Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
Eps 21 // PERUBAHAN SIKAP CLARISSA


__ADS_3

Chayra menangkap sesuatu yang berbeda pada diri Clarissa beberapa hari belakangan ini. Wanita itu tidak seperti biasanya yang bersikap baik dan berbicara dengan suara yang lembut terhadap Chayra. Tapi, kali ini dia seakan menampakkan sifatnya yang sebenarnya. Apakah memang seperti itu sifatnya atau mungkin dia yang sudah kehabisan kesabaran melihat kebersamaan Dafri dan Chayra beberapa hari ini.


Ditambah lagi Clarissa yang terang - terangan menuduh dan mengatakan Chayra yang mencari kesempatan dalam kesempitan, Chayra yang mencari celah untuk mendekatkan diri ke Dafri disaat lelaki itu didalam keterpurukan.


"Kamu jangan mencari kesempatan ya Chayra, Jangan pernah berpikiran bisa mengambil hati Dafri dengan kamu yang berpura - pura peduli terhadap kesedihan dia." kata Clarissa yang masih saja salah sangka dengan kepedulian yang Chayra tunjukkan tersebut.


Satu hal lagi yang membuat Chayra tidak habis pikir, dimana Clarissa yang tega mengatakan jika terjadi sesuatu kepada Mama Dina, dia meminta Chayra untuk pergi meninggalkan Dafri.


"Kamu harus gugat cerai Dafri, jika tidak.. pergi jauh dan menghilang darinya agar Dafri yang akhirnya menceraikan kamu..!!" tegas Clarissa lagi dengan tatapan sinisnya itu memandang Chayra.


Bisa - bisanya ia berpikiran seperti itu. Bukannya mendoakan yang baik - baik untuk kesembuhan Mama Dina, malahan dia berharap terjadi sesuatu ke Mama Dina agar tidak ada lagi penghalang hubungannya dengan Dafri.


Maka apalagi yang bisa Chayra lakukan selain mengiyakan saja semua permintaan Clarissa tersebut. Karena jika ia menolak atau menyanggahnya ia yakin Clarissa akan semakin menyudutkan Chayra dan beranggapan Chayra yang ingin merebut Dafri darinya.


"Kamu pulang aja kerumah, Chayra. Sekarang giliran aku yang menemani Dafri disini." kata Clarissa sebelum ia beranjak dari sana.


"Iya, tapi aku beritahu Dafri dulu." kata Chayra dan kemudian hendak menelpon Dafri.


"Gak usah, biar aku yang beritahu Dafri nanti." kata Clarissa.


Setelah itu, Clarissa pun pergi dari sana dan kembali ketempat Dafri.


"Mana Chayra?" tanya Dafri setelah Clarissa datang kembali seorang diri. Padahal setahu Dafri, Clarissa bermaksud untuk mengajak Chayra kembali ketempat mereka.


"Chayra pulang kerumah, katanya dia suntuk dirumah sakit terus. Gak bisa tidur dengan nyaman jadi dia mau berisitirahat dulu dirumah, Dafri." jawab Calrissa dengan mengada - ngada. Padahal Chayra sama sekali tidak berkata seperti itu.


"Oh ya? Tapi, kenapa dia tidak memberitahu aku langsung?" tanya Dafri dan kemudian memeriksa ponselnya.


"Hhmmm... Entah ya Dafri, mungkin Chayra merasa gak penting harus memberitahu kamu." kata Clarissa kembali berkata yang tidak - tidak tentang Chayra.


"Tapi, sudahlah Dafri. Dia kan sudah beritahu ke aku. Jadi, apa bedanya? Oya, bagaimana keadaan Mama kamu?" tanya Clarissa yang berusaha mengalihkan fokus Dafri yang tampaknya ingin menghubungi Chayra.


"Masih sama, Sayang. Belum ada perubahan apa - apa.." jawab Dafri dengan wajah yang sedih.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya Dafri, aku yakin Mama kamu pasti akan sadar dan sembuh seperti sedia kala." kata Clarissa lalu tersenyum dengan lebar.


"Ya.. Semoga saja," sahut Dafri dan kemudian berdoa didalam hatinya dengan tiada henti.


...💞💞💞💞...


Malam itu Dafri kembali menginap dirumah sakit, dan kali ini ditemani oleh Clarissa. Ketika itu pula Clarissa bertemu dengan Papa dan juga adiknya Dafri. Tentu saja melihat kehadiran Clarissa disana menimbulkan tanda tanya yang besar dibenak Argantara. Namun, Argantara seakan mengerti. Hal itu dibuktikan dengan ia yang tidak banyak bertanya dan menyinggung maksud kedatangan Clarissa, malahan Argantara menyapa Clarissa dengan ramah serta mengajaknya mengobrol dengan hangat.


