Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
Eps 32 // PEMBICARAAN YG DIDENGAR


__ADS_3

Saat malam hari Chayra menanyai ke ibunya perihal utang mereka yang masih belum lunas seperti yang telah disampaikan oleh Farhan tadi siang kepadanya.


"Chayra, kamu jangan pikirkan itu ya. Sekarang ini ibu dan Ayah lagi mengusahakan untuk segera melunasi sisa utang ibu. Syukur Ayah kamu saat ini sehat - sehat saja, sehingga ibu tidak pusing lagi memikirkan biaya pengobatannya. Lagi pula, Ayah juga sudah mulai kuat membantu - bantu ibu jualan dipasar. Dan ibupun yakin dalam waktu dekat ini ibu bisa melunasi sisa utang tersebut, jadi kamu jangan risau dan jangan pikirkan masalah itu ya" ucap Sukma ke Chayra dengan cara bicara yang dibuat setenang mungkin.


Tapi, Chayra tahu sebenarnya ibunya pasti merasa galau juga apalagi seperti yang Farhan bilang bahwa utang mereka baru setengah dibayarkan oleh Mamanya Dafri. Dan jumlah yang setengahnya lagi masih cukup banyak juga bagi Chayra dan keluarganya yang biasa hidup dalam kesederhanaan.


"Buk, Bagaimana Chayra tidak memikirkannya buk? Karena sebagai anak pertama Chayra merasa harus bertanggung jawab juga untuk membantu meringankan beban Ibu dan Ayah. Chayra tidak mungkin tinggal diam dan seolah - olah menutup mata ataupun telinga Chayra ini buk. Chayra harus berbuat sesuatu untuk membantu ibu." tutur Chayra.


"Ya Chayra ibu tahu, cuman ibu gak mau lagi membebani kamu.. Cukup kamu yang sudah berkorban satu bulan ini menanggung rasa sakit dan kecewa karena menikah dengan laki - laki yang sudah beristri dan tidak mencintai kamu sama sekali." kata Sukma dengan wajah yang sedih.


"Oya, kamu pasti tahu perihal ini dari Farhan kan?" sambung Sukma lagi dengan bertanya. Chayra langsung menganggukkan kepalanya.


"Apa lagi yang ia katakan sama kamu?" tanya Sukma. Ia curiga bahwa Farhan malah mengatakan yang tidak - tidak ke Chayra. Dan Chayra yang tidak mau menyembunyikan apapun dari ibunya, langsung saja memberitahu segala perkataan Farhan tadi kedirinya.


"Sudah ibu tebak, Chayra. Pasti si Farhan itu menyudutkan kamu dan mengatakan kamu yang bodoh dan segala macam kan? Memang anak itu hanya bisa menyalahkan saja, tapi tidak bisa membantu sama sekali." umpat Sukma yang terlihat sangat kesal sekali terhadap Farhan.


"Farhan itu terlalu patuh dan takut dengan istrinya si Mila. Padahal Penghasilan bengkel dia lumayan besar juga setiap bulannya, tapi sedikitpun dia tidak pernah berinisiatif membantu perekenomian ibu. Uangnya habis untuk memanjakan istrinya yang seperti putri kerajaan itu. Jangankan untuk membayar hutang, beri jajan si Shakila saja hampir tidak pernah." lanjut Sukma lagi yang masih jengkel dengan Farhan.


"Sudahlah bu, Mungkin saja Farhan memang lagi banyak kebutuhan. Dia sudah punya anak, dan kitapun sama - sama tahu bagaimana Mila yang dari gadis sudah biasa hidup mewah. Ya.. Dimaklumi saja buk, jangan banyak berharap dari Farhan." kata Chayra dengan menenangkan ibunya yang hampir terbawa emosi.

__ADS_1


"Yang jelas setelah ini, Chayra akan bantu Ayah dan Ibu mencari tambahan uang untuk menutupi sisa utang kita itu. Besok pagi Chayra akan coba melamar kembali ditempat kerja Chayra yang lama, mudah - mudahan pimpinan Puskesmasnya masih mau menerima Chyara bekerja disana." tutur Chayra dengan penuh harap.


"Kamu yakin mau bekerja lagi, Ayra?" tanya ibunya dengan pandangan teduh.


"InshaAllah, yakin buk. Lagi pula Ayra suntuk juga dirumah tanpa melakukan apapun, Dan.. Mana tahu saja dengan sibuk nya Ayra bekerja nantiknya, akan membuat Ayra bisa melupakan Dafri secepatnya." ucap Chayra lalu menundukkan wajahnya yang kembali sedih jika mengingat tentang Dafri.


