Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 75


__ADS_3

"Shera, wanita itu siapa ya yang berdiri didekat laki - laki berbaju hijau?" tanya Clarissa setengah berbisik dengan menjelingkan matanya kearah Chayra yang sedang berbicara dengan laki - laki yang dimaksud.


"Oh, yang disamping Rama ya? Hhhmm... Aku baru lihat juga sih, mungkin saja pacarnya Rama." jawab Shera dengan menyimpulkan sendiri.


"Rama siapanya abang kamu emangnya?" Clarissa kembali bertanya.


"Rama itu adiknya kak Hilma, istri dari abang aku, Clarissa. Dia baru pindah kerja dikota ini dan untuk sementara waktu tinggal dirumah abang aku." jelas Shera setelah itu menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Ooh gitu ya, jadi wanita disampingnya itu pacarnya?" Clarissa semakin penasaran dan kembali bertanya. Pertanyaan berulang dari Clarissa itu membuat Shera menjadi heran.


"Mungkin Clarissa, aku cuman nebak - nebak saja. Emangnya kenapa sih? Kamu seperti penasaran sekali dengan wanita itu." tanya Shera dengan curiga.


"Ngak.. Ngak kenapa - napa kok," jawab Clarissa akhirnya lalu berpura - pura sibuk dengan makanan yang ada dihadapannya. Padahal saat ini berbagai pertanyaan muncul dipikiran Clarissa. Apa hubungan Chayra dengan lelaki yang bernama Rama itu? Apakah ini alasan Dafri mengusir Chayra dari rumah karena wanita itu berselingkuh darinya? Benarkah demikian? Chayra tega mengkhianati Dafri yang sudah begitu sangat mencintainya? Clarissa tidak habis pikir jika dugaannya itu memang benar adanya.


Setelah itu, beberapa menit kemudian Clarissa melihat Chayra berjalan kearah Dapur. Maka Clarissa pun bermaksud untuk mengikuti wanita itu. Ia ingin bertanya langsung ke Chayra, sedang apa dia disini?


"Shera, aku mau ketoilet sebentar ya?" izin Clarissa. Shera mengiyakan seraya menunjukkan letak toilet dirumah tersebut.


Clarissa bergegas berjalan kearah dapur, setelah sampai ia melihat Chayra yang sedang menyiapkan sesuatu disana. Clarissa pun langsung menghampirinya, karena posisi Chayra membelakangi sehingga ia tidak menyadari akan kedatangan Clarissa.


"Hai, Chayra..!!" panggil Clarissa sembari menarik lengan Chayra agar menoleh kebelakang. Mendengar namanya dipanggil, membuat Chayra tersentak kaget lantas menoleh kebelakang dan seketika itu pula ia melihat Clarissa sudah berada didepannya dengan wajah penuh selidik.


"Ngapain kamu ada disini?" tanya Clarissa dengan tatapan curiga.


"Clarissa, kamu juga ngapain ada disini?" Chayra malah balik bertanya sehingga membuat Clarissa berdelik kesal.


"Jawab dulu pertanyaan aku, Chayra! Jangan malah balik bertanya." ketus Clarissa. Chayra langsung terdiam tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari wanita tersebut.


"Oh, Aku tahu. Kamu.. Kamu diusir Dafri dari rumah karena kamu ketahuan selingkuhkan dengan adik dari istrinya abang teman aku?" tuduh Clarissa asal - asalan.


"Ngak nyangka ya, ternyata kamu gak sebaik wajah dan penampilan kamu itu. Rupanya kamu tukang selingkuh." kecam Clarissa dengan tertawa kecil.


"Ya baguslah ketahuan secepatnya oleh Dafri kelakuan kamu itu. Kalau tidak, entah bagaimana nasib Dafri yang merasa sakit hati karena telah dikhianati kamu, Chayra." Clarissa masih terus melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Sekarang saja, Dafri masih galau dan belum bisa melupakan kamu Chayra. Sedangkan kamu apa? Malah senang - senang dengan selingkuhan kamu disini." Ketus Clarissa dengan melototkan matanya itu. Chayra masih diam, ia hanya bisa menghela nafas panjang tanpa bisa menyanggah ataupun membela dirinya. Karena Chayra masih tetap pada rencana awalnya


"Clarissa, Gimana keadaan kamu? Kamu sudah sehat?" tiba - tiba Chayra mengalihkan pembicaraan dengan bertanya tentang keadaan Clarissa. Tentu saja pertanyaan Chayra itu, membuat Clarissa semakin kesal.


"Kamu jangan sok perhatian dengan aku, Chayra. Dengan bertanya bagaimana keadaan aku segala. Aku gak butuh perhatian dari kamu yang palsu itu." Clarissa berkata dengan meninggikan suaranya. Sebelum amarah Clarissa semakin meledak - ledak, maka Chayrapun bermaksud untuk pergi dari sana dan kembali lagi ke ruang tamu. Namun, Clarissa dengan cepat langsung menahan tangan Chayra agar tidak pergi dari sana.


