Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 51


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan begitu cepat, Namun Dafri masih belum juga mengambil keputusan apapun. Sedangkan Papa dan juga Mama Clarissa tiada hentinya mendesak Dafri untuk menikahi Clarissa.


"Dafri, kamu harus segera menikahi Clarissa. Kasihan Clarissa, jangan sampai kandungannya itu sudah membesar baru kamu nikahi dia ya Dafri. Apa kata tetangga - tetangga mereka nantiknya? Pasti Clarissa akan malu dihujat oleh orang - orang karena dianggap hamil diluar nikah." ujar Argantara saat itu ke Dafri.


"Pa, Dafri masih belum yakin dengan kehamilan Clarissa itu sebelum Dafri sendiri yang memeriksanya. Bisa saja dia berbohong, Pa." kata Dafri yang masih bersikeras dengan pendapatnya.


"Kamu memang keterlaluan Dafri, sudah jelas bukti didepan mata ditunjukkan ke kamu tapi masih juga kamu minta bukti yang lain. Tidak habis pikir Papa sama kamu" kata Argantara dengan sangat marah.


"Bukan begitu, Pa. Clarissa sudah banyak melakukan kesalahan dan kebohongan pada Dafri dan juga keluarga kita. Tapi, yang Dafti herankan kenapa Papa masih respect dengan Clarissa? Padahal sudah jelas - jelas Clarissa yang membuat Mama terkena serangan jantung ketika itu, Papa sudah dengar juga dari Dika kan? Apa yang membuat Mama tiba - tiba jatuh pingsan saat itu. Mama pingsan saat sedang telponan dengan Clarissa, Pa. Kata - katanya yang ia lontarkan ke Mama itu yang membuat Mama syok dan akhirnya pingsan."jelas Dafri yang berusaha menyadarkan Papanya itu agar tidak lagi membela Clarissa.


"Dafri, Mama kamu meninggal karena sudah takdir dariNya. Jadi, Jangan kamu makah menyalahkan Clarissa dengan meninggalnya Mama kamu." kata Argantara yang masih saja membela Clarissa.


"Iya.. memang betul Pa, itu semua sudah takdir dari yang Diatas. Tapi, dengan apa yang sudah diperbuat oleh Clarissa ke Mama dan juga Chayra kita bisa menilai bahwa Clarissa tidak pantas lagi untuk diperjuangkan." tekan Dafri dengan rasa geram dihatinya.


"Jadi sekarang ini kamu mau bukti apa lagi dari Clarissa agar hati kamu itu puas ha?" tanya Argantara.


"Seperti yang Dafri bilang tadi, Pa. Biar Dafri sendiri yang memeriksa Clarissa, apakah ia benar - benar hamil atau tidak." kata Dafri.


"Ya sudah, kamu jemput saja Clarissa sekarang dan bawa dia kerumah sakit. Kamu USG dia, tapi Jika hasilnya Clarissa benar - benar positif Hamil, maka tidak ada lagi alasan bagi kamu untuk tidak menikahi dia Dafri. Bagaimana?" tantang Papanya dengan mata yang melotot.


"Oke, Oke Pa." jawab Dafri akhirnya yang menyetujui tantangan dari Papanya tersebut.


Sebelum pergi kerumah Clarissa, Dafri naik keatas kamarnya untuk menemui Chayra.


"Sayang... Kamu ikut sama aku sekarang ya," ajak Dafri ke Chayra yang baru saja selesai sholat.


"Kemana?" tanya Chayra dengan penasaran.


"Kerumah Clarissa." jawab Dafri.


"Kerumah Clarissa??" Chayra mengulang ucapan Dafri tadi dengan setengah bertanya.


"Iya, Sayang.. Aku mau bawa Clarissa untuk melakukan USG ulang, dan aku sendiri yang akan melakukan USG itu. Aku akan buktikan ke kamu bahwa Clarissa sebenarnya tidak hamil." kata Dafri yang sudah selesai mengganti pakaiannya.

__ADS_1


"Dafri, kamu masih meragukan kehamilan Clarissa?" tanya Chayra lagi yang masih tetap pada posisinya tadi.


"Iya, aku gak akan percaya sebelum melihat hasilnya sendiri dari hasil pemeriksaan aku." kata Dafri dengan berjongkok didepan Chayra.


"Tapi, jika hasilnya USGnya menunjukkan bahwa Clarissa benar - benar hamil gimana? Apa yang bakalan kamu lakukan Dafri?" tanya Chayra dengan menatap erat wajah suaminya itu.


"Kamu akan menikahi Clarissa kan Dafri? Kamu akan bertanggung jawab dengan kehamilannya kan?" tanya Chayra dengan suara yang tertahan.


Mendengar pertanyaan dari Chayra itu membuat Dafri langsung tertunduk lesu.


"Aku sangat berharap dia tidak hamil, Clarissa." ucap Dafri akhirnya dan kemudian membalas menatap Chayra.


"Dan selain itu, aku belum memikirkannya." kata Dafri lalu iapun berdiri.


"Kamu cepat siap - siap ya, aku tunggu dibawah." lanjut Dafri lagi sebelum ia keluar dari kamar.


"Dafrii..." panggil Chayra yang membuat Dafri tidak jadi keluar dari kamar mereka. Dafri menoleh dengan menaikkan satu alisanya sebagai kode kenapa Chayra memanggilnya lagi.


"Aku rasa, Aku gak perlu ikut. Kamu pergi sendiri saja kerumah Clarissa, Dafri." kata Chayra.


Setelah Dafri keluar dari kamar, Chayra mengintai Dafri dari balik jendela kamarnya. Ia melihat suaminya itu agak buru - buru masuk kedalam mobil untuk langsung menuju kerumah Clarisaa.


