Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 45


__ADS_3

"Aduuhhh..." rintih Chayra seraya memegang bagian perutnya yang terasa sangat nyeri.


"Aku dimana?" tanya Chayra ketika matanya menyelusuri ruangan yang serba putih tersebut. Dan kemudian, Chayra mencoba mengangkat badannya namun rasa nyeri dibagian perutnya semakin kuat saat ia mencoba bergerak.


"Chayra..." panggil Dafri yang baru saja keluar dari kamar mandi lalu bergegas menghampiri istrinya tersebut.


"Kamu jangan banyak bergerak dulu ya sayang," kata Dafri kemudian membantu membaringkan tubuh Chayra kembali ketempat tidurnya.


"Dafri, aku kenapa ya? Ini dirumah sakit kan? Kenapa aku ada disini? Apa yang terjadi, Dafri?" tanya Chayra yang kesadarannya belum pulih dengan sempurna.


"Iya, Chayra. Kamu sekarang lagi dirawat dirumah sakit." jawab Dafri seraya mengelus - elus dahi Chayra.


"Tapi, Apa yang terjadi sama aku Dafri?" tanya Chayra yang masih bingung, ia kemudian mencoba mengingat - ingat apa yang telah terjadi. Namun, otaknya seakan tidak mampu untuk diajak berpikir saat itu. Sehingga membuat kepalanya pun jadi ikutan sakit, Chayra lalu memegang kepalanya yang terasa sakit tersebut.


"Chayra, tenang dulu ya. Kamu jangan banyak bergerak dan berpikir dulu. Nantik aku jelaskan sama kamu pelan - pelan, sekarang aku mau panggil dokter untuk memeriksa keadaan kamu. Oke? Tunggu sebentar ya sayang." kata Dafri dan kemudian bergegas keluar dari ruangan rawatan Chayra untuk memanggil dokter.


Setelah itu, tidak beberapa lama kemudian Dafripun datang kembali bersama dokter dan juga seorang perawat.


Dokter langsung saja memeriksa bagian perut Chayra yang sudah diperban. Bersama perawat, ia membuka perban tersebut dengan pelan - pelan. Chayra hanya bisa meringis menahan rasa sakit pada bagian samping perutnya itu.


"Bekas luka tusukannya memang agak dalam Dafri, jadi untuk beberapa hari kedepan kemungkinan istri kamu akan merasakan sakit dan nyeri apalagi jika banyak bergerak. Tapi, nantik aku akan tetap memberikan pengobatan yang terbaik untuk istri kamu, mudahan - mudahan luka bagian dalamnya cepat membaik. Dan aku sarankan istri kamu untuk dirawat selama 3 hari kedepan dirumah sakit, agar bisa ditangani lebih lanjut lagi." jelas Dokter Rey yang merupakan teman dekat Dafri juga dirumah sakit tersebut.


Mendengar penjelasan Dokter Rey trsebut membuat mata Chayra langsung terbelalak kaget.


"Luka tusukkan?" tanya Chayra yang sama sekali tidak tahu apa yang terjadi terhadap dirinya. Seingat Chayra saat itu ia berada didalam toilet dan kemudian berhenti sejenak untuk berkaca, namun Chayra ingat ada seseorang yang memukul pundaknya dari belakang. Chayra langsung membalikkan badannya dan setelah itu Chayra tidak ingat apa - apa lagi.


"Dafrii.. Apa maksudnya dengan luka tusukkan ini?" karena Dokter Rey tidak kunjung menjawab pertanyaan dari Chayra, maka Chayrapun bertanya kepada Dafri.


"Iya, Sayang. Malam tadi, Ada orang jahat yang mencelakai kamu, aku menemui kamu sudah terbaring didalam toilet dengan berlumuran darah. Dan ternyata, perut kamu ditusuk benda tajam oleh orang itu." jelas Dafri ke Chayra.


"Ya Allah.." desis Chayra serata menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Siapa yang melakukan ini, Dafri?" tanya Chayra setengah merintih. Karena Chayra merasa dia tidak pernah punya musuh, atau apa jangan - jangan orang itu hendak merampok dirinya. Chayra berpikir didalam hatinya.


"Aku juga tidak tahu sayang, sekarang kasus penusukkan ini sudah ditangani oleh polisi. Kamu tenang saja ya, aku akan berusaha mencari tahu siapa pelaku jahanam itu." kata Dafri dengan geram.


"Apa mungkin dia mau merampok aku, Dafri?" tanya Chayra menduga - duga.


"Tidak Chayra, karena barang - barang kamu gak diambilnya sama sekali. Handphone, dompet dan perhiasan kamu tetap utuh. Ini sepertinya bukan motif perampokan." kata Dafri memberi kesimpulan.


"Kalau gak motif perampokan, lalu apa Dafri? Apa alasan orang itu menusuk aku?" tanya Chayra dengan setengah panik.


"Sayang, Chayra.. Kamu jangan cemas ya. Aku akan cari tahu secepatnya siapa orang itu. Sekarang ini, Yang terpenting.. kita fokus dengan kesembuhan kamu dulu ya. Kamu jangan banyak pikir yang macam - macam ya sayang." kata Dafri dengan berusaha menenangkan perasaan Chayra yang tengah galau. Chayra hanya mengiyakan saja meskipun didalam hati ia masih bertanya - tanya siapakah orang yang telah tega menusuknya?


