
Akhirnya perjalanan lebih kurang 4 jam itu, mengantarkan Dafri dan Chayra dirumah orang tuanya Chayra. Kedatangan Dafri disambut baik oleh Ibu, Ayah dan juga adik - adiknya Chayra. Meksipun dulu Dafri pernah mengecewakan mereka dan menyakiti Chayra, namun sedikitpun tidak ada rasa sakit hati dan juga dendam terhadap Dafri. Mereka sudah memaafkan Dafri dan malahan mereka menerima Dafri dengan sangat baik.
Malam itu, Dafri dan semua keluarga Chayra berkumpul diruang makan. Mereka menikmati makan malam bersama - sama sambil berbincang - bincang hangat.
"Makan yang banyak ya nak Dafri, jangan sungkan - sungkan. Tapi, ya.. Seperti inilah makanan yang ada, tidak mewah.. ala kadarnya saja." kata Buk Sukma, Ibunya Chayra dengan merendahkan diri.
"Yang ala kadar seperti ini lah yang nikmat buk, bikin ketagihan dan membuat saya ingin menambah terus. Karena Makanan yang ibu buat semuanya enak - enak," kata Dafri dengan memberi kata pujian. Buk Sukma langsung tersipu malu mendengar pujian dari menantunya itu. Sedangkan Chayra, langsung melihat Dafri dengan tatap penuh kasih sayangnya, ia merasa senang karena Dafri bisa dengan mudah beradaptasi terhadap lingkungan keluarganya yang sangat sederhana, yang jauh dari kemewahan seperti keluarganya Dafri.
Setelah selesai makan, Chayra membantu ibunya berberes sedangkan Dafri mengikuti Ayah Chayra kedepan teras rumah. Mereka kembali berbincang - bincang disana. Ayah Chayra yang padahal aslinya pendiam, langsung menjadi Banyak bicara karena Dafri yang pandai memancing Ayahnya Chayra untuk berbicara dan bercerita.
Chayra perhatikan juga dari jauh bagaimana Ayahnya itu sangat antusias menjawab pertanyaan dari Dafri ataupun menanggapi setiap ucapan dan pendapat Yang Dafri lontarkan. Tidak jarang juga mereka tertawa berbarengan jika ada suatu hal yang mereka anggap lucu.
Setelah puas berbincang dengan Ayahnya, kemudian Dafri beralih ketempatnya Arman yang sedang menonton TV, dan lagi - lagi dengan keramahnnya itu Dafri kembali mengajak Arman bercerita. Dan tidak butuh waktu lama, Dafri dan Arman pun tampak akrab, sampai - sampai Arman mengajak Dafri untuk pergi memancing disungai nantik sore. Karena ternyata mereka sama - sama memiliki hoby memancing.
Disaat mereka semua berkumpul diruang keluarga, tiba - tiba saja Farhan datang dan main nyelonong saja masuk kedalam rumah, tanpa mengucapkan salam ataupun perkataan yang lainnya. Tapi, langkah kakinya langsung terhenti saat melihat semua keluarganya berkumpul diruang tengah, ia menatap dengan bingung apalagi saat melihat Chayra dan Dafri juga ada disana.
"Wah.. Wah.. Wah.. Ada tamu jauh ternyata ya, tamu dari kota. Tumben.. Datang kesini," cibir Farhan dengan menatap sinis kearah Chayra dan Dafri.
"Ada bawa buah tangan gak datang kemari? Kalau gak ada bawa apa - apa, mending gak usah kesinilah." lanjut Farhan lagi dengan bertanya, kedua orang tua Chayra langsung memandang Farhan dengan tatapan protes atas ucapan Farhan yang menurut mereka tidak sopan itu.
"Tentu saja kami bawa, semuanya sudah ada didapur." jawab Dafri dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
"Mantap, tapi.. Kalo uang lebih bawa gak? Mau pinjam rencanannya, hehehee..." kata Farhan dengan tidak tahu malunya berkata begitu.
"Farhan.. Kamu ini," Ibu Sukma langsung melotot marah ke Farhan dan dengan kode dari jelingan matanya ia lantas menyuruh Farhan pergi dari sana. Tapi, bukannya pergi, Farhan malah kengengesan tidak jelas.
"Ada juga, nih. Kamu mau pinjam berapa?" tanya Dafri dan kemudian ia mengeluarkan dompetnya. Chayra langsung memegang lengan Dafri sembari menggelengkan kepalanya dengan pelan sebagai tanda Dafri tidak perlu memberikan pinjaman ke Farhan.
"Ngak banyak, cuman sejuta saja, Boleh tidak?" kata Farhan yang tidak peduli dengan tatapan protes dari semua anggota keluarganya.
