Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 66


__ADS_3

"WOW...Romantisnya,..!! Kalian seperti sepasang kekasih yang sudah bertahun - tahun tidak bertemu saja, sampai - sampai berpelukan seerat dan semesra itu ya." sindir Chayra dan kemudian berjalan mendekati mereka berdua dengan langkah yang gontai.


Dafri dan Chayra yang sudah sadar dari keterkagetannya, langsung saja berdiri dengan wajah yang tegang.


"Clarissa.. Bagaimana keadaan kamu? Sudah agak mendingan?" tanya Dafri yang mencoba mengalihkan suasana yang canggung diantara mereka tersebut.


"Cih, mana mungkin keadaan aku bisa mendingan setelah melihat kalian barusan berpelukan" ungkap Clarissa dengan tersenyum sinis. Ujung matanya yang tajam itu lalu menatap Chayra dengan penuh kebencian. Ditatap seperti itu, membuat Chayra hanya mampu menundukkan wajahnya. Dafri yang tahu arah pandangan Clarissa, langsung kembali mencairkan dan melunakkan hati Clarissa yang sudah mulai panas dan meradang.


"Clarissa, aku antar kamu kekamar lagi ya. Kamu harus banyak istirahat," kata Dafri dan kemudian menarik tangan Clarissa menuju kamarnya. Namun, sedikitpun Clarissa tidak mau beranjak dari sana. Matanya masih memandang Chayra dengan garang.


"Kenapa wanita itu ada di sini?" tanya Clarissa sembari menunjuk kearah Chayra yang masih diam mematung ditempatnya.


"Clarissa, ini rumahnya Chayra juga. Jadi apa salahnya Chayra ada disini. Chayrakan.. Masih istri aku juga," jelas Dafri dengan hati - hati. Dafri merasa ia harus selektif lagi dalam memilah kata - kata agar tidak membuat amarah Clarissa kembali meledak - ledak.


"Apaa?? Tidak.. Tidak.. Dafri.. Wanita ini tidak boleh tinggal disini. Apalagi jadi istri kamu." tegas Clarissa dengan wajahnya yang mulai memerah. Dafri yakin, penyakit Clarissa pasti kambuh lagi.


"Hei, Chayra!! Kamu sadar dirilah. Jangan pernah bermimpi bisa memiliki Dafri. Dasar wanita tak tahu diri." hujat Clarissa dan kemudian dengan gerak cepat langsung saja mendorong tubuh Chayra dengan kuat sehingga wanita itu terjatuh dan terduduk dilantai. Dafri pun kemudian membantu Chayra berdiri dengan memegang lengannya. Melihat itu, membuat Clarissa langsung menjerit histeris.


"Dafri...!!! Jangan sentuh wanita itu, aku bilang jangan..!!" teriak Clarissa dengan menghentak - hentakkan salah satu kakinya kelantai. Dafri hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah Clarissa yang semakin aneh menurutnya. Sedangkan Clarissa masih tetap meracau tak jelas. Dafri kemudian berinisiatif memaksa dan membawa Clarissa keluar dari kamarnya Chayra. Dan sebelumnya, Dafri memberi kode ke Chayra agar mengunci pintu kamarnya. Karena Dafri tidak mau nantiknya Clarissa datang lagi kekamar Chayra dan malah menyerangnya.


Dafri membawa Clarissa kembali kedalam kamarnya. Meskipun dia memberontak dengan penuh emosi, Dafri tetap sabar dan berusaha untuk menenangkannya.


"Clarisaa, tenanglah.. Jangan meracau tak jelas seperti ini. Aku mohon.. Coba tenangkan hati dan pikiran kamu. Jangan buat diri kamu semakin tersiksa dengan luapan emosi yang berlebihan seperti ini. Karena itu semua bisa membuat keadaan kamu semakin memburuk." ujar Dafri dengan menasihati Clarissa.