Setelah memeriksa keadaan Chayra, Dokter Rey pun pamit keluar dan diikuti oleh perawat yang datang bersamanya tadi.


...💕💕💕💕...


Keesokan harinya, seorang polisi datang untuk menyelidiki dan bertanya ke Chayra tentang orang yang menusuknya secara tiba - tiba kemari itu.


"Apakah saudari Chayra ingat bagaimana wajah ataupun ciri - ciri orang yang telah menusuk Anda?" tanya polisi tersebut dengan menginterogasi. Sedangkan Dafri masih tetap setia berada disebelah Chayra.


Setahu Chayra sebelumnya tidak ada siapapun didalam kamar mandi waktu itu selain dirinya, namun tiba - tiba saja dari arah luar ia mendengar langkah kaki yang seperti buru - buru akan masuk kedalam. Dan dengan cepat seseorang itu masuk dan memukul pundaknya, Chayra yang sedang membelakanginya lantas saja langsung menoleh dan.. Ketika itu pula ia melihat seorang lelaki berpakaian serba hitam sudah berdiri di depannya. Belum sempat Chayra mengeluarkan suaranya untuk bertanya, lelaki itu sudah menempatkan benda tajam tersebut diperutnya. Setelah itu, Chayra pun tidak ingat apa - apa lagi.


Chayra menceritakan apa yang ia ingat barusan kepada polisi yang menyelidiki kasus ini.


"Berarti pelakunya seorang laki - laki ya. Terus.. apakah Anda bisa jelaskan bagaimana wajahnya?" tanya Polisi itu lagi.


"Saya gak bisa lihat jelas wajahnya Pak, karena.. Pada saat itu dia sedang menunduk dan dia juga seperti menutupi wajahnya dengan topi yang ia gunakan, ditambah lagi lampu di toilet saat itu tidak begitu terang. Jadi saya gak bisa menjelaskan secara detil bagaimana persisnya wajah pelakunya." kata Chayra dengan melihat kearah pak Polisi dan juga Dafri secara bergantian.


Setelah selesai polisi itu bertanya kepada Chayra, ia pun pamit keluar dan berjanji akan menyelidiki lebih lanjut lagi.


"Sayang.. Bagaimana keadaan kamu hari ini? Lukanya masih sangat sakit ya?' tanya Dafri dengan penuh perhatian.

__ADS_1


"Iyaa.. Masih ngilu kalau dibawa bergerak, sayang. Jadinya aku gak bisa ngapa - ngapain padahal aku suntuk juga jika harus baring seperti ini terus," keluh Chayra dengan raut wajah sayunya itu.


"Kamu yang sabar sayang ya. InshaAllah kamu pasti akan sembuh. Kamu ikuti saja saran dari dokter, oke?" kata Dafri seraya kembali mengelus - elus lembut dahi Chayra. Chayra hanya tersenyum dengan rasa bahagia karena telah mendapatkan perhatian penuh dari suaminya itu.


Beberapa jam kemudian, Chayrapun merasa ngantuk karena mungkin pengaruh obat yang membuat dia langsung tertidur. Setelah memastikan Chayra tidur, Dafripun keluar sebentar untuk mencari makanan. Dan sebelumnya ia sudah menitipkan Chayra kepada perawat jaga siang itu.


Saat diperjalanan menuju kantin rumah sakit, tiba - tiba saja dari arah belakang ada seseorang yang menyentuh lengannya. Dafri langsung menghentikan langkah kakinya dan kemudian ia melihat kebelakang. Dan betapa kagetnya ia setelah tahu siapa manusia yang telah menghentikan langkahnya tersebut.


"Clarissa...??" ujar Dafri dengan ekspresi kaget nya itu melihat Clarissa sudah berdiri dibelakangnya.


"Iya, Ini Aku Daf..." kata Clarissa dengan sebuah senyuman tipis tergambar diwajahnya.


"Ngapain kamu ada disini?" tanya Dafri seraya melepaskan tangan Clarissa yang masih memegang lengannya.


"Boleh aku bicara sama kamu sebentar saja, Daf?" tanya Clarissa dengan setengah memohon.


"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, Clarissa." tolak Dafri dan kemudian berlalu dari sana. Namun, Clarissa malah kembali menarik tangan Dafri.


"Aku mohon Dafri... Sebentar saja." ucap Clarissa masih dengan memohon.


"Clarissa.. Kita sudah tidak punya hubungan apa - apa lagi, jadi aku mintak tolong kamu jangan menghubungi aku ataupun nekat mencari aku sampai kesini." tekan Dafri ke Clarissa.


"Tapi, Dafrii... Aku kesini bukan hanya ingin bertemu sama kamu. Aku.. Aku juga ingin menjenguk Chayra." kata Clarissa. Mendengar perkataan Clarissa barusan itu, membuat Dafri langsung menatapnya dengan curiga.


"Bagaimana kamu tahu Chayra dirawat disini?" tanya Dafri dengan penuh selidik. Clarissa langsung terdiam.


...💜💜💜💜...


BERSAMBUNG...


"JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA, TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA..."

__ADS_1


..


..


__ADS_2