
"Hei, Kalian.. !! Berani - beraninya ganggu istri saya!!" Bentak Dafri dengan suara yang keras. Wajah Dafri berubah seketika menjadi sangat garang, 2 laki - laki itu lalu berjalan mundur perlahan - lahan seraya meminta maaf.
"Maaf.. Maaf Bang, saya tidak tahu dia istri abang." ucap lelaki yang memegang Chayra tadi dengan wajah yang takut.
"Brengsek..!!" desis Dafri dengan melotot marah. Kemudian Dafri mendekati lelaki itu hendak memukulnya, namun Dua laki - laki itu langsung berlari kencang menjauh dari sana. Setelah dua lelaki itu pergi, Dafri kembali menghampiri Chayra.
"Kamu gak apa - apa, Chayra?" tanya Dafri seraya memegang lembut lengan istrinya itu. Chayra hanya menggelengkan kepalanya. Badannya masih bergetar hebat, begitu juga jantungnya yang masih berdetak dengan kencang.
"Ayo kita kembali ke villa." kata Dafri kemudian menarik tangan Chayra menuju ke villa mereka. Chayra hanya bisa pasrah dan membiarkan Dafri memegang tangannya.
"Kamu kenapa diam aja Chayra? Sudah tahu laki - laki itu mau melecehkan kamu, kenapa gak teriak? kalau aku gak datang, bagaimana nasib kamu? Kamu pasrah aja gitu di apa - apain dengan mereka itu ha?" Dafri mengomeli Chayra setelah mereka sampai di Villa.
"Lagi pula kenapa kamu main sampai sejauh itu? Ini sudah menjelang maghrib dan tentu saja di pantai mulai sepi. Seharusnya kamu lebih waspada dengan keselamatan kamu, Chayra. Jangan terlalu lengah. Ini tempat baru bagi kamu." Dafri masih terus - terusan memarahi Chayra. Sedangkan Chayra yang saat itu duduk di sofa, hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya.
"Kurang ajar sekali mereka itu, kalau jumpa sekali lagi. Pasti aku hajar mereka." desis Dafri dengan geram. Chayra mengangkat kepalanya dan melihat wajah Dafri yang masih diselimuti rasa marah. Chayra menjadi merasa tidak enak karena sudah membuat Dafri merisaukannya.
"Dafri.. Aku minta maaf karena sudah membuat kamu jadi emosi dan marah seperti ini." kata Chayra akhirnya dengan merasa tidak enak.
"Lain kali kamu harus lebih berhati - hati lagi. Karena bagaimanapun, aku tetap bertanggung jawab terhadap kamu Chayra. Kamu itu sudah menjadi istri sah aku, dan aku berkewajiban untuk melindungi kamu. Mulai besok, kamu jangan pergi jauh - jauh lagi tanpa aku." tekan Dafri dengan suara yang tegas.
"Iya, Dafri." lirih Chayra seraya menganggukkan kepalanya. Walaupun Dafri memarahinya dengan suara yang keras seperti itu, namun tidak membuat Chayra sama sekali merasa tersinggung ataupun sakit hati. Malahan sebaliknya, hatinya sedikit tersentuh.. Ia mulai merasakan suaminya itu mulai mempedulikan dirinya. Entah itu hanya perasaannya saja ataukah memang seperti itu kenyataannya. Namun, Chayra tidak berani berharap lebih. Ia harus berpikiran logis, tentu saja Dafri tidak ingin terjadi sesuatu ke Chayra karena jika itu terjadi pasti akan membuat orang tuanya dan juga orang tua Chayra marah dan kecewa.
"Ya sudah, kamu masuklah kekamar. Istirahat dan tidur" kata Dafri dan kemudian lelaki itu beranjak menuju ke dapur untuk mengambil minuman.
__ADS_1
Chayra tidak langsung keatas, ia malah menyusul Dafri kedapur.
"Ngapain kesini?" tanya Dafri ketika melihat Cahyra mengikutinya juga ke dapur.
