Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 44


__ADS_3

Akhirnya hari itu Chayra mengakui perasaan cintanya ke Dafri, perasaan terpendam yang awalnya tidak ingin ia ungkapkan. Perasaan yang datang tanpa dipinta, perasaan cinta yang sekalipun ia tidak pernah berharap untuk dibalas tapi ternyata.. ia memperoleh balasan dalam waktu yang sesingkat ini.


Ditanya apakah Chayra bahagia setelah mengakui perasaannya ini dan sekaligus mendapatkan balasan cinta dari Dafri? Tentu ia merasa bahagia, tapi.. Chayra tidak ingin juga larut dalam kebahagiaan diatas penderitaan orang lain.


Chayra masih juga memikirkan bagaimana perasaan Clarissa yang sudah jelas nyata Dafri meninggalkannya, bahkan Dafri tidak lagi mempedulikan wanita itu. Jangankan untuk bertemu, menyebut namanya saja dia tidak mau lagi. Chayra tahu Clarissa masih terus berusaha menghubungi Dafri, men-chat Dafri dengan meminta maaf dan memohon agar lelaki itu bisa memaafkannya dan menerimanya lagi sebagai istri. Tapi, hati Dafri seakan sudah membatu. Ia tidak mau menerima Clarissa lagi.


Semudah itukah perasaan Dafri berubah terhadap Clarissa? Keadaan seakan berbalik, dulu.. Dafri begitu memuja Clarissa, mencintainya dengan sepenuh hati dan jiwanya. Sedangkan Chayra saat itu? Hanyalah butiran debu yang tidak berarti apa - apa di kehidupan Dafri. Namun kini, malah sebaliknya. Chayra lah yang paling diagung - agungkan lelaki itu saat ini. Dafri yang mencintai Chayra dengan sepenuh hatinya. Menjadikan Chayra seperti seorang ratu didalam hidupnya.


Malam itu, kebetulan tidak ada jadwal jaga Dafri dirumah sakit. Maka iapun memutuskan pulang lebih awal. Sesaat setelah sampai dirumah, ia mendapati Chayra sedang duduk disofa sambil menonton televisi. Melihat kepulangan Dafri, Chayra langsung bangkit dan menghampiri suaminya itu dengan sebuah senyuman manis sudah menghiasi parasnya itu. Dafri pun juga tersenyum lebar karena disambut dengan suka cita oleh wanita yang ia cintainya.


"Chayra, sayang..." panggil Dafri yang baru saja selesai mandi dan saat itu tengah mengeringkan rambutnya.


"Iya.." sahut Chayra yang terlihat sedang menyiapkan sajadah untuk mereka sholat maghrib berjamaah.


"Setelah sholat, aku mau ngajak kamu makan malam diluar. Kamu mau kan?" tanya Dafri.


"Boleh.." jawab Chayra dengan anggukan kepalanya.


"Oke, Kalau begitu kita sholat dulu setelah itu siap - siap." kata Dafri. Chayra langsung mengiyakan.


Setelah selesai sholat dan berdoa bersama, kemudian Chayra mengganti pakaiannya. Ia membawa pakaian gantinya kedalam kamar mandi. Entah kenapa hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi Chayra, karena ia masih merasa canggung dan malu jika harus buka - bukaan didepan Dafri.


"Kenapa gak ganti bajunya disini saja, sayang?" tanya Dafri dengan senyumannya yang menggoda itu. Tentu saja pertanyaan dari Dafri itu membuat Chayra langsung salah tingkah.


"Ngak Daf, lebih nyaman didalam kamar mandi sepertinya." jawab Chayra lalu buru - buru masuk kedalam kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, Chayra keluar dengan sudah berpakaian rapi. Chayra terlihat anggun dengan gamis berwarna navy yang Dafri belikan saat mereka berbulan madu waktu itu. Chayra belum sempat sama sekali memakai gaun itu karena menurut Chayra gaunnya terlalu mewah dan tidak pantas digunakan untuk sehari - hari. Makanya saat momen dinner bersama Dafri untuk pertama kali inilah ia memakai gaun cantik tersebut.

__ADS_1


Dafri terpana sesaat melihat keangguann istrinya, dan setelah itu ia mengeluarkan kata - kata pujian juga sanjungan untuk Chayra. Sedangkan Chayra hanya bisa tersipu malu dengan menyembunyikan wajahnya yang mungkin juga sudah bersemu merah.


Setelah itu, merekapun berjalan beriringan menuruni anak tangga. Saat tiba didepan pintu ruang tamu, Chayra dan Dafri berpapasan dengan Argantara yang baru pulang dari kantor.


"Mau kemana kalian?" tanya Argantara dengan melihat Dafri dan Chayra secara bergantian dengan ekspresi wajah yang tidak senang.


"Dafri mau ajak Chayra makan malam diluar, Pa." jawab Dafri.


"Papa mau ikut kami sekalian?" entah keberanian dari mana sehingga membuat Chayra malah mengajak Papa mertuanya itu. Padahal ia tahu, Argantara masih tidak bersahabat dengan dirinya.


