Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 43


__ADS_3

"Dafri..." panggil Chayra setelah mereka berada didalam mobil dan mobil tersebut menuju keluar dari komplek perumahan mereka.


Dafri hanya diam saja, tidak menyahut panggilan dari Chayra. Kemudian, Chayra melihat wajah Dafri yang masih saja tegang dengan ekspresi marahnya. Chayra memilih untuk tidak mengganggu Dafri dulu setidaknya sampai lelaki itu bisa meredam amarahnya itu.


Namun, Chayra tidak bisa hanya diam saja tatkala Dafri malah menambah kecepatan mobil yang dikendarainya di jalanan yang sepi itu. Chayra merasa takut dan cemas.


"Dafrii... Tolong jangan terlalu kencang bawa mobilnya, Aku takut.." kata Chayra. Tapi, lagi - lagi Dafri tidak menggubris larangan dari Chayra. Buktinya mobil tetap melaju dengan kencang.


Sampai akhirnya, Chayra yang merasa takut menjerit dengan kuat seraya memanggil nama Dafri. Dan Dafripun langsung mengerem mendadak, mereka berhenti dipinggir jalan dengan nafas memburu.


Chayra yang sejak tadi memejamkan matanya karena takut, lalu setelah berhenti langsung memarahi Dafri dengan gusar.


"Kamu gila ya, Dafri. Kamu mau kita mati ha?" teriak Chayra dengan jantung yang masih berdebar dengan kencang.


"Maaf.." hanya kata itu yang keluar dari mulut Dafri tanpa sedikitpun merasa bersalah. Chayra hanya bisa mendengus dengan kesal.


"Lebih baik kita pulang aja, karena aku tahu pikiran kamu saat ini lagi kacau. Sangat berbahaya jika kita tetap berkeluyuran di jalanan ini dengan mengendarai mobil." kata Chayra memberi saran setelah jantungnya sudah stabil kembali.


"Aku belum mau pulang, Kita disini aja dulu." kata Dafri lalu menundukkan kepalanya.


Keadaan hening untuk beberapa menit, Chayrapun tidak lagi mengeluarkan suaranya. Namun, matanya tidak berhenti melihat kearah Dafri yang kini wajahnya ditundukkannya diatas setir mobilnya. Chayra penasaran, apa yang sedang dipikirkan lelaki itui? Atau jangan - jangan, Chayra malah curiga.. Apakah Dafri sudah tertidur? Chayra malah menduga - duga hal itu didalam benaknya.


"Dafriii..." panggil Chayra dengan suara yang pelan. Namun, sedikitpun Dafri tidak bergeming sehingga Chayra menambah volume suaranya dan kembali memanggil Dafri.


"Dafrii... Kamu, tidur ya?" tanya Chayra kemudian menyentuh lembut lengan lelaki itu. Karena sentuhan dari tangan Chayra tersebut, akhirnya membuat Dafri mengangkat kepalanya dan melihat kearah Chayra.


"Tidak, Chayra!! Aku cuman sedang menenangkan diri saja." jawab Dafri.


"Ooh.. Ya sudah, lanjut lah dulu.. Tenangkan diri kamu." kata Chayra.

__ADS_1


"Sudah.. Aku sudah agak tenang. Terimakasih ya, Chayra." ucap Dafri sembari membetulkan posisi duduknya.


"Dan maaf, tadi aku sudah membuat kamu takut. Aku emosi sekali tadi, sampai - sampai aku gak bisa mengontrolnya. Untung ada kamu mengingatkan aku, kalau tidak.. Entahlah..Mungkin kita berdua sudah menjadi mayat." sambung Dafri lagi dengan wajah menyesalnya.


"Iya, jangan diulangi lagi Dafri. Kamu bisa membahayakan diri kamu dan juga orang lain, Untung saja jalanan disini sepi. Jika ramai kendaraan disini ataupun ada yang tiba - tiba menyebrang bagaimana? Pasti akan sangat berbahaya, Dafri." kata Chayra yang masih memperingatkan Dafri.


"Ya aku tahu Chayra, itulah gunanya aku bawa kamu bersama aku. Supaya ada yang mengingatkan." kata Dafri kemudian memandang Chayra dengan tatapan mesranya. Chayra yang tidak tahan ditatap seperti itu, langsung mengalihkan pandangannya ke arah depan.


"Chayra, aku sudah memutuskan.." setelah beberapa saat mereka saling diam, akhirnya Dafri kembali mnegeluarkan suaranya.


"Memutuskan apa?" tanya Chayra yang penasaran dengan kalimat gantung yang diucapkan suaminya itu.


"Setelah 2 kesalahan fatal yang dilakukan oleh Clarissa, maka aku memutuskan untuk lebih memilih kamu menjadi istri aku satu - satunya Chayra." ucap Dafri dengan sungguh - sungguh.


Chayra langsung terpana mendengar penuturan dari Dafri barusan.


"Aku sudah yakin dengan keputusan aku, Chayra. Aku gak akan merubahnya.." tegas Dafri dengan sorot keyakinan di matanya.


