Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 52


__ADS_3

Clarissa masih memejamkan matanya, ia seakan sedang menyiapkan diri untuk disembur oleh Dafri. Clarissa pasrah dan yakin setelah ini Dafri akan semakin membenci dirinya.


Tapi, setelah beberapa menit benda itu berputar - puat diperutnya, namun Dafri tidak juga mengeluarkan suara. Hening yang Clarissa rasakan. Karena penasaran, Clarissa pun membuka matanya perlahan - lahan dan saat matanya sudah terbuka, ia langsung menatap Dafri yang sudah tertunduk lesu dan terduduk lemas disana.


"Daf.." panggil Clarissa dengan melihat wajah Dafri yang sudah lain itu.


"Kamu sudah telat berapa minggu?" tanya Dafri dengan wajah datar.


"Telat? Maksudnya telat datang bulan?" tanya Clarissa.


"Iya." sahut Dafri.


Clarissa berfikir sejenak, mencoba mengingat siklus haidnya yang memang tidak teratur beberapa bulan belakangan ini. Clarissa fikir itu biasa karena pengaruh KB pil yang di konsumsi nya.


"Ya kira - kira sudah telat sekitar 10 hari." kata Clarissa setelah selesai menghitungnya.


"Di hasil USG dokter Riki yang kalian tunjukkan kemarin tertulis usia kehamilan kamu sudah 8-9 minggu, tapi.. Disini terbaca usia kehamilan kamu baru 4-5 minggu." jelas Dafri sambil menunjukkan ke layar monitor tersebut. Mendengar penjelasan Dafri tersebut, membuat Clarissa langsung ternganga kaget.


"Tunggu... Tunggu... Apa aku gak salah dengar? Maksud kamu.. Aku benar - benar hamil Daf?" tanya Clarissa dengan ekspresi terkejutnya.


"Kenapa kamu kaget? Oh, Aku tahu.. Awalnya kamu dan Mama kamu berencana untuk berpura - pura hamil kan? Karena jelas sekali usia kehamilannya beda," kata Dafri dan kemudian dengan kesal ia meletakkan benda itu dengan kasar ditempatnya. Lalu Dafripun menuju kemeja praktiknya.


"Dafri, memang aku akui awalnya aku dan Mama sudah berbohong. Tapi, ternyata.. Aku benar - benar hamil, jadi kebohongan ini jadi kenyataan Dafri. Apa bedanya? Aku tetap hamil." kata Clarissa dengan mata yang berbinar - binar. Namun, Dafri langsung membuang mukanya.


"Kamu pulang lah Clarissa, aku ingin sendiri saat ini." tanpa menanggapi ucapan wanita itu, Dafripun mengusir Clarissa dengan menyuruhnya untuk pulang.


"Ngak mau, aku mau diantar sama aku. Aku gak mau pulang sendiri." tolak Clarissa dengan pandangan protesnya.


"Jangan manja kamu, aku bantu pesankan kamu taksi. Kamu tunggu saja dibawah." kata Dafri. Karena Clarissa tidak juga beranjak dari sana maka Dafripun menarik tangan Clarissa sampai didepan pintu.


"Biarkan aku berpikir dulu. Kamu pulang lah." kata Dafri dan kemudian menutup pintu ruang praktiknya dengan kencang. Clarissa hanya bisa merenggut dengan hati yang sangat kesal.


Sedangkan didalam ruangannya, pikiran Dafri kembali kusut. Ia sungguh dilema, dengan apa yang harus ia perbuat?

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku katakan ke Chayra?" lirih Dafri dengan menarik - narik rambutnya sendiri.


Setelah agak lama juga dia berdiam diri didalam ruangannya, maka Dafri memutuskan untuk pulang walaupun dia belum menemukan jalan keluar terbaik untuk permasalahannya saat ini.


Sesampainya dirumah, Chayra menyambut Dafri didepan pintu kamar dengan senyuman ikhlasnya. Melihat senyum tulus yang diberikan oleh istrinya itu, membuat Dafri tidak sampai hati jika harus menyakiti Chayra dengan menikahi Clarissa lagi.


"Dafri, kamu mau makan sekarang? Biar aku siapkan makanannya." kata Chayra dengan menawarkan Dafri untuk makan. Ia tidak langsung menagih Dafri untuk menceritakan apa hasil pemeriksaanya terhadap Clarissa. Chayra dengan sabar menunggu Dafri sendiri yang mmeberitahunya tanpa ditanya.


"Nantik saja Chayra, aku belum lapar." tolak Dafri dengan halus.


"Oke, baiklah. Kalau begitu, aku keluar sebentar boleh?" tanya Chayra dengan meminta izin.


"Kamu mau kemana?" Dafri bertanya.


"Aku mau ke swalayan membeli beberapa kebutuhan aku yang kebetulan sudah habis." jawab Chayra dan kemudian siap - siap menggunakan kerudungnya.


"Aku temanin kamu ya" kata Dafri. Chayra sebenarnya ingin menolaknya dan menyuruh Dafri untuk tetap dirumah saja beristirahat namun ternyata Dafri sudah berdiri dan malahan dengan cepat berjalan menuju ke depan pintu kamar.