Seperti yang sudah dikatakan oleh Clarissa ke Chayra tentang Argantara yang sama sekali tidak pernah menentang hubungan mereka, ternyata benar adanya. Malahan sebelumnya Argantara sudah menganggap Clarissa sebagi anaknya sendiri, sebab Clarissa yang pandai mengambil hati Argantara melalui ucapan dan tingkah lakunya.


"Dafri, mana Chayra?" tanya Argantara yang baru sadar bahwa tidak melihat Chayra diantara mereka berdua.


"Chayra.. Pulang kerumah, Om." bukannya Dafri yang menjawab, malahan dengan cepat Clarissa menjawab pertanyaan dari Argantara.


"Pulang??" Argantara kembali mengulang jawaban dari Clarissa.


"Iya, Pa. Chayra malam ini istirahat dan tidur dirumah." kata Dafri akhirnya.


"Dika tadi dari rumah, tapi Dika gak ada lihat kak Chayra dirumah." tiba - tiba Dika menimpali.


"Yakinlah, yang ada cuman buk Asih. Kalau gak percaya, coba telpon buk Asih. Untuk memastikannya, Bang." usul Dika.


Dafri kemudian mengambil ponsel dari saku celananya, ia bermaksud untuk menghubungi Chayra. Entah kenapa rasa khawatir menguasai dirinya ketika tahu bahwa Chayra tidak berada dirumah.


"Ee.. Dafri, Selagi Papa ada disini. Ada baiknya kita cari makan dulu. Aku sudah lapar nih." kata Clarissa dengan memegang lengan Dafri seolah - olah ia sedang mengalihkan niat Dafri untuk menelpon Chayra.


"Jadi kalian belum makan malam ya? Ya sudah, Dafri... Lebih baik kamu ajak Clarissa makan sekarang, biar Papa dan Dika yang menunggu Mama disini." suruh Argantara. Dafri mengiyakan dan beberapa saat kemudian turun kebawah untuk mencari makanan.


Clarissa mengajak Dafri untuk mencari makanan diluar rumah sakit, awalnya Dafri tidak mau namun karena Clarissa agak memaksa dan akhirnya Dafri pun mengikuti kemauan kekasihnya itu.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di sebuah restoran mewah. Clarissa tampak memesan makanan dengan antusias, melihat Chayra yang sibuk memesan makanan maka Dafri pun mencuri - curi kesempatan untuk mengirim pesan singkat ke Chayra.


'Chayra, kamu dimana? Kamu sudah dirumah kan??'

__ADS_1


Dafri mengirim pesan singkat tersebut. Ia menatap layar handphonenya dan berharap Chayra segera membalas pesan singkatnya itu. Namun, pesannya belum juga dibuka oleh Chayra.


"Daf, Dafri...??" Clarissa memanggil Dafri yang ia lihat sedang menunduk.


"Dafri...Kamu lagi apa sih?" kali ini Clarissa lebih membesarkan suaranya sehingga Dafripun tersadar dan kemudian mengangkat wajahnya.


"Iya, Maaf Clarissa. Kenapa?" tanya Dafri dengan wajah datar.


"Kamu mau pesan makan apa?" tanya Clarissa.


"Sama saja dengan apa yang kamu pesan." jawab Dafri dan kembali menunduk melihat handphonenya.


"Kamu lagi apa sih, Dafri?? Dari tadi aku perhatikan, kamu fokus sekali melihat handphone kamu. Emang kamu lagi menunggu chat dari siapa?" tanya Clarissa dengan kesal.


"Dari Chayra." jawab Dafri sehingga membuat wajah Clarissa langsung berubah.


"Kenapa dengan Chayra?" tanya Clarissa masih dengan nada yang sama.


"Clarissa, kamu jangan salah paham dulu ya. Aku cuman mau memastikan saja apakah Chayra sudah pulang kerumah atau belum." jelas Dafri karena melihat gelagat Clarissa yang mulai lain.


"Kenapa emangnya kamu harus memastikan dia sudah dirumah atau belum? Terserah dialah mau langsung pulang kerumah atau pergi kemanapun dia mau. Kenapa kamu begitu peduli dan khawatir dengan dia?" tanya Clarissa lagi dengan sinis.


"Clarissa, gak seharusnya kamu berbicara seperti itu. Aku begini karena rasa tanggung jawab aku sama kedua orang tuanya Chayra. Wajar aku khawatir dengan Chayra karena dia masih baru dikota ini, bagaimana jika dia tersesat atau ada sesuatu diluar sana yang membahayakan dia." kata Dafri memberi alasan yang logis.


"Alasan saja." desis Clarissa dengan menyunggingkan senyum getirnya.


"Ya sudahlah, Clarissa. Aku sedang tidak ingin berdebat dengan kamu." kata Dafri akhirnya yang memilih untuk mengalah dan tidak lagi membahas tentang Chayra. Dan Dafripun kembali menyimpan handphonenya. Beberapa saat kemudian, makanan pesanan mereka pun sampai. Dan mereka makan dalam keadaan hening...


...💟💟💟💟...


BERSAMBUNG...


.

__ADS_1


.


__ADS_2