"Ee.. Gak, aku.. Aku cuman mau bilang terimakasih karena kamu sudah tolongin aku dari laki - laki jahat tadi itu." jawab Chayra dengan sedikit gelagapan. Karena ia tidak tahan melihat tatapan Dafri yang masih terlihat kesal dan marah itu.
"Iya, sama - sama." jawab Dafri lalu kemudian menuju ke kamarnya. Dan akhirnya, Dafri duluan masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan Chayra yang masih berdiri mematung didekat dapur.
...💘💘💘💘...
Bunyi alarm pada handphone Chayra membangunkan gadis itu dari tidur lelapnya. Chayra melirik jam dari layar hpnya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 5.20 subuh.
Chayra menguap beberapa kali sebelum akhirnya ia bangkit lalu menuju toilet untuk mandi dan setelah itu mengambil wudhu.
Beberapa saat kemudian, Chayra turun kebawah dan langsung menuju dapur. Ia buka kulkas dan ternyata sudah ada beberapa bahan makanan didalamnya. Sudah dapat dipastikan bahwa Dafrilah yang sudah membeli bahan tersebut tadi malam, maka dengan semangat Chayra langsung saja mengolah bahan - bahan makanan tersebut.
Selang beberapa menit kemudian, Dafri keluar dari kamarnya dengan sudah berpakaian rapi. Dafri terlihat sangat tampan dengan kaos hitam yang ia gunakan, dan tercium khas aroma parfum cowok dari tubuh lelaki itu yang membuat Chayra sedikit terpana. Namun, ia segera sadar dari keterpanaannya itu dan kemudian melanjutkan aktifitasnya didapur.
"Kamu masak apa?" tanya Dafri yang kini sudah duduk manis diruang makan.
"Masak nasi goreng, Dafri." sahut Chayra tanpa menoleh kebelakang.
"Kamu mau minum apa? Teh atau Kopi?" tanya Chayra dengan menawarkan minum ke suaminya itu.
__ADS_1
"Kopi aja" jawab Dafri. Beberapa menit kemudian, Chayrapun sudah selesai membuat nasi gorengnya lalu meletakkan kopi berserta nasi goreng buatannya didepan Dafri.
"Alhamdulillah, selesai Dafri.. !! Ini nasi goreng spesial untuk kamu. Semoga suka ya!" kata Chayra seraya tersenyum dengan lebar.
"Oke, terimakasih. Aku cobain ya," kata Dafri lalu mulai mencicipi nasi goreng tersebut. Chayra yang sudah duduk didepan Dafri, menunggu respon dari Dafri dengan sedikit was - was. Ia merasa takut jika masakannya tidak enak.
"Bagaimana rasanya??" tanya Chayra setelah Dafri mencicipi sedikit nasi goreng buatannya.
"Hhhmmm..." Dafri tampak berpikir panjang, sedangkan Chayra menunggunya dengan hati yang was - was.
"Lumayan." jawab Dafri lalu melanjutkan makanannya dengan lahap. Chayra hanya bisa menghela nafas dengan berat. Meskipun Dafri mengatakan lumayan, namun Chayra seakan tidak puas dengan jawabannya itu. Padahal.. Chayra berharap Dafri memuji masakannya yang terkenal memang enak. Sudah banyak orang yang memujinya seperti itu.
"Kamu gak makan sekalian?" tanya Dafri dengan memandang Chayra sekilas.
"Iya, ini mau makan juga." jawab Chayra lalu mencicipi masakannya sendiri dengan perlahan lahan. Setelah itu, Chayra melihat Dafri sudah menghabiskan nasi goreng itu semuanya, tanpa bersisa sedikitpun. Bahkan, Dafri menambah lagi satu sendok besar dan memasukkan dalam piringnya. Chayra lalu tersenyum lebar, melihat itu iapun yakin Dafri pasti ketagihan dengan nasi goreng buatannya yang memang sangat lezat sekali.
...💟💟💟💟...
BERSAMBUNG...
.
.
__ADS_1