Saat diperjalanan menuju swalayan, mereka hanya saling diam. Chayra masih menunggu Dafri untuk bercerita tentang hasil USG Clarissa tadi. Sebenarnya, dengan diamnya Dafri ini sudah cukup bagi Chayra menjadikannya sebagai jawaban bahwa Clarissa benar - benar hamil. Karena jika hasilnya tidak, Pasti Dafri sudah memberitahunya diawal saat ia pulang. Namun, Chayra tetap ingin tahu jawaban pasti dari Dafri. Apapun itu, walaupun pahit harus tetap ia telan bulat - bulat.


Dafri yang sejak tadi melamun dengan pikirannya melayang entah kemana, agak tersentak dengan pertanyaan Chayra yang tiba - tiba itu. Namun, Dafri tidak langsung menjawabnya, ia tampak mengarahkan mobilnya kepinggir jalan dan kemudian memberhentikannya disana.


Setelah mobil berhenti, Dafri yang pandangannya masih menatap lurus kedepan lantas menarik nafas panjang - panjang sebelum akhirnya ia berujar.


"Chayra... Sayang, Maaf.. Aku tahu apa yang akan aku katakan ini pasti akan membuat hati kamu terluka." lirih Dafri dan kemudian menatap erat wajah Chayra yang mulai terlihat sedih.


"Ngak apa - apa, Dafri. Katakan saja kebenarannya, apa adanya. Aku sudah siap menyiapkan hati aku sejak semalam, jadi kamu jangan khawatir." kata Chayra dengan mencoba untuk tetap memberikan senyuman manisnya ke Dafri.


"Clarissa memang hamil, walaupun awalnya mereka ingin membuat cerita bohong tentang kehamilan itu. Tapi, ternyata.. cerita bohong itu malah menjadi kenyataan. Clarissa benar - benar hamil, Chayra." kata Dafri dengan wajah penuh penyesalan.


"Dan.. Yang paling menyedihkan aku terpaksa harus menikahi dia, karena aku sudah janji dengan Papa jika hasilnya Clarissa benar - benar hamil, aku harus menikahi dia Sayang.." kata Dafri dengan wajah yang sedih.


"Iya, memang itu lah yang harus kamu lakukan." ujar Chyara dengan tetap berusaha tersenyum. Seakan memberikan kekuatan untuk suaminya itu, walaupun dirinya saat ini begitu rapuh.

__ADS_1


"Maafkan aku, Chayra. Aku baru saja ingin membangun kebahagian dengan kamu, tapi.. Aku malah memberikan luka dihati kamu. Maafkan aku." kata Dafri seraya menyentuh lembut wajah Chayra.


"Ngak apa - apa, Dafri. InshaAllah, aku coba ikhlas. Clarissa dan janin yang ada dirahimnya saat ini lebih membutuhkan kamu ditimbang aku." kata Cahyra dengan mata yang berkaca - kaca. Mendengar ucapan ikhlas dari Chayra, membuat Dafri langsung memeluk erat tubuh wanita itu.


...💦💦💦💦...


"Ma.. Ma, Mamaa..." Clarissa masuk kedalam kamar Mamanya denga berteriak sehingga membuat Siska yang tengah bersolek didepan meja riasnya langsung menoleh dengan wajah yang kaget.


"Ada apa sih, Clarissa? Datang - datang bikin kaget Mama saja!" keluh Siska dengan wajah kesalnya.


"Ma, Aku hamil, Ma..!!" seru Clarissa dengan wajah bahagianya sembari memegang tangan Mamanya dengan kuat.


"Iya, Hamil pura - pura." ketus Siska dan kemudian menepis tangan Clarissa yang berada dilengannya dan setelah itu iapun melanjutkan kembali aktifitas bersoleknya yang sempat tertunda.


"Ma, ini bukan pura - pura lagi. Tapi, aku benaran hamil Ma.." kata Clarissa dan kali ini ia membalikkan badan Mamanya agar melihat kearahnya.


"Benaran Hamil bagaimana maksudnya kamu?" tanya Siska dengan heran. Dan Clarissapun langsung menceritakan kronologis yang terjadi barusan itu.


"Jadi Dafri melakukan USG Ke kamu, dan hasilnya kamu memang hamil?" tanya Siska setelah Clarissa selesai menceritakannya. Siska terlihat kaget sekaligus senang dengan kenyataan itu. Clarissa hanya mengangguk dengan mantap.


"Wowww... Kamu memang sudah ditakdirkan untuk kembali lagi dengan Dafri, Clarissa. Dan sekarang kita gak perlu repot - repot berbohong karena kenyataannya... Kamu memang hamil." kata Siska dengan bersorak bahagia.


"Jadi, bagaimana? Kapan Dafri akan menikahi kamu, sayang?" tanya Siska lagi.


"Secepatnya, Ma. Aku yakin sebentar lagi dia pasti akan mengabari aku. Kita lihat saja nantik." kata Clarissa dengan yakin.


"Ya, Mama juga yakin. Dan kalau bisa, kita juga harus singkirkan si Chayra itu," kata Siska dengan geram. Sedangkan Clarissa menanggapinya dengan tersenyum tipis.


...💓💓💓💓...


BERSAMBUNG...


"TERIMAKASIH SUDAH MENGIKUTI ALUR CERITA SAYA, DAN JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA.."

__ADS_1


.


.


__ADS_2