Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 55


__ADS_3

Dafri sudah berganti pakaiannya dan hendak segera membawa Clarissa kerumah sakit, namun wanita itu masih saja diam tak berkutik ditempatnya tadi sehingga membuat Dafri menjadi curiga.


"Kenapa masih diaam disitu? katanya perut kamu sakit, ayoklah kita periksakan kerumah sakit. Kalau perlu kita USG kan lagi." ujar Dafri dengan gaya santainya.


"Dafri, bisa gak sih sedikit saja kamu beri perhatian ke aku?" tanya Clarissa dengan suara paraunya itu yang seperti menahan tangis. Karena Ia yang tidak tahan melihat Dafri seakan meledeknya.


"Ini sedang aku lakukan, kamu bilang perut kamu sakit dan aku langsung berinisiatif membawa kamu kerumah sakit kan? Ini namanya perhatian atau bukan? Kalau untuk sekedar itu, aku bisa berikan. Tapi, kalau kamu berharap lebih.. Maaf Clarissa, aku tidak bisa." jelas Dafri dengan suara yang lantang.


"Ya sudahlah, terserah kamu." kata Clarissa akhirnya dan kemudian naik keatas tempat tidurnya.


"Sudah hilang sakit perutnya ya?" tanya Dafri dengan tertawa kecil karena dari awal dia sudah tau bahwa Clarissa hanya berpura - pura saja. Namun, Clarissa tidak menjawabnya. Ia memilih untuk tidur dari pada bertambah sakit hatinya atas sikap cuek yang diberikan oleh Dafri.


Setelah itu, Dafri kembali mengganti pakaiannya. Dan kemudian membaringkan badannya kembali keatas sofa. Sebelum ia tidur, Dafri membayangkan wajah Chayra dengan senyum manis tergambar diwajahnya. Ia berniat membawa wanita yang dicintainya itu kedaalm mimpinya.


...💜💜💜💜...


Keesokan harinya, pagi - pagi sekali Dafri sudah rapi dan siap - siap akan pulang. Clarissa yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung heran melihat Dafri yang sudah rapi tersebut.


"Dafri sayang? Kamu mau kemana pagi - pagi kok sudah rapi sih?" tanya Clarissa sembari mengeringkan rambutnya yang basah.


"Aku mau pulang" jawab Dafri dengan datar.


"Pulang? Maksudnya pulang kerumah kamu?" Clarissa bertanya. Dafri hanya menganggukkan kepalanya.


"Kenapa pulang, Daf? Tinggallah beberapa hari dulu disini." pinta Clarissa. Dafri tidak menjawab apa - apa, tapi tetap melanjutkan persiapan dirinya.


"Dafri, kamu dengar gak sih yang aku bilang?" kata Clarissa dengan kesal. Dafri yang sudah berjalan keluar kamar, langsung saja dicegatnya.


"Clarissa, aku mau pulang." tegas Dafri dengan gusar.


"Oke, kalau begitu.. Aku ikut kamu." putus Clarissa akhirnya.


"Tidak.. Tidak.." Kata Dafri seraya menggeleng - gelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan keputusan Clarissa yang ingin ikut dengan dirinya.


"Kenapa tidak? Aku ini istri kamu. jadi aku berhak ikut kemanapun kamu pergi." kata Clarissa lalu tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Clarissa, kamu tidak mikir ya? Gak mungkin aku bawa kamu kerumah sedangkan ada Chayra disana. Itu sama saja aku membuat Chayra semakin tersiksa melihat kamu ada disana." jelas Dafri dengan ketus.


"Ya sudah, kalau begitu kamu tetap saja disini. Jangan pulang." tegas Clarissa.


"Kamu tidak berhak mengatur - ngatur aku ya Clarissa." kata Dafri dan kemudian membuka pintu kamar mereka lalu berjalan melewati anak tangga turun kebawah. Clarissa mengikutinya dibelakang.


"Dafri, jadi apa artinya kita menikah jika akhirnya kita tinggal berpisah lagi?" tanya Clarissa yang masih berada dibelakang Dafri. Tapi, Dafri tidak menjawabnya. Ia tetap berjalan dan saat ini sudah sampai didepan pintu keluar. Dan setelah sampai diluar, Dafri bergegas masuk kedalam mobilnya tanpa menghiraukan Clarissa yang berdiri dengan kesal memanggil namanya.


"Daftriii.....!!" teriak Clarissa. Namun, teriakkan itu tidak berarti apa - apa. Dafri tetap pergi dari rumahnya.


Beberapa menit kemudian, Siska keluar karena mendengar suara teriakan dari Clarissa.


"Kamu kenapa teriak - teriak sayang??" tanya Siska denagan heran. Ia bertambah heran ketika melihat wajah Clarissa yang sudah merah padam karena menahan amarahnya.


"Dafri, Ma. Dafri pulang kerumahnya." kata Clarissa dengan mengadu ke mamanya.


"Apa? Terus kenapa kamu diam saja disini?" tanya Siska yang tidak kalah kesalnya dengan Clarissa.


"Clarissa harus ngapain, Ma?" tanya Clarissa.