"Tapi, aku gak mau lihat Chayra ada disini Dafri. Usir dia dari sini. Dia jahat, dia sudah merebut kamu dari aku. Usir dia Dafri..!!" kata Clarissa dengan suaranya yang malah semakin melengking - lengking. Dafri seakan kehabisan cara untuk membuat Clarissa agar bisa tenang dan tidak lagi berteriak - teriak seperti itu.


Namun, sepertinya sia - sia. Clarissa masih tetap saja berbicara dengan berteriak - teriak dan kali ini perkataan yang keluar dari mulutnya terdengar aneh dan ngawur. Dafri benar - benar perhatikan raut wajah wanita itu yang mulai berubah, sorot matanya terlihat kosong dan perlahan - lahan bibirnya malah menyunggingkan sebuah senyuman yang tampak aneh bagi Dafri. Entahlah.. Dafri tidak mengerti apa yang terjadi sekarang ini terhadap wanita itu. Apakah sudah separah ini gangguan mentalnya Clarissa? Sehingga.. Menurutnya hampir mendekati ke gangguan jiwa?

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, akhirnya Clarissa kelelahan sendiri. Ia terduduk lemas dibawah ranjang dengan melonjorkan kakinya. Mulutnya masih terlihat komat - kamit, entah apa yang ia ucapkan. Karena tidak begitu jelas terdengar ditelinga Dafri yang memang berada agak jauh dari tempat Clarissa saat ini. Setelah itu, Dafripun mendekati Clarissa dan jongkok didepan wanita itu.


"Sudah marah - marahnya?" tanya Dafri dengan menatap erat wajah sayunya Clarissa.


"Sudah." jawab Clarissa seraya menganggukkan kepalanya.


"Sekarang kamu Minum obat ini ya, Clarissa?" ucap Dafri dengan menyodorkan sebuah obat tablet berukuran kecil kepada Clarissa.


"Obat apa ini?" Clarissa bertanya dengan bingung.


"Ini obat untuk ketenangan hati dan jiwa kamu, Clarissa." jawab Dafri seraya tersenyum manis.


Cukup lama Clarissa menatap obat berukuran kecil tersebut, setelah itu ia menatap Dafri yang masih jongkok didepannya.


"Kamu peduli sama aku, Daf?" tanyanya dengan sudah berlinangan air mata.


...💓💓💓💓...


Malam hari, saat Dafri ada pasien dirumah sakit, dan dirumah cuman tinggal bik Asih, Chayra dan Clarissa sedangkan Argantara ada kerjaan diluar kota sedangkan Dika menginap dirumah temannya.


Chayra yang suntuk dikamar akhirnya keluar dari kamarnya. Padahal Dafri sudah mewanti - wanti Chayra agar tidak keluar kamar jika tidak ada dirinya dirumah karena lelaki itu tidak ingin Chayra bertemu dengan Clarissa dan yang ujung - ujunganya akan ribut lagi. Namun, Chayra nekat keluar karena selain perutnya keroncongan, Chayra juga yakin bahwa Clarissa sudah tidur dan tidak mungkin mereka berpapasan dibawah sana.


Sesampainya di dapur, Chayra bergegas mengambil makanan sebutuhnya saja untuk dibawa kedalam kamarnya. Chayra akan memakannya dikamar, karena lebih aman pikirnya.


Setelah rasa cukup, maka Chayrapun bergegas kembali naik keatas kamarnya. Namun, Naas.. Saat dipertengahan tangga ia malah melihat Clarissa yang keluar dari kamarnya. Chayra tak bisa berkutik dan menghindar lagi tatkala Clarissa sudah menatapnya dengan tatapan liar. Chayra hanya bisa menelan ludahnya dengan jantung yang mulai berdebar kencang. Karena tidak dipungkiri, melihat gelagat aneh Clarissa yang meledak - ledak kemarin itu, sebenarnya mampu membuat Chayra menjadi takut.


Clarissa jalan perlahan - lahan mendekati Chayra yang masih tak bergeming sedikitpun di tengah tangga itu.

