
Mendengar jeritan dari Clarissa tersebut, maka membuat Chayra dan Dafri langsung bergegas berlari kekamarnya Dafri dan seketika itu pula mereka melihat Clarissa sudah terjatuh dikamar mandi dengan meringis kesakitan.
"Ya Allah, Clarissa.." jerit Chayra seraya membantu Clarissa untuk berdiri, begitu juga Dafri yang kelihatan panik dan mengangkat tubuh Clarissa yang terlihat lemah setelah jatuh.
"Kamu ngapain? Kenapa bisa jatuh?" tanya Dafri seraya membawa Clarissa ketepi ranjang.
"Aku terpeleset, kamar mandinya licin sekali." kata Clarissa dengan memegang perutnya.
"Tapi, kamu gak apa - apa kan Clarissa? Apa ada yang sakit atau terluka?" tanya Chayra dengan rasa khawatir.
"Apanya yang gak apa - apa Chayra? Sudah jelas aku terjatuh, pastilah sakit." bukannya menjawabnya dengan baik - baik atas pertanyaan dari Chayra itu, Clarissa malah membentaknya. Chayra langsung terdiam sedangkan Dafri langsung melotot marah ke Clarissa.
"Ditanya Chayra baik - baik, dijawab yang baik juga apa susahnya Clarissa?" tegur Dafri yang merasa tidak senang dengan jawaban Clarissa tersebut. Namun, Clarissa tidak menghiraukan teguran dari Dafri.
"Daf.. Perut aku sakit nih...!!" rintih Clarissa dengan manjanya seraya memegang lengan Dafri.
"Kamu jatuhnya tadi bagaimana posisinya? Apa perut kamu sempat terhentak kelantai?" tanya Dafri. Clarissa terdiam sejenak, seakan sedang berpikir.
"Hhhmmm... Sepertinya iya," jawab Clarissa dengan ragu - ragu.
"Ya sudah, kita ketempat praktik aku sekarang untuk periksakan kandungan kamu." kata Dafri dan kemudian mengalihkan pandangannya ke Chayra yang berada disampingnya.
"Kamu ikut juga ya Chayra," ajak Dafri dan tanpa menunggu jawaban dari Chayra, Dafripun berlalu dari sana.
"Lebih baik kamu jangan ikut kami, Chayra. Kamu dirumah saja." kata Clarissa setelah Dafri keluar dari kamarnya. Wanita itu dengan tegas melarang Chayra untuk tidak ikut bersama mereka.
"Ya sudah, oke.. Aku dirumah saja." lagi - lagi Chayra hanya bisa mengalah dan mengikuti kemauan Clarissa dengan alasan dia yang tidak ingin ribut dan berdebat panjang dengan Clarissa.
Setelah itu, Chayra membantu Clarissa untuk turun kebawah hingga sampai kehalaman rumah. Dan Dafri sudah menunggu mereka didalam mobil.
"Chayra, ayok masuk!!" ajak Dafri yang melihat Chayra tidak kunjung masuk setelah membantu Clarissa masuk dan duduk dikursi belakang.
__ADS_1
"Sepertinya, aku gak ikut Dafri. Aku dirumah saja, gak apa - apa. Yang terpenting sekarang, kamu cepat periksa kan kandungan Clarissa, sebelum terlambat." kata Chayra dengan memperingati Dafri.
"Kamu yakin gak ikut?" Dafri malah tidak enak meninggalkan Chayra.
"Ya gak apa - apa," jawab Chayra seraya tersenyum ikhlas.
"Aduuh.. Jangan kamu pikirkn Chayra yang gak mau ikut, Daf. Prioritas kamu sekarang ini kandungan aku ini, anak kamu!!" kata Clarissa. Maka akhirnya dengan berat hati, Dafripun pergi kerumah sakit membawa Clarissa.
Setelah kepergian Dafri dan Clarissa, Chayra masuk kembali kedalam rumah dengan mencoba membesarkan dan menguatkan hatinya yang mulai rapuh. Chayra berusaha untuk menepis kecemburuan yang tiba - tiba saja menghampirinya. Dan saat ia akan menaiki tangga, tiba - tiba Chayra berpapasan dengan Dika yang hendak turun.
"Kemana Bang Dafri membawa si ratu penuh drama dan sandiwara itu, Kak?" tanya Dika dengan nada kesal.
"Maksud kamu apa dengan mengatakan Clarissa seperti itu?" tanya Chayra dengan heran.
"Aduuh... pasti Bang Dafri dan kak Chayra tertipu dengan aktingnya dia kan?" tanya Dika, Chayra semakin bingung dan tidak paham maksud dari pernyataan Dika tersebut. Melihat gurat kebingungan dari wajahnya Chayra, maka Dikapun langsung menjelaskan apa yang ia dengar dan saksikan.
"Aku lihat kak Clarissa sejak tadi menguping pembicaraan kakak dengan bang Dafri dari luar kamar dan setelah puas menguping, ia kemudian masuk kekamarnya dengan wajah seperti sedang berpikir. Nah, akupun berinisiatif mengintai apa yang sedang ia perbuat dan ternyata ia berpura - pura jatuh dikamar mandi dan kemudian berteriak - teriak mintak tolongkan? Memang lah kak Clarissa itu, sangat licik dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hati bang Dafri lagi." jelas Dika panjang lebar. Chyara yang mendengar penjelasan dari Dika tersebut, hanya bisa mengelus - elus dada nya.