Tidak dapat dipungkiri rasa risau dihati Chayra semakin menjadi - jadi, ia yang merasa cemas dengan hasil pemeriksaan ulang yang akan dilakukan oleh Dafri sendiri. Jika benar Clarissa telah berbohong, seperti dugaan Dafri.. Maka Chayra yakin Dafri semakin tidak respect lagi terhadap wanita itu. Karena Clarissa seakan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Dafri kembali. Tapi, jika sebaliknya.. Hasil pemeriksaan itu membuktikan Clarissa hamil, Maka Chayrapun akan menyiapkan hatinya untuk menerima kenyataan bahwa Dafri pasti akan kembali lagi dengan Clarissa. Memikirkan dua dugaan tersebut, mampu membuat kepala Chayra menjadi sangat sakit.


Karena lelah menduga - duga, maka Chayrapun membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan masih diselimuti rasa galau dan was - was dihatinya. Dan beberapa menit kemudian, tanpa direncanakan sebelumnya.. Chayrapun malah tertidur dengan begitu lelapnya.


...💓💓💓💓...


Dafri sudah berdiri didepan pintu rumah Clarissa. Ia lalu memencet bel rumah tersebut beberapa kali. Dan tidak lama kemudian, Asisten rumah tangga Clarissa membuka pintu dan kemudian mempersilahkan Dafri untuk masuk.


"Clarissanya ada kan Bik?" tanya Dafri kepada wanita paruh baya tersebut.


"Ada, dikamarmya. Bibik panggilkan dulu ya non Clarissanya," kata pembantu tersebut dan kemudian bergegas menuju keatas kamar Clarissa. Dan tidak lama kemudian, Clarissa pun turun dengan setengah berlari. Karena pembantunya telah memberitahu Clarissa bahwa yang datang adalah Dafri. Tentu saja dengan kedatangan Dafri kerumahnya secara tiba - tiba itu, mampu membuat hati Clarissa bersorak bahagia. Didalam pikirannya sudah tergambar bahwa Dafri datang untuk menikahinya kembali.

__ADS_1


"Daf.. akhirnya kamu datang juga menemui aku, aku senang sekali dengan kedatangan kamu ini." kata Clarissa yang langsung saja menghamburkan badannya kedalam pelukan Dafri. Namun, Dafri dengan cepat langsung menggeserkan Clarissa dari tubuhnya.


"Jangan geer dulu kamu, Clarissa. Aku kesini bukan untuk menerima kamu lagi, tapi aku datang ini untuk mengajak kamu ketempat praktik aku." kata Dafri dengan wajah yang datar. Clarissa langsung tersentak kaget dengan ajakan Dafri tersebut.


"Mau ngapain emangnya, Daf?" tanya Clarissa akhinrnya dengan heran.


"Aku mau membuktikan apakah kamu benaran hamil atau tidak. Aku sendiri yang akan meng-USG kamu." ketus Dafri yang membuat wajah Clarissa langsung pucat pasi.


"T-Taapi..." kata Clarissa dengan ragu - ragu.


"Tidak ada kata tapi - tapian, Clarissa. Jika kamu tidak mau ikut dengan aku, maka sudah dapat disimpulkan bahwa kamu sudah berbohong." tekan Dafri lagi.


"Ohh.. ya tentu saja tidak, Dafri. Aku tidak berbohong" elak Clarissa dengan menyembunyikan wajahnya yang terlihat panik.


"Ya sudah kalau begitu, kita pergi sekarang!!" ujar Dafri.


"Oke, Iya, boleh.. Tapi, aku perlu ketemu Mama dulu dan kalau bisa aku mau ajak Mama juga." kata Clarissa dengan sedikit gugup. Tapi, Dafri tidak ingin Clarissa mengajak Mamanya, ia lalu menarik tangan Clarissa menuju keluar rumah, maka Clarissapun tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Mamanya.


"Daf.. Aku mau ngajak Mama juga, biar aku panggil Mama aku dulu." pinta Clarissa ke Dafri, namun Dafri sama sekali tidak menghiraukannya.


Setelah itu, saat diperjalanan dan didalam mobil mereka terlihat saling diam. Apalagi Clarissa yang sejak tadi tidak bisa menyembunyikan wajah paniknya itu. Ia merasa takut jika kebohongannya tentang kehamilannya ini terbongkar. Karena sebenarnya dia tidak hamil, ini semua ide Mamanya yang menyuruhnya berpura - pura mengakui dirinya hamil agar Dafri terpaksa kembali menikahinya. Tapi, ternyata.. Dafri lebih pintar dari mereka, buktinya dia tidak semudah itu langsung mempercayai mereka.


Akhirnya Dafri dan Clarissa sampai dirumah sakit, Dafri kemudian langsung saja mengajak Clarissa keruang praktiknya. Dan sesampainya mereka disana, tanpa berbasa basi Dafri menyuruh Clarissa untuk berbaring ketempat pemeriksaan tersebut.


"Dafri.. Aku,"


"Jangan banyak ngomong, Clarissa. Lakukan saja apa yang aku suruh, baring disana dan buka sedikit baju dibagian perut kamu!!" perintah Dafri yang sudah mengambil posisi didepannya. Dan dengan pasrah Clarissa akhirnya melakukan apa yang Dafri perintahkan. Kemudian Dengan memejamkan matanya, ia membiarkan sebuah benda yang dipegang Dafri itu diletakkan dibagian perutnya.


Dafri kemudian melihat ke layar monitor dengan seksama. Ia perhatikan baik - baik hasil pemriksaannya yang ia lakukan sendiri ke Clarissa. Dan.. Hasil yang ia dapati, benar - benar membuat ia langsung tercengang...


...💦💦💦💦...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


.


.


__ADS_2