__ADS_1


"Masih ada nyali kamu untuk tetap tinggal dirumah ini ya Chayra?" ucapnya dengan lantang.


"Gak tahu diri kamu itu, kamu pikir Dafri benar - benar mencintai kamu ha? Dafri itu cuman mencintai aku, selama ini kamu sudah tertipu oleh dia tahu?" lanjut Clarissa lagi dengan melotot marah.


"Clarissa, maaf aku gak ingin berdebat sama kamu. Permisi..!" ucap Chayra dan kemudian buru - buru menuju kamarnya, namun Clarissa dengan cepat langsung menahan lengan Chayra dengan kasar.


"AKU BELUM SELESAI NGOMONG, CHAYRA!!!" bentak Clarissa dengan menghentakkan badan dan kakinya. Mendengar bentakan tersebut, membuat Chayra hanya bisa mengelus - elus dadanya.


"Oke Clarissa, jika kamu memang mau ngomong sama aku. Tapi, aku mohon.. Kita bicarakan semuanya dengan baik - baik. Jangan pakai emosi seperti ini, ya?" pinta Chayra dengan melihat Clarissa dengan tatapan teduh.


"Ngak bisa, Chayra! Aku gak bisa bicara baik - baik sama kamu, karena apa kamu tahu ha? Karena aku BENCI SAMA KAMU..!!" kata Clarissa dan lagi - lagi Clarissa mendorong tubuh Chayra dengan kuat hingga Chayrapun jatuh tersungkur dilantai dengan kepalanya sempat terantuk didinding dekat tangga tersebut.


"Aduhh.." Chayra meringis kesakitan memegang bagian kepalanya yang terantuk itu. Melihat Chayra kesakitan seperti itu, membuat Clarissa tertawa dengan keras.


"Aku sudah peringatkan kamu sejak awal kan Chayra? Jangan pernah menggoda Dafri dan membuat dia jatuh cinta sama kamu. Tapi, apa? Kamu sama sekali tidak mengindahkan peringatan aku ini" kata Clarissa yang saat itu sudah jongkok dihadapan Chayra seraya menarik kerudung Chayra dari belakang sehingga membuat kepala Chayra menengadah keatas.


"Clarissa, aku gak pernah sekalipun menggoda Dafri. Aku gak pernah membuat dia jatuh cinta sama aku. Demi Allah, aku gak pernah melakukan itu semua. Tolonglah kamu sedikit saja percaya dengan aku," kata Chayra.


"BOHONG..!!" bentak Clarissa.


"Kamu bohong, Chayra! Sampai kapan pun aku tidak akan percaya dengan mulut manis mu itu." kecam Clarissa dengan tersenyum sinis.


"Aku harus singkirkan kamu, Chayra!" desis Clarissa dengan tatapan liarnya. Chayra langsung berdelik ngeri dengan tatapan dan ucapan Clarissa barusan itu. Dan.. Clarissa langsung saja memindahkan kedua tangannya dari kerudung Chayra menuju kelehernya. Yah, Clarissa mencekik Chayra dengan keras. Chayra langsung memberontak dan berusaha melepaskan diri, namun ternyata tenaga Clarissa lebih kuat dari pada dirinya. Chayra seakan kehabisan nafas, ia panik, tapi tidak bisa berbuat apa - apa. Sedangkan Clarissa semakin kuat mencekiknya seperti orang kesurupan. Chayra hanya bisa memejamkan matanya dan berdoa dalam hati, semoga saja ada seseorang datang untuk menolongnya. Dan beberapa detik kemudian, cekikkan dilehernya Chayrapub mulai melemah sampai akhirnya melonggar dan tangan Clarissa terlepas dari sana. Dan saat Chayra membuka matanya, ternyata Clarissa sudah tumbang dan jatuh pingsan didepannya..


...💦💦💦💦...


BERSAMBUNG..

__ADS_1


.


__ADS_2