"Kamu pikirkan dulu matang - matang, Dafri. Aku yakin sebenarnya ini bukan keputusan mudah bagi kamu. Kamu dan Clarissa sudah lama kenal dan saling mencintai, tidak semudah itu aku bisa menggantikan posisi Clarissa." jelas Chayra yang mencoba untuk menggoyahkan niat dan keputusan Dafri tersebut.


"Chayra, atas apa yang telah dilakukan Clarissa ke Mama aku itu sudah cukup menjadi dasar keputusan aku untuk meninggalkan dia. Tidak ada yang perlu aku pertimbangkan dan aku pikirkan lagi, Chayra." kata Dafri masih dengan keteguhan hatinya.


"Tapi, kamu belum memberikan Clarissa kesempatan untuk mengatakan alasannya apa Dafri? Pasti Clarissa punya alasan mengapa ia berbuat demikian." kata Chayra yang masih saja membela dan berprasangka baik ke Clarissa.


"Apapun alasan dia, aku tidak akan mau menerimanya. Apapun itu, Chayra!! Jadi... Mau dia mengatakan alasannya ataupun tidak, tetap tidak akan merubah keputusan aku ini." kata Dafri lagi.


"Tapi, Daf...."


"Sudahlah, Chayra." potong Dafri langsung dan kemudian memegang kedua tangan Chayra.

__ADS_1


"Dengarkan aku, Chayra. Aku mohon sama kamu, Jangan pernah lagi kita membahas tentang Clarissa. Karena.. Saat ini, yang ada hanya tentang kita. Aku mencintaimu, Chayra.. Aku gak tahu kapan pastinya aku mulai mencintai kamu, tapi yang jelas.. Saat ini hati aku lebih condong ke kamu. Kamu percaya sama aku kan?" tutur Dafri dengan menatap erat Chayra. Sedangkan Chayra hanya diam saja, mulutnya seakan terkunci rapat.


"Mungkin inilah cara Allah menunjukkan ke aku siapa Clarissa sebenarnya, dan juga membuat aku menjadi jatuh cinta sama kamu. Aku yakin ini lah jalan takdir yang terbaik bagi kita. Meskipun awalnya kita yang tidak pernah saling mengenal, tidak pernah ada rasa apa - apa sebelumnya. Tapi, siapa yang bisa menduga bahwa ternyata rasa cinta dan sayang itu akhirnya muncul juga diantara kita? Itu semua sudah suratan takdir dariNya. Kita sebagai manusia, hanya bisa menjalani apa yang telah ditetapkanNya, Chayra.." lanjut Dafri lagi dengan antusias.


Chayra masih belum juga mengeluarkan suara, ia seakan terpana mendengar setiap untaian kata yang keluar dari lisannya Dafti. Kata dan kalimat yang sebenarnya sudah membuat hatinya sangat tersentuh, tapi Chayra.. belum merasa pantas untuk mengutarakan apa yang ia rasakan saat ini. Masih saja ada sekelebit rasa ragu menghinggapi dirinya.


"Chayra.. Meskipun sampai detik ini kamu belum mengakui perasaan kamu ke aku yang sebenarnya, tapi aku sudah cukup yakin dan bisa membacanya dari wajah dan sorot mata kamu itu.. Bahwa kamu juga merasakan hal yang sama kan??" Dafri masih melanjutkan ucapannya dan kali ini malah mencoba membaca wajah dan pikiran Chayra.


"Setidaknya, aku sangat ingin sekali mendengar kamu mengutarakan perasaan kamu Chayra. Walaupun hanya sekali, itu sudah cukup membuat hati aku tenang." kata Dafri lagi dengan tatapan syahdunya itu.


"Bisakah kamu mengatakan sesuatu untuk membuat hati dan perasaan aku menjadi tenang, Chayra??" tanya Dafri lagi. Tangan Chayra masih berada didalam genggaman lelaki itu. Dafri bisa merasakan bagaimana bergetar dan dinginnya tangan Chayra saat itu.


"Chayra... Sayang...Lihat kesini.." panggil Dafri dengan sangat lembut, sehingga membuat Chayra yang sejak tadi menunduk langsung mengangkat wajahnya dengan perlahan - lahan.


"Katakan sesuatu, Chayra. Jangan buat aku galau menunggu jawaban dari kamu." kata Dafri dengan tersenyum kecil.


"Kamu ungkapkan isi hati kamu yang selama ini kamu simpan, Aku mohon.." pinta Dafri dengan memohon.


Karena kata - kata permohonan dan atas desakan dari Dafri yang bertubi - tubi itu, maka Chayrapun mulai menggerakkan bibirnya untuk mengeluarkan kata - kata. Dengan sebelumnya, ia memejamkan matanya sesaat. Seperti sedang berdoa didalam hatinya. Dan akhirnya...


"Dafriii... Jauh sebelum kamu mengatakan cinta ke aku, sebenarnya.. aku sudah lebih dulu.. Jatuh cinta ke kamu. Cinta pada pandangan pertama." ungkap Chayra dengan suara yang bergetar. Mendengar ungkapan isi hati Chayra tersebut, membuat Dafri langsung bernapas dengan lega seraya tersenyum bahagia...


...💗💗💗💗...


BERSAMBUNG....


.


.

__ADS_1


__ADS_2