Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
Eps 9 // DIAJAK SHOPPING


__ADS_3

"Chayra, Chayra..." Dafri memanggil Chayra yang baru saja selesai telponan dengan ibunya yang ada dikampung.


"Iya, Dafri.." sahut Chayra lalu berlari kecil kembali masuk kedalam rumah. Karena memang Chayra telponannya diluar rumah.


"Kenapa, Dafri? Apa yang bisa aku bantu? Kamu mau aku bikinin minum atau nasi goreng lagi?" tanya Chayra yang langsung saja menawarkan diri.


"Tidak, Chayra!!" tolak Dafri langsung.


"Kamu siap - siap sekarang, kita akan pergi." kata Dafri dengan datar.


"Pergi kemana??" tanya Chayra dengan ekspresi bingungnya.


"Nantik kamu juga tahu sendiri, ya sudah.. Cepat Ganti baju sana. Aku tunggu diluar." kata Dafri dan kemudian berjalan menuju keluar rumah.


"Tapi.." belum sempat Chayra untuk berkata lagi, Dafri sudah menghilang dari pandangannya.


Chayra lalu naik kekamar dan berganti pakaian. Chayra sedikit bingung akan memakai pakaian apa karena dia memang hanya membawa beberapa pasang pakaian saja dan itupun sudah terlihat lusuh. Hanya ada satu gamis yang lumayan bagus menurutnya dan jarang juga digunakan. Chayra lalu memutuskan menggunakan gamis berwarna biru muda tersebut.


Setelah itu, Chayra turun kebawah dan menyusul Dafri. Ternyata sudah ada sebuah mobil yang menunggu mereka diluar sana. Dan Dafri ada didalamnya.


"Ini mobil siapa?" tanya Chayra.


"Mobil sewaan. Yuk masuk." kata Dafri dan Chayrapun langsung membuka pintu belakang mobil.


"Hei.. Kamu ngapain buka pintu belakang, Chayra?" tegur Dafri. Chayra yang baru saja akan naik keatas mobil, langsung mengurungkan niatnya tersebut.

__ADS_1


"Duduk didepan..!!" perintah Dafri.


"Kalau kamu duduk dibelakang kesannya aku ini sopirnya kamu!" lanjut Dafri lagi dengan nada ketus. Dan Chayrapun menuruti perintah Dafri tersebut dengan duduk disampingnya.


"Kita mau kemana?" Chayra bertanya lagi ke Dafri sesaat mobil tersebut sudah meninggalkan Villa.


"Ke Mol..!!" jawab Dafri dengan malas - malasan.


"Mol..? Ngapain??" Chayra masih terus - terusan bertanya. Mungkin bagi Dafri, Chayra ini terlalu cerewet tapi Chayra menganggap itu wajar saja ia bertanya karena Dafri yang tidak menjelaskan tujuan mereka kemana secara detil. Namun, Dafri tidak menjawab sama sekali. Chayrapun tidak lagi bertanya.


Setelah 10 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai ditempat pusat perbelanjaan. Dafri langsung saja mengajak Chayra masuk kedalamnya dan sesaat kemudian langsung berhenti disebuah toko baju.


"Chayra, silahkan kamu pilih baju yang kamu suka." ujar Dafri. Chayra langsung melongo terheran - heran. Ia yang sama sekali tidak menyangka Dafri mengajaknya untuk shopping.


"Jadi kamu mau belikan aku baju??" tanya Chayra untuk lebih memastikan lagi.


Chayra sibuk memilih baju yang ia sukai sendirian, sedangkan Dafri tidak tahu dimana keberadaannya saat ini. Ia meninggalkan Chayra sendirian ditoko baju tersebut. Sebelum pergi, Dafri mintak dikabari jika Chayra sudah selseai memilih bajunya. Dan ternyata Dafri tidak hanya menyuruhnya untuk membeli baju saja, ia juga menyuruh Chayra membeli tas dan asesoris lainnya yang Chayra sukai.


Lebih satu jam Chayra memilih baju dan tas akhirnya ia merasa sudah lebih dari cukup yang ia butuhkan. Chayra juga tidak ingin membeli secara berlebihan. Setelah itu, Chayrapun menghubungi Dafri. Tidak lama kemudian, Dafripun datang lalu membayar semua belanjaan Chayra.


"Ada lagi yang pengen kamu beli, Chayra?" tanya Dafri setelah selesai membayar.


"Hhhmm... Sepertinya untuk hari ini cukup Dafri, aku sudah belanja sebanyak ini soalnya, hehe.." kata Chayra lalu tertawa kecil.


