Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 77


__ADS_3

Ternyata tidak sampai disitu saja Clarissa mengusik Dafri. Di malam hari, saat Dafri baru saja pulang dari tempat kerjanya dan masuk kedalam kamar, Clarissa kembali lagi memancing keributan dengan membahas masalah Chayra.


"Apalagi sih Clarissa? Aku capek, baru pulang kerja. Jangan kamu pancing amarah aku ya Clarissa, karena aku sebenarnya tidak suka marah - marah." tegas Dafri dengan geram ketika Clarissa menyambutnya dengan mengomel - ngomel tak jelas.


"Aku bukan mau memancing amarah kamu, Daf. Aku cuman ingin menyelesaikan apa yang seharusnya kita selesaikan. Karena hati aku gak bisa tenang kalau begini terus. Mending kamu tinggalkan juga aku." ucap Clarissa yang kali ini agak melunakkan suaranya.


"Aku.. Aku mau bicara serius sama kamu, Dafri." lanjut Clarissa lagi dengan air mata yang mulai mengenang di pelupuk matanya. Dafri menatap lekat wajah Clarissa yang saat ini terlihat sendu, tidak seperti tadi siang yang dipenuhi rasa marah dan emosi yang berlebihan.


"Bisa kan kita bicara baik - baik, Daf?" tanya Clarissa dengan nada memelas.


"Bisa, tentu saja bisa. Aku selalu ingin kita bisa berbicara baik - baik, Calrissa. Tapi, selama ini kamu sendiri kan yang selalu meledak - ledak dan gampang tersulut emosi." tuduh Dafri.


"Iya, aku tahu. Aku tahu aku salah, tapi saat ini aku sedang berusaha untuk meredam amarah itu Dafri. Karena semakin kuperturutkan emosi dan amarah yang berlebihan ini, semakin membuat batin aku tersiksa. Aku capek seperti ini terus, aku capek marah - marah terus." tutur Clarissa dengan terisak - isak. Air mata yang tadi mengenang akhirnya tumpah jua di pipinya yang mulus.


"Aku juga capek mengejar cinta kamu lagi, Daf. Karena semakin aku kejar, kamu semakin jauh dari aku. Meskipun saat ini kita sudah bersama - sama, sudah saling dekat, tapi tetap saja tidak bisa membuat hati aku tenang. Sebab aku tahu, hati dan pikiran kamu masih condong ke Chayra." sambung Clarissa lagi masih dengan terisak - isak.


Dafri hanya diam saja mendengarkan keluh kesah yang dilontarkan oleh Clarissa. Sedangkan Clarissa terlihat masih ingin melanjutkan ucapannya.


"Aku sadar, Daf. Bagaimana pun, aku gak bisa menggantikan Chayra dihati kamu. Kamu belum bisa melupakan Chayra sama sekali. Jadi, untuk apa kamu pertahankan aku lagi Daf? Demi apa? Karena rasa kasihan saja kah?" tanya Clarissa dengan helaan nafas yang naik turun.


"Jika memang karena kasihan, cukup lah. Jangan di lanjutin lagi mengasihani aku yang sudah berlaku jahat dan dzolim terhadap kamu dan juga Chayra. Aku gak mau dikasihani. Ceraikan sajalah aku, Daf." pinta Clarissa lalu menangis sejadi - jadinya. Dafri yang sedari tadi diam, kini mencoba untuk menenangkan Clarissa.

__ADS_1


"Clarissa, kamu jangan berkata seperti itu. Aku mintak maaf karena kurang peduli dan peka terhadap kamu, memang sampai detik ini aku masih memikirkan Chayra. Dan.. Sebenarnya perasaan aku ke Chayra saat ini lebih ke rasa kecewa. Aku kecewa, aku sudah memberikannya cinta tapi ternyata dia malah mengkhianati cinta tulus dari aku ini. Dan yang paling aku sesali, setelah pengkhianatan yang ia lakukan itu sama sekali belum mampu membuat hati aku berpaling dari dia. Makanya aku belum juga menceraikan dia. Entah kenapa hati aku belum sanggup untuk mengucapkan kata talak ke Chayra. Hatiku menolaknya, Clarissa." ungkap Dafri.