...❤❤❤❤...


"Clarissa, jam berapa Dafri akan datang kerumah ?" tanya Siska, Mamanya Clarissa yang terlihat sedang duduk manis di kursi tamu mereka. Clarissa yang baru saja dari teras langsung duduk disebelah Mamanya.


"Sebentar lagi, Ma. Dafri sudah dijalan." jawab Clarissa dengan tersenyum lebar.


Malam ini Clarissa terlihat sangat bahagia, karena ia sudah berhasil membujuk Dafri untuk datang kerumahnya dan bertemu langsung dengan Mamanya untuk membicarakan Pernikahan mereka.


Siska juga tahu bahwa Clarissa dan Dafri saling mencintai, Maka Siskapun tidak ingin merusak kebahagiaan mereka berdua. Karena itulah ia menyetujui Calrissa untuk menikah dengan lelaki yang dicintainya itu.


"Oya, Clarissa.. Bagaimana lanjutan cerita tentang si Chayra? Wanita yang dijodohkan dengan Dafri itu? Kemarin kamu belum selesai ceritanya kan?" tanya Siska yang masih penasaran dengan kelanjutan cerita Clarissa tentang Chayra yang belum tuntas saat itu.


"Oh iya, Ma. Jadi begini.. Aku sendirilah yang kemarin menjemput Chayra dari rumah Dafri dan mengantarnya ke pelabuhan untuk pulang kerumah orang tuanya. Karena.. Chayra tidak punya nyali untuk berkata langsung ke Dafri, dan aku rasa pun Dafri juga gak akan tega menceraikan dia tiba - tiba saat itu. Jadi ya.. Aku buat saja rencana seolah - olah Chayra yang kabur dari rumah, biar Dafri berpikiran bahwa Chayralah yang memang ingin pergi darinya. Begitulah Ma, ceritanya. Tapi, aku mintak tolong Mama rahasiakan ini dari Dafri ya? Karena kalau Dafri tahu aku yang menyuruh Chayra pergi, Dafri pasti akan marah sama aku." jelas Clarissa dengan antusias.

__ADS_1


"Ya.. Ya.. Ya.. Mama tidak mungkinlah membongkarnya ke Dafri, Sayang. Kamu tenang saja. Tapi yang Mama herankan, kenapa Chayra mau saja ya mengalah dan mengikuti kemauan kamu, Clarissa?" tanya Siska dengan mengerutkan keningnya.


"Ya.. Mungkin dia cukup sadar diri Ma, akan posisi dia yang saat ini tidak dicintai oleh Dafri, mereka menikahnyakan karena dijodohkan. Dan Chayra mungkin juga gak enak dengan aku makanya dia bersedia mengikuti apa yang aku suruh." jelas Clarissa lagi.


"Aku juga sudah beri Chayra sejumlah uang, Ya.. Ibarat kata sebagai ganti rugi gitu Ma, dan di menerimanya. Wajar juga sih menurut aku, karena dia memang berasal dari keluarga yang kurang mampu" lanjut Clarissa lagi.


"Tapi, bagaimana kalau seandainya Chayra sudah mulai mencintai Dafri? Bukankah itu akan menyakiti hatinya?" tanya Siska lagi dan pertanyaannya kali ini membuat Clarissa sedikit tersentak.


"Ngak lah, Ma. Chayra gak mungkin mencintai Dafri." elak Clarissa dengan menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Ya mungkin saja, Clarissa. Tapi, ya sudahlah.. Yang jelas sekarang Chayra tidak ada lagi diantara kalian berdua. Itu yang terpenting." ucap Siska lagi lalu tersenyum lebar.


"Iya, Ma. Oya, terimakasih ya Ma.. Karena sudah mengizinkan aku untuk menikah dengan Dafri." ujar Clarissa lalu memeluk Mamanya dengan erat.


"Iya, Sama - Sama sayang. Yang terpenting bagi Mama adalah kebahagiaan kamu." sahut Siska.


Merekapun saling berpelukan, dan tanpa mereka sadari bahwa sejak tadi dibalik pintu ruang tamu yang tidak tertutup rapat itu, ada seseorang yang sudah berdiri disana. Dan seseorang itu sudah dapat dipastikan, bahwa ia mendengar semua pembicaraan Clarissa dengan Mamanya...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


.


.


__ADS_2