"Oke.. Boleh donk. Nih.. Aku kasih untuk kamu, gak perlu diganti." kata Dafri kemudian memberikan duit 100 rb sebanyak 10 lembar ke Farhan. Dan dengan cepat, Farhan langsung menerima duit itu.
"Thanks, abang ipar.. Sering - seringlah main kesini.. Hahhahahaha.." kata Farhan dan kemudian berlalu dari sana dengan santainya. Orang tua Chayra hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah laku Farhan yang sangat memalukan menurut mereka.
"Sayang.. Kamu seharusnya gak perlu nurutin kemauan Farhan deh, dengen memberikan dia sejumlah uang tadi siang, entar dia kebiasaan mintak - mintak ke kamu.." ucap Chayra. Saat itu mereka sudah berada didalam kamar dan sudah siap - siap akan tidur. Tapi, sepertinya sudah menjadi kebiasaan.. Sebelum tidur pasti mereka akan berbincang - bincang sejenak tentang apapun itu. Chayra akan tidur diatas dada bidangnya Dafri seraya dibelai - belai lembut rambut Chayra yang tergerai indah itu oleh Dafri.
"Iya, Sayang. Tapi, kamu belum kenal Farhan. Jika sekali saja dimanjakan seperti itu, pasti akan diulanginya lagi. Padahal ni ya, dia gak butuh - butuh banget uang yang kamu kasih. Takutnya malah dipakai yang tidak - tidak uang itu." kata Chayra dengan curiga.
"Hei, Sayang.. Jangan curiga gitu donk dengan adik kamu sendiri. Ya.. do'ain saja semoga dia menggunakan uang itu untuk hal yang bermanfaat. Oke?" kata Dafri dengan mencium dahi Chayra. Dan Chayra hanya menganggukkan kepalanya.
"Oya, aku bahagia sekali Dafri.. Karena kamu bisa begitu cepat berbaur dengan keluarga aku, suasana dirumah semakin hidup aku rasakan setelah kamu datang. Terimaksih ya.. Sudah bisa meyakinkan kedua orang tua dan juga adik - adik aku, bahwa kamu mampu menjadi suami yang baik untuk aku. Kamu memberikan aku cinta, kasih sayang, perhatian dan segala hal yang membuat aku bahagia. Aku merasa beruntung bisa memiliki kamu, Dafri.." ungkap Chayra dengan tersenyum lebar.
"Sayang.. Seharusnya aku yang berkata seperti itu, aku yang harus berterimakasih sama kamu dan aku juga yang seharusnya merasa beruntung karena memiliki istri yang baik hati, yang sholeha, dan yang tulus seperti kamu. Aku sungguh bersyukur atas itu semua, Chayra. Bagi aku, kamu itu anugerah yang dikaruniakan oleh Allah untuk aku, menjadi pendamping aku, penyejuk hati aku, pelipur lara, penyemangat hidup, dan apapun itu.. Kamu lah yang terbaik.. I Love you, Chayra..." jelas Dafri dan kemudian mengecup kening Chayra berkali - kali. Chayra semakin menenggelamkan kepalanya didada bidangnya Dafri, sedangkan Dafri semakin mengencangkan pelukannya. Mata mereka sama - sama terpejam, mereka seakan menikmati rasa yang bergejola dihati mereka masing - masing..
__ADS_1
"Cinta Hadir Untuk Dirasakan, Cinta Seperti Benih, Harus Disiram dan Dijaga, Dengan Hati Yang Baik dan Rasa Percaya.. Sebab Rasa Itu Hadir Bukan Sebuah Rencana, Tetapi Ia Hadir Saat Mata Dan Hati Terpaut Secara Tidak Terduga - Duga.."
🌼 -End- 🌼
ASSALAMU'ALAIKUM...
ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA NOVEL INI BISA TAMAT DENGAN HAPPY ENDING YA..
AUTHOR BERHARAP SEMOGA PEMBACA PUAS DENGAN ISI CERITA NYA DARI AWAL SAMPAI TAMAT..
TERIMAKASIH AUTHOR UCAPKAN BAGI PEMBACA YANG SUDAH SETIA MEMBACA, YANG SUDAH MEMBERI DUKUNGAN DENGAN LIKE DAN JUGA KOMENTARNYA YANG BAIK.
DAN JIKA BERKENAN, SETELAH INI SILAHKAN MAMPIR JUGA KE NOVEL AUTHOR YANG SELANJUTNYA DENGAN JUDUL "JALAN MENUJU CAHAYAMU" CERITANYA TIDAK KALAH SERU JUGA, YUK KEPOIN..
AKHIR KATA AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIH SEKALI LAGI DAN MOHON MAAF ATAS KEKURANGAN,, (DITUNGGU KOMENNYA DICERITA SAYA YANG SELANJUTNYA YYA😁😆)
WA'ALAIKUMUSALAM...
.
.
__ADS_1
.