"Oh ya, aku lupa ngucapin terimakasih. Terimakasih banyak ya Dafri sudah membelikan aku baju sama tas ini." kata Chayra yang tidak lupa mengucapkan terimakasih dengan suaminya itu.

__ADS_1


"Ngak perlu berterimakasih, Chayra. Karena ini sudah menjadi tanggung jawab aku sebagai suami kamu, walaupun aku gak bisa memberikan nafkah bathin ke kamu setidaknya aku gak melupakan nafkah lahir yang menjadi tanggung jawab aku sepenuhnya ke kamu." ucap Dafri dan kemudian berjalan cepat meninggalkan Chayra yang terdiam ditempatnya.


Setelah puas berbelanja, Dafri mengajak Chayra untuk makan siang disana. Mereka duduk saling berhadapan, dan dalam posisi seperti itu Chayra tampak mencuri pandang kearah Dafri yang terlihat sedang menikmati makan siangnya. Chayra perhatikan wajah tampan Dafri dengan seksama, entah mengapa akhir - akhir ini ia merasa begitu senang memperhatikan gerak gerik dan raut wajah suaminya itu. Dan seketika itu pula, Dafri tiba - tiba saja mengangkat wajahnya dan melihat kedepan. Sontak saja hal itu membuat Chayra kaget, karena Dafri pasti mendapati Chayra yang sedang memandang Dirinya. Chayra segera mengalihkan Pandangannya dengan menunduk.


"Kamu lihat apa?" tanya Dafri dengan curiga. Ditanya seperti itu, membuat Chayra langsung salah tingkah.


"Ngak lihat apa - apa kok, hehe.." jawab Chayra dengan cengar cengir.


"Oya, setelah ini kita kemana lagi?" tanya Chayra dengan mengalihkan rasa saltingnya.


"Pulang." jawab Dafri dengan singkat.


"Ohh, Iya.." ujar Chayra akhirnya dan kembali fokus menghabiskan makan siangnya.


...💦💦💦💦...


Saat malam hari, Chayra yang sudah menyiapkan makan malam dimeja makan langsung menuju kekamarnya Dafri untuk mengajak suaminya itu makan malam bersama. Namun, niatnya tersebut diurungkannya saat Chayra mendengar Dafri sedang telponan dengan Clarisaa. Kebetulan pintu kamar Dafri tidak tertutup rapat, sehingga Chayra dapat mendengar jelas apa yang sedang mereka bicarakan. Sebenarnya Chayra tidak bermaksud untuk menguping pembicaraan mereka, namun Chayra sudah terlanjur mendengar sebuah perkataan yang keluar dari mulut Dafri.


"Iya, Clarissa sayang.. Aku sudah melakukan apa yang kamu suruh itu. Aku sudah mengajak Chayra jalan - jalan dan juga belikan dia beberapa baju yang bagus - bagus." kata Dafri. Dan kemudian berhenti sesaat untuk mendengar jawaban dari Calrissa yang tidak bisa dijangkau oleh telinga Chayra.


"Oke Sayang, Kamu jangan khawatir Ya. Bagaimanapun kamu tetap prioritas aku, akupun baik dengan Chayra selain kamu yang suruh, juga karena kasihan saja. Sepertinya dia dari keluarga yang kurang mampu dan belum pernah pergi ketempat ini. Makanya dia terlihat agak sedikit malu - maluin tapi ya wajarlah karena baru pertama kan, hahaha..." lanjut Dafri lagi yang diakhiri dengan tertawa lebar.


Mendengar perkataan Dafri barusan itu, benar - benar membuat hati Chayra menjadi ngilu tak tertahankan. Walaupun yang Dafri bilang itu benar adanya, tapi entah kenapa Chayra merasakan sakit. Apalagi setelah tahu bahwa ia mengajak Chayra jalan dan belanja tadi hanya disuruh oleh Clarissa, bukan atas inisiatifnya sendiri. Chayra hanya bisa tersenyum kecut lalu kemudian mengutuk dirinya yang terlalu cepat terbawa suasana dan perasaannya sendiri. Setelah itu, Chayra memutuskan untuk kembali kedapur namun Naas baginya ketika tanpa sengaja ia malah menabrak sebuah guci yang ada disudut sana. Bunyi tabrakan tersebut membuat Dafri yang sedang telponan langsung saja berjalan mendekati pintu. Mengetahui hal itu, membuat Chayra berusaha untuk berdiri dan pergi dari sana. Tapi, terlambat.. Dafri sudah berdiri didepan pintu dengan tatapan tajam kearah Chayra..


...💫💫💫💫...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2