Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 63


__ADS_3

Sebelum hamil dan keguguran sebenarnya Clarissa sudah divonis oleh dokter bahwa ia terkena gangguan mental Generalized Anxiety Disorder (GAD) Atau biasa disebut dengan gangguan kecemasan yang menyebabkan ia selalu merasa khawatir dan cemas yang berlebihan.


Sebenarnya sudah lama Clarissa mengalami gangguan kecemasan yang berlebihan itu, tapi ia selalu bisa menyembunyikan rasa cemasnya itu dari Mamanya dan juga Dafri.


Namun, puncak gangguan kecemasannya itu semakin mencuat kepermukaan ketika hubungannya dengan Dafri tidak direstui oleh kedua orang tua mereka. Clarissa merasa stres, takut, dan cemas jika hubungannya dengan Dafri akan berakhir. Karena Clarissa sudah begitu sangat mencintai Dafri sejak dulu.


Maka dari itu, Clarissa pun nekat mengajak Dafri untuk menikahinya diam - diam. Dengan begitu, rasa cemas dan takut didalam hatinya ini bisa sedikit hilang. Namun, kendatipun demikian.. Setelah menikah siri, rasa cemas itu masih tetap saja ada. Meskipun Clarissa tidak pernah menampakkannya saat bersama Dafri, tapi saat dirumah Mamanyalah yang menjadi saksi bagaimana ia mengekspresikan rasa cemas yang berlebihan itu yang ditandai dengan Clarissa yang kesulitan untuk tidur, sesak nafas, sakit kepala, mual hingga muntah.


Melihat anaknya setiap malam seperti itu, membuat Siska curiga dan kemudian membawanya ke dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter itulah mereka baru tahu bahwa Clarissa mengalami gangguan mental. Pada saat itu, Dokter memberikan obat untuk Clarissa. Tapi, sekalipun Calrissa tidak pernah meminum obatnya walaupun ia selalu bilang ke Mamanya obat tersebut sudah diminumnya.


Sampai akhirnya, saat Dafri dijodohkan dengan Chayra dan merekapun menikah, Disitu pulalah puncak kecemasan Clarissa semakin menjadi - jadi. Ia takut Dafri akan berpaling darinya dan malah membuat lelaki jatuh cinta dengan Chayra. Saat itu pula, Clarissa lebih sensitif, emosian dan sering marah tanpa sebab. Namun, itu semua hanya di nampak kan saat dirumah saja. Siska dan pembantu dirumah merekalah yang selalu terkena amarah meledak - ledak dari Clarissa.


Dan ternyata, apa yang ditakuti oleh Clarissa itu akhirnya terjadi juga. Disaat Clarissa melihat gelagat Dafri yang mulai mencintai Chayra, disaat itu juga Clarissa merasa sangat depresi. Maka ia pun nekat menelpon Mama Dafri dan memohon


agar Mama Dafri merestui hubungan mereka dan iapun meminta ke Mama Dafri agar menyuruh Dafri untuk menceraikan Chayra. Awalnya sempat terjadi pertengkaran kecil diantara mereka. Mama Dafri tetap pada pendiriannya. Clarissa yang sudah habis kesabaran dan juga panik saat itu langsung saja membongkar semua tentang pernikahan siri yang sudah mereka lakukan dengan kata - kata penuh emosi dan meledak - ledak. Sehingga membuat Mama Dafri syok dan akhirnya jatuh pingsan.

__ADS_1


Clarissa pun tersadar beberapa detik setelah ia melontarkan kata - kata penuh emosi itu ke Mamanya Dafri, dan kemudian ia kembali merasa cemas, takut jika Dafri tahu bahwa ialah pemicu yang membuat Mama Dafri terbaring lemah diruang ICU.


Lagi dan Lagi yang ditakutkan Clarissa menjadi kenyataan. Di saat Dafri tahu bahwa Clarissa yang telah menyebabkan Mamanya meninggal, disitulah gangguan mental Clarissa semakin parah. Dafri benar - benar menceraikannya dan tidak lagi mempedulikan dirinya. Itulah saat - saat keterpurukan bagi Clarsisa. Ia sangat depresi, stress dan seperti tidak semangat hidup lagi. Siska yang risau melihat anaknya seperti itu mencari cara agar Dafri bisa kembali lagi menikahi Clarissa dengan mengarang cerita bahwa Calrissa telah hamil anaknya Dafri.