...💓💓💓💓...
Clarissa tatap wajah Dafri yang tampak serius menatap monitor dihadapannya, dan benda itu masih memutar - mutar dibagian perutnya dengan durasi yang cukup lama. Clarissapun menjadi heran, kenapa Dafri begitu lama memeriksakannya. Dan lelaki itupun belum berkata apapun yang membuat Clarissa bertambah bingung.
"Dafrii.. Bagaimana? Kandungan aku baik - baik saja kan?" tanya Clarissa seraya menyentuh lengan suaminya itu. Clarissa berpikir, seharusnya kandungannya itu baik - baik saja karena memang ia tidak jatuh. Tapi, kenapa Dafri belum memberi jawaban apa - apa? Wajahnya pun terlihat begitu serius.
"Daf..??" panggil Clarissa lagi yang kali ini dengan lebih kuat.
Dafri sedikit tersentak dengan panggilan Clarissa, ia kemudian meletakkan benda itu dan lalu menutup perut Clarissa.
"Clarissa.." panggil Dafri dan diam sejenak untuk menarik nafas panjang.
"Iya, ada apa Dafri?" tanya Clarissa dengan cepat karena perasaannya mulai terasa lain apalagi saat melihat ekspresi wajah Dafri yang seperti itu.
__ADS_1
"Ada masalah dengan kandungannya." lirih Dafri lalu menatap wajah Clarissa yang langsung berubah.
"A-apaa?? Masalah apa maksudnya Daf?" tanya Clarissa dengan wajah yang risau. Dalam hati ia bertanya - tanya, kenapa bisa kandungannya bermasalah? Padahal ia tidak benar - benar terjatuh?
"Janinnya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Ukurannya tidak sesuai dengan usia kehamilan kamu, dan malahan masih sangat jauh." jelas Dafri yang membuat Clarissa langsung panik.
"Yang benar Daf? kamu gak bercanda kan?" tanya Clarissa yang entah mengapa berharap Dafri hanya bercanda.
"Tidak mungkinlah aku bercanda disaat genting seperti ini, Clarissa." sahut Dafri langsung menyanggahnya.
"Aku memeriksakan apa adanya. Begitulah yang aku lihat, Clarissa." kata Dafri dengan yakin.
"Jadii.. Bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? Janin aku, akan tetap baik - baik saja kan? Kamu bisa mengusahakannya kan Dafri" tanya Clarissa bertubi - tubi.
"Aku juga belum bisa memberi jawaban apa - apa. Kita tunggu sekitar 1 minggu lagi ya, setelah itu di USG lagi dan kita lihat apakah ada perkembangannya atau tidak." jelas Dafri.
"Dan jika dalam seminggu ini tidak ada perkembangannya apa - apa pada janin kamu ini, dengan terpaksa.. Kita harus menggugurkannya." lanjut Dafri lagi. Dan Clarissa langsung lemas dan syok mendengar penjelasan Dafri itu.
"Dafrii.. Kamu kan dokter, seharusnya kamu usaha yang lain dulu sebelum memutuskan untuk menggugurkannya. Apa gak ada obat yang bisa membuat janin aku ini tetap bisa berkembang dengan baik? Apa kamu gak bisa mengusahakannya, Daf? Ini anak kamu juga Lo Daf, Apa mungkin.. Jangan - jangan kamu telah menipu aku dengan mengatakan janin ini tidak berkembang agar bisa digugurkan? Karena kamu tidak pernah menginginkan aku hamil, benar begitu Dafrii???" Clarissa yang sudah duluan panik, langsung saja menuduh Dafri yang bukan - bukan.
"Clarissa.. Ini yang paling tidak aku sukai dari kamu. Sifat kamu yang suka berpikiran buruk terhadap orang lain. Aku tidak sejahat itu ya!" kecam Dafri dengan marah atas tuduhan dari Clarissa barusan.
"Pasti, aku akan tetap mengusahakan yang terbaik untuk membuat janin ini bisa berkembang sebagaimana mestinya. Aku akan memberikan kamu obat dan juga vitamin yang bagus. Makanya aku nyuruh kita menunggunya seminggu lagi. Banyak - banyak sajalah berdoa supaya ada keajaiban dari Allah." sambung Dafri lagi dan setelah itu ia akan beranjak dari sana. Namun, Clarissa dengan cepat malah memegang tangan Dafri sehingga membuat Dafri tidak jadi pergi.
"Maafkan aku, Dafri. Aku cuman khawatir dan takut jika harus kehilangan janin ini. Aku gak mau itu terjadi, tolonglah selamatkan janin aku.. Anak kita.." pinta Clarissa dan kali ini Dengan terisak - isak hingga akhirnya tangisnyapun pecah, iapun menghamburkan tubuhnya dalam dekapan Dafri. Dan Dafripun langsung merasa kaget karena Clarissa tiba - tiba memeluknya. Kendatipun demikian, ia malah membiarkan saja Clarissa menumpkahkan kesedihannya disisinya. Dan.. Tanpa mereka sadari.. Ternyata ada seseorang yang melihat kejadian barusan itu dari balik pintu yang tidak tertutup rapat.
...💓💓💓💓...
BERSAMBUNG..
.
__ADS_1
.