Tanpa menjawab pertanyaan dan ajakan dari Chayra tersebut, Argantara malah langsung saja berlalu dari sama dengan wajah datar dan dinginnya itu. Melihat sikap Papanya yang mencuekkan Chayra membuat Dafri langsung menenangkan Chayra dengan memegang lembut tangan istrinya.


"Chayra..." panggil Dafri. Saat itu mereka sudah berada didalam mobil.


"Iya, Dafrii..?" sahut Chayra dengan melihat sekilas kearah suaminya yang sedang menyetir mobil.


"Iya, aku paham kok Dafri. Dan aku juga tidak tersinggung, aku bisa memakluminya." kata Chayra seraya tersenyum tipis.


"Lagi pula, wajar saja Papa belum bisa menerima aku. Karena.. Aku ini bukan termasuk kriteria menantu idaman Papa. Aku yang berasal dari keluarga sederhana, malahan serba kekurangan. Orang tua aku kan banyak hutang nya, Dafri. Mungkin itulah yang menjadi salah satu alasan Papa belum bisa menerima aku," kata Chayra dengan nada dan raut wajah yang sedih.


"Kamu jangan berkecil hati seperti itu, Sayang. Kita sama - sama berdoa saja. Semoga dalam waktu yang dekat, Papa bisa menerima kamu. Dan.. Aku juga akan berusaha menyakinkan Papa bahwa kamu adalah wanita berhati baik yang pernah aku kenal. Oke?" kata Dafri lalu memegang tangan Chayra, seakan memberikan kekuatan kepada istrinya itu.


"Iya, Dafri.. Terimakasih selalu membela dan menguatkan hati aku." ujar Chayra lalu tersenyum. Dafri menanggapi Ucapan terimakasih Chayra dengan senyuman juga.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berdua sampai disebuah restoran mewah yang ramai pengunjungnya. Setelah mereka turun dari mobil, Dafri menggandeng tangan Chayra menuju kedalam.


Sesampainya didalam, mereka langsung disambut oleh seorang pelayan dengan memberikan daftar menu direstoran tersebut. Chayra dan Dafri langsung memesan makanan mereka masing - masing.

__ADS_1


"Chayra, setelah kita makan... Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat yang bagus, aku yakin kamu pasti suka." kata Dafri tiba - tiba dengan wajah misteriusnya.


"Oya? Kemana emangnya??" tanya Chayra yang penasaran.


"Gak seru kalau aku beritahu kamu sekarang sayang. Jadi Sabar ya, nantik kamu pasti bakalan tahu juga." kata Dafri yang membuat Chayra lalu meruncingkan mulutnya namun akhirnya menganggukkan kepalanya juga tanda setuju.


Tidak berapa lama kemudian, makanan pesanan merekapun sampai. Mereka lalu menikmati makan malam spesial tersebut dengan saling mengobrol dan juga terkadang tertawa bersama. Kebahagiaan tiada tara tergambar sudah diwajah mereka masing - masing.


Namun, tanpa mereka sadari, ternyata sejak tadi ada seseorang yang tengah memantau dan memperhatikan mereka dari kejauhan. Seseorang itu tampak sedang menatap tajam kearah mereka dan ada beberapa kali ia mengambil foto Chayra dan Dafri dengan menggunakan ponselnya.


"Dafri, aku ketoilet dulu ya." kata Chayra sesaat setelah ia selesai menghabiskan makanan pesanannya tersebut.


"Oke sayang." jawab Dafri dengan masih menghabiskan sisa - sisa makanan yang ada dipiringnya.


Melihat Chayra yang berjalan menuju ke toilet, lalu membuat seseorang tersebut juga bergerak dan menuju ke toilet yang sama dengan Chayra.


Kini Chayra sudah berada didalam toilet yang kebetulan didalamnya terlihat sepi tanpa ada pengunjung lain yang masuk kedalam. Sebelum Chayra masuk kepintu toilet, Chayra berhenti sejenak untuk melihat kearah kaca besar yang ada disana. Ia perhatikan lagi dirinya yang menurutnya sangat berbeda dari sebelum - sebelumnya. Entah itu karena pengaruh baju atau bagaimana Chayrapun tidak tahu. Yang jelas malam ini ia sudah berhasil membuat Dafri berdecak kagum terhadapnya. Jika Chayra kembali mengingat segala kata pujian dan sanjungan yang diucapkan Dafri tadi membuat ia langsung senyum - senyum sendiri.


Beberapa detik kemudian, terdengar langkah kaki orang menuju ke toilet. Dan ternyata seseorang yang sejak tadi memantau dan memfoto Chayra dan Dafri tadi, kini ada didalam toilet. Ia lalu berjalan mendekati Chayra yang masih berdiri didepan kaca. Dan.. Tanpa Chayra duga, seseorang itu menyentuh bahunya. Chayra menoleh kebelakang dan ketika itu pula sebuah benda tajam malah mendarat diperutnya. Chayra langsung jatuh tersungkur kebawah dengan darah segar mengalir dari perutnya yang telah ditusuk dengan seseorang tersebut...


...💕💕💕💕...


BERSAMBUNG....


.


.

__ADS_1


__ADS_2