"Hati memang gak bisa dibohongi, Daf. Aku tahu jawabannya kenapa kamu belum bisa menceraikan Chayra." ucap Clarissa lalu tersenyum dengan misterius.


"Kenapa?" tanya Dafri dengan rasa penasaran apalagi melihat wajah Clarissa yang langsung berubah itu.


"Dafrii.. Yang perlu kamu ketahui, sebenarnya Chayra tidak berselingkuh dengan laki - laki yang mengantarnya waktu itu." kata Clarissa dengan memantapkan hatinya untuk mengatakan yang sebenarnya. Clarissa saat ini hanya mengikuti kata hatinya, ia menyingkirkan egonya jauh - jauh.


"Ha? Jadi siapa lelaki itu?" tanya Dafri masih diselimuti dengan rasa penasaran. Clarissa menatap erat wajah Dafri, setelah itu langsung menarik nafas panjang sebelum akhirnya ia menceritakan semuanya.


...💓💓💓💓...


Saat terjaga dari tidurnya, mendadak saja Chayra merasakan mual, pusing dan seperti akan muntah. Maka, Chayrapun langsung bergegas kekamar mandi dan menumpahkan cairan bening dari mulutnya beberapa kali.


"Kenapa ya, apa Magh aku kambuh?" tanya Chayra kepada dirinya sendiri seraya memijit pelan keningnya yang mulai berdenyut.


Beberapa saat kemudian, Kak Hilma masuk kedalam kamar Chayra.


"Chayra, kamu sudah bangun?" sapa kak Hilma seraya tersenyum manis dan berjalan mendekati Chayra.


"Iya, sudah kak." jawab Chayra dengan membalas senyuman dari kak Hilma tersebut.

__ADS_1


"Loh wajah kamu kok pucat, Chayra? Kamu lagi sakit ya?" tanya Kak Hilma dan langsung meletakkan tangannya ke kening Chayra.


"Agak hangat sih badan kamu" ucapnya lagi.


"Oh, mungkin lagi masuk angin kak. Karena tadi sempat muntah - muntah juga." ujar Chayra seraya tersenyum tipis.


"Muntah? Kamu sudah minum obat belum?" tanya Kak Hilma. Chayra langsung menggelengkan kepalanya.


"Bentar, kak ambilkan obat untuk kamu dulu Ya." ujar Kak Hilma lalu beranjak dari sana.


Setelah kak Hilma pergi, Chayra kembali merasa mual dan kali ini disertai dengan rasa nyeri pada bagian bawah perutnya. Chayra memegang perutnya yang terasa tegang, dan dengan tertatih - tatih iapun berjalan menuju kamar mandi karena rasa mualnya seakan mendorong isi perutnya untuk keluar.


Chayra kembali memuntahkan cairan bening, bahkan kali ini cuman muntah air saja. Tidak ada sisa - sisa makanan yang dikeluarkannya. Setelah muntah beberapa kali itu, membuat tubuh Chayra menjadi lemas dan seakan tidak mampu untuk berdiri lagi. Chayra akhirnya terduduk lemas di pintu kamar mandi. Bersamaan dengan itu pula, Kak Hilma datang dan mendapati Chayra didepan pintu kamar mandi dengan wajah yang semakin pucat.


"Ya ampuun Chayra, ini sepertinya bukan sekedar masuk angin aja. Badan kamu sampai lemas, dan wajah kamu juga pucat sekali. Kita kerumah sakit ya?" kata Kak Hilma yang menganjurkan Chayra untuk kerumah sakit.


"Tidak kak, Chayra cuman cukup minum obat setelah itu istirahat, nantik baikan lagi kok kak." tolak Chayra dengan halus.


"Ya sudah, kak bantu kamu ketempat tidur ya." kata Kak Hilma lalu membantu mengangkat badan Chayra untuk berdiri. Namun, naas baru saja Chayra menegakkan badannya, ia merasa oyong, kepala berputar - putar dan belum lagi perutnya yang kram. Tiba - tiba saja pendangan Chayra menjadi gelap, hingga akhirnya tubuh Chayrapun kembali ambruk dan tidak sadarkan diri. Kak Hilma yang panik spontan saja memanggil Rama.


...💦💦💦💦...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


"JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE DAN KOMENNYA YA, TERIMAKSIH.."


__ADS_2