"Maaf Clarissa, tolong lepaskan tangan kamu. Aku gak mau kita ribut disini." pinta Chayra dengan memohon. Tapi, Clarissa tetap keras hati dan tidak mau melepaskannya. Hingga akhirnya, Ramapun datang dan melihat ketegangan pada wajah kedua wanita tersebut.


"Ada apa ini?" tanya Rama. Dan Clarissa pun langsung melepaskan tangan Chayra dengan kasar.


"Oh, jadi kamu ya selingkuhannya Chayra?" ketus Clarissa dengan memandang sinis kearah Rama. Lelaki itu langsung mengernyitkan keningnya tanda bingung.


"Maaf, saya tidak paham maksud kamu. Kenapa tiba - tiba menuduh saya seperti itu?" tanya Rama dengan tidak senang.


"Kalian berdua sama saja, Sama - sama munafik." desis Clarissa lalu pergi dari sana meninggalkan Rama dan Chayra.


"Ada apa dengan wanita itu?" tanya Rama dengan hati yang dongkol karena dituduh yang aneh - aneh oleh wanita yang tidak dikenalnya.


"Memang siapa dia Chayra?" tanya Rama. Chayra terdiam sejenak, hingga akhirnya ia pun memberikan jawaban.


"Dia Clarissa, istri kedua suami aku." jawab Chayra.


"Hah?" kata Rama dengan kaget.


...💟💟💟💟...


"Sher, aku mau pulang sekarang." bisik Clarissa ke Shera yang lagi sibuk berbincang - bincang dengan tamu yang datang.


"Kenapa Clarissa? Acaranya kan belum selesai." kata Shera.


"Tiba - tiba aku merasa gak enak badan. Kalau kamu gak bisa antar aku, gak apa - apa. Aku pesan taksi online aja." kata Clarissa.


"Eh, jangan Clarissa. Ya sudah, biar aku antar kamu pulang ya. Sebentar, aku pamit sama abang aku dulu." ujar Shera lalu menuju ketempat abangnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Shera kembali datang ketempat Clarissa.


"Yuk, aku antar kamu pulang." kata Shera dan kemudian mereka berjalan beriringan menuju ke parkiran. Saat mereka sudah berada diparkiran, tiba - tiba saja ada sebuah suara yang memanggil mereka.


"Hei, Kalian berdua. Tunggu sebentar..!!" teriak suara seorang laki - laki yang ternyata adalah Rama.


Clarissa dan Shera langsung menoleh kebelakang dengan berbarengan.


"Iya, Rama. Ada apa?" tanya Shera setelah tahu siapa yang memanggilnya. Sedangkan Clarissa langsung melipatkan tangannya didada dan melihat Rama dengan wajah yang tidak senang.


"Aku mau bicara sebentar sama kamu," ujar Rama dengan melirik kearah Clarissa.


"Aku??" Clarissa menunjuk dirinya.


"Iya, Sama kamu." jawab Rama.


"Mau bicara apa?" tanya Clarissa dengan ketus.


"Aku mau meluruskan tuduhan kamu yang tadi itu terhadap aku. Aku gak terima dianggap sebagai selingkuhannya Chayra. Karena kenyataannya tidaklah seperti itu. Kamu tidak kenal aku sebelumnya kan? Jadi apa dasar kamu menuduh aku seperti itu?" tanya Rama terdengar santai namun tegas.


"Ooh.. Gitu ya, kamu mau menyangkalnya? Padahal sudah jelas - jelas tertangkap basah kamu beberapa kali datang kerumah suaminya Chayra dan menjemputnya, lalu dilihat oleh suaminya kan? Sampai - sampai Chayra diusir dari rumah, dan setelah itu Chayra tinggal bersama kamu disini. Jadi itu gak bisa dijadikan dasar bahwa kalian menjalin hubungan terlarang?" kecam Clarissa dengan melotot gusar.


"Sudahlah Ngaku saja, jangan menyangkal lagi. Kalian sudah tertangkap basah." lanjut Clarissa lagi. Karena tidak tahan dituduh seperti itu, maka Ramapun langsung bertindak dengan menegaskan sebuah pernyataan.


"Kamu sudah salah mengira, Clarissa. Sebenarnya Chayra sengaja membiarkan dirinya dipersalahkan itu semua demi kamu. Demi melihat kamu bahagia dengan Dafri, ia rela membiarkan dirinya didalam keterpurukan." jelas Rama. Clarissa langsung terdiam.


...💦💦💦💦...


BERSAMBUNG...


.


.

__ADS_1


__ADS_2