi, Dafri juga mohon ke Bapak dan ibu agar memikirkan ulang rencana Bapak untuk membawa Chayra pulang kerumah Bapak" kata Dafri yang menolak halus masukkan dan saran dari bapak mertuanya tersebut.
"Baiklah, Nak Dafri. Nantik bapak bicarakan lagi dengan ibunya Chayra. Karena yang lebih ngotot untuk membawa Chayra pulang adalah ibu Chayra sendiri sebenarnya. Bapak cuman mengikuti mana yang terbaik saja." kata Ayah Chayra.
"Iya.. Tidak apa - apa, Pak. Nantik biar Dafri bantu juga ngomong ke ibu." kata Dafri akhirnya. Dan pembicaraan mereka terhenti saat dokter Rey datang untuk memeriksa keadaan luka diperutnya Chayra. Dafri dan Ayah Chayra mengikuti Dokter Rey masuk kedalam ruang rawatan Chayra.
Akhirnya tiga hari berlalu, dan selama itu pula Chayra dirawat dirumah sakit. Maka di pagi hari ketiga itu, Chayra sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter.
Tepat jam 10 pagi Chayra, Dafri dan beserta keluarganya Chayra keluar dari rumah sakit. Mereka bersama - sama menuju kerumah Dafri.
Saat diperjalanan, Ayah Chayra tidak sengaja berceletuk dan bertanya tentang keberadaan Papa Dafri yang tidak sekalipun ia jumpai dirumah sakit.
"Oh, Papa.. Kebetulan 2 hari kemarin Papa sedang ada kerjaan diluar kota yang tidak bisa tinggalkannya. Tapi, mungkin hari ini Papa sudah pulang, Pak." jelas Dafri dengan berbohong tentunya. Dafri melirik sekilas kearah kaca depan mobilnya, dan saat itu pula ia melihat Chayra yang duduk dibelakang, sedang memandang dirinya dengan tatapan yang agak lain. Chayra tahu Dafri sengaja berbohong, ia tidak ingin keluarga Chayra tahu bahwa Papanya tidak menyukai dan mempedulikan Chayra sebagai menantunya. Jika saja orang tua Chayra tahu hal itu, Pasti mereka akan tetap memaksa untuk membawa Chayra pulang kerumah mereka. Dan Dafri tidak ingin itu terjadi.
Beberapa menit kemudian, merekapun sampai dirumah mewahnya Dafri. Dengan ramah Dafri langsung mempersilahkan keluarga Chayra untuk masuk. Dan Dafri sendiri masih setia berjalan disamping Chayra dengan merangkul istrinya itu yang masih saja merasa nyeri dibagian perutnya jika dibawa bergerak.
__ADS_1
"Pelan - pelan jalannya ya sayang, atau.. Apa kamu mau aku gendong saja?" tawar Dafri dengan tersenyum ikhlas.
"Ngaklah Dafri, malu donk dilihatin keluarga aku." ujar Chayra setengah berbisik, sedangkan Dafri hanya tertawa kecil melihat Chayra yang wajahnya langsung bersemu merah tatkala Dafri menawarkan hal tersebut.
Setelah sampai diruang tamu, Dafri lalu mempersilahkan mereka semua duduk dan kemudian memanggil Bik Asih untuk membuatkan minuman.
Beberapa menit kemudian, minuman dan berbagai macam cemilan pun datang dibawa oleh bik Asih. Dan Dafripun dengan begitu ramahnya mempersilahkan keluarga Chayra untuk mencicipi makanan dan minuman yang telah disediakan oleh Bik Asih.
Sedang asyiknya mereka semua menikmati cemilan dan minuman tersebut, tiba - tiba saja dari arah pintu luar masuklah seorang lelaki bertubuh kekar dengan berpakaian rapi. Sontak saja kedatangan lelaki yang ternyata adalah Argantara itu membuat mereka semua melihat kearah sana.
Begitu pula dengan Argantara yang sudah duluan melihat ketempat keluarga Chayra berkumpul. Argantara langsung saja menampakkan wajah garang dan tak bersahabatnya kearah mereka semua.
"Ada apa ini? Kenapa kalian semua berkumpul dirumah saya?" tanya Argantara dengan gayanya yang sombong itu.
"Dafri... Apa maksud dari semua ini? Kamu.. Bisa - bisanya membawa keluarga kampungan ini masuk kerumah kita" lanjut Argantara lagi yang membuat keluarga Chayra langsung tersentak kaget menerima sambutan tidak menyenangkan seperti itu dari besannya tersebut...
...💟💟💟💟...
BERSAMBUNG...
.
.
__ADS_1