Namun, berkali - kali Clarissa kembali terpuruk kedalam lubang yang sama. Walaupun ia sempat merasa bahagia sebentar dengan kehamilannya, tapi ternyata kabar bahagia itu tidak berlangsung lama. Clarissa harus menerima kenyataan pahit lagi bahwa janin nya tidak berkembang dengan baik dan sampai akhirnya iapun keguguran.


Beberapa jam setelah dikuret, Clarissa yang sudah tau apa yang menimpanya saat itu, langsung terdiam. Seakan tak mampu berkata apa - apa lagi. Pikirannya melayang entah kemana, pandangan matanya terlihat kosong. Wajahnya pucat dan murung, gairah hidupnya seakan hilang. Siska berusaha menghibur dan mengajak Clarissa mengobrol, tapi satupun ucapan yang keluar dari lisan Siska sama sekali tidak didengarnya.


Karena itulah, dihari yang sama Siska mengajak Dafri untuk berbicara serius dikantin rumah sakit. Siska bermaksud meminta pertolongan dari Dafri untuk membuat Clarissa kembali menikmati hidupnya lagi.


Mendengar cerita dari Mama Clarissa tersebut, membuat Dafri langsung tercengang kaget. Karena Dafri tidak tahu selama ini bahwa wanita yang pernah ia cintai dulu itu mengidap gangguan mental. Dan gangguan itu bertambah parah semenjak dirinya meninggalkan Clarissa dan lebih memilih Chayra.


Dafri prihatin dan merasa iba terhadap Clarissa. Dan juga tidak tega melihat Mama Clarissa memohon ke dirinya untuk memulihkan kembali semangat hidup Clarissa. Karena itulah, Dafri menyetujui permintaan Siska untuk sekedar menghibur Clarissa dan membujuknya agar mau minum obat.


"InshaAllah, Dafri akan lebih memperhatikan Clarissa. Dan yang terpenting juga, Dafri akan membujuk Clarissa agar mau minum obat." kata Dafri saat menyetujui permintaan dari Siska.

__ADS_1


"Ya terimakasih Dafri, dan satu lagi.. Mama juga mintak tolong kamu jangan terlalu menampakkan kemesraan kamu dengan Chayra didepan Clarissa, baik secara langsung maupun lewat telpon. Karena perasaan Clarissa saat ini sangat sensitif, dia tidak bisa menerima dan melihat itu semua. Dia bahkan rela menyakiti dirinya sendiri disaat gangguan itu muncul. Makanya, Mama gak ingin Chayra pulang kerumah kamu. Biarlah dia ditempat orang tuanya dulu." lanjut Siska lagi ketika itu.


Dafri langsung terdiam, agak lama dia diam dan seakan sedang berpikir panjang. Disatu sisi di sudah sangat merindukan Chayra dan ingin bertemu dengan istrinya itu. Namun, disisi lain ia juga harus menjaga kesehatan mentalnya Clarissa. Karena Dafri juga tidak mungkin membiarkan Clarissa semakin terpuruk akibat gangguan mentalnya tersebut.


"Dafri, Mama mohon. Meskipun kamu tidak lagi mencintai Clarissa. Tapi, setidaknya kamu kasihanilah dia.. Berilah dia sedikit perhatian dari kamu agar dia merasa lebih dihargai dan dipedulikan." pinta Clarissa lagi.


"Ya, baik Ma. Akan Dafri usahakan apa yang mama pinta itu. Tapi, jika lebih dari itu... Maaf, beribu - ribu kali maaf, Dafri tidak bisa berikan lagi untuk Clarissa. Dafri harap Mama bisa memahaminya" kata Dafri.


...💞💞💞💞...


BERSAMBUNG...


.


.

__ADS_1


__ADS_2