"Kamu kemasi baju Kamu dan susul Dafri kerumahnya. Kamu jangan mau kalah dengan Chayra, sayang. Kamu sudah menjadi istri sahnya Dafri, dan kamu juga berhak untuk tinggal dirumahnya Dafri." kata Siska dengan menghasut anaknya itu.


'Aku gak boleh kalah dengan Chayra, aku yang lebih dulu kenal sama kamu, Dafri. Bukan Chayra!!' batin Clarissa.


Sedangkan Dafri kini sudah sampai dihalaman rumahnya. Dafri kemudian keluar dari mobil dengan buru - buru. Bik Asih yang kebetulan ada dihalaman rumahnya, langsung menyapanya dengan hangat.


"Bik, Chayra sudah bangun belum ya?" tanya Dafri ke Bik Asih yang sedang menyirami tanaman.


"Sepertinya sudah, Tuan. Non Chayra kan sudah biasa bangun pagi." kata Bik Asih yang memang sudah hafal dengan kebiasaan Chayra.


"Oke, terimakasih bik." ucap Dafri dan kemudian masuk kedalam rumah yang masih terlihat sepi. Karena Dafri yakin Papanya dan juga Dika pasti belum bangun di jam segini.


Dafri menaiki tangga dengan setengah berlari, setelah sampai didepan pintu kamarnya, ia mengetuk pintu kamar tersebut seraya memanggil nama istrinya. Namun, tidak ada suara sahutan dari luar yang membuat Dafri menjadi curiga dan juga takut. Ya.. Dafri seakan trauma jika ditinggal Chayra lagi. Maka Dafripun mencoba membuka pintu kamarnya yang ternyata tidak terkunci.


"Chayra...!!" panggil Dafri setelah masuk ke dalam kamar. Tapi, Chayra sama sekali tidak ada didalam sana.

__ADS_1


"Chayra, sayang...??" Dafri kini berjalan menuju kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi yang masih juga tidak ia temui Chayra disana.


Dafri mulai panik. Pikiran - pikiran buruk malah menggerogoti dirinya. Apa Chayra kabur lagi dan pulang kerumahnya? Pikir Dafri. Kemungkinan itu pasti ada, karena wanita mana yang sanggup melihat suaminya harus menikah lagi dengan wanita lain.


Dafri kemudian mengambil handphone dari dalam sakunya dan mencoba menghubungi Chayra. Tapi, nomor Chayra malah tidak aktif sehingga membuat Dafri semakin panik. Dafri lalu berjalan kearah lemari untuk melihat baju - baju Chayra apakah masih ada disana atau tidak?


"Baju aku masih ada disana kok, Dafri." tiba - tiba Chayra masuk kedalam kamar dengan berkata begitu. Dafri yang tadinya panik, melihat Chayra datang langsung bernafas dengan lega.


"Chayra, kamu dari mana saja sayang?" tanya Dafri dan kemudian menghampiri Chayra. Dan detik kemudian langsung memeluk istrinya itu dengan hangat.


"Aku dari halaman belakang rumah, mencari udara pagi." jawab Chayra dengan sedikit sesak karena peluk kan Dafri yang begitu erat.


"Aku rindu sama kamu Chayra," lirih Dafri yang bertambah erat memeluk wanitanya itu.


"Baru juga satu hari gak ketemu." kata Chayra dengan tertawa kecil.


"Ya tetap saja aku merasa rindu. Kamu gak boleh protes ya!" kata Dafri yang belum juga melepaskan. pelukannya.


"Dafrii... Aku sesak lo kamu peluk kuat - kuat seperti ini." kata Chayra akhirnya.


"Eh, Iya. Maaf ya sayang, aku rindu berat soalnya." kata Dafri lalu perlahan - lahan melonggarkan pelukannya itu.


"Kamu kenapa datang sepagi ini, Dafri??" tanya Chayra lagi.


"Kan sudah aku bilang Chayra sayang, aku rindu kamu.. Aku gak bisa lama jauh dari kamu." kata Dafri dengan memegang lembut kedua pipinya Chayra.


"Hhhmmmm...." Chayra tidak tahu harus berkomentar apa dengan kata berlebihan yang diucapkan oleh suaminya itu. Ia hanya bergumam saja.


"Oya, Kamu sudah sarapan apa belum? Kalau belum, biar aku bikinin minum sama sarapan pagi untuk kamu." kata Chayra dengan menawarkan diri.


"Tentu belum sayang, kamu buatkan lah sana. Setelah itu, kamu bawa keatas ya." kata Dafri dengan lembut. Chayra langsung mengiyakannya dan kemudian bergegas menuju ke pintu keluar dengan sebuah senyuman masih mengembang disana. Namun, saat membuka pintu kamarnya, senyuman diwajah Chayra langsung hilang seketika saat melihat seorang wanita sudah berdiri didepan pintu kamar mereka dengan menggandeng sebuah tas besar. Wanita itu melihat Chayra dengan tatapan sinis.


...💟💟💟💟...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


"JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA, TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA.."


.


__ADS_2