
Chayra baru saja keluar dari Puskesmas, tempat ia bekerja dulu. Ia memasukkan kembali lamaran kesana. Namun, Pimpinan Puskesmas belum memberi keputusan apakah Chayra akan kembali diterima bekerja disana atau tidak, Ia menyuruh Chayra untuk menunggu hingga 3 hari kedepan.
Saat di Puskesmas tadi, ia bertemu dengan beberapa temannya. Chayra langsung saja berbaur dengan mereka semua, sekedar melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu. Namun, saat itu ada salah satu teman Chayra yang tiba - tiba saja menyinggung mengenai rumah tangganya. Entah tahu dari mana, Ia pun keceplosan menyebut Chayra yang akan menjadi seorang janda. Tentu saja hal itu membuat Chayra kaget dan terdiam, tidak tahu harus menanggapi apa sedangkan teman yang lain hanya bisa menatap Chayra dengan bingung dan penuh tanda tanya.
"Chayra, memang benar apa yang dikatakan Devi itu?" tanya Cintia, teman sejawat dan satu ruangan dengan Chayra. Dia menyusul Chayra saat itu diparkiran. Chayra langsung tertunduk lesu dan akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Ya, Allah Chayra.. Tapi, kenapa? Kalian kan baru nikah sebulan" kata Cintia sedikit berteriak karena saking kaget nya.
"Aku gak bisa cerita sekarang Cintia, Maaf ya?" kata Chayra yang menolak menceritakan perihal apa yang terjadi pada rumah tangganya. Cintia pun memakluminya dan kemudian menepuk lembut pundak Chayra.
"Apapun itu yang sedang menimpa rumah tangga kamu, Chayra. Aku sebagai teman dekatmu cuman bisa berharap, Semoga saja kamu diberi kesabaran dan hati yang kuat. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu, Chayra" kata Cintia dengan tulus.
"Terimakasih, Cintia." ucap Chayra.
"Tapi, jika kamu butuh teman cerita jangan sungkan ceritakan ke aku ya Chayra. Aku siap jadi pendengar dan pemberi solusi terbaik untuk kamu" ungkap Cintia. Chayra hanya mengiyakan dengan anggukan kepalanya seraya tersenyum manis. Dan setelah itu, Chayra pun pamit dan pulang kembali kerumahnya.
Saat tiba dirumah, dari kejauhan Chayra melihat 3 orang laki - laki bertubuh kekar sedang berdiri didepan rumah Chayra. Mereka tampak mengetuk pintu rumah Chayra dengan kasar seraya mengatakan kata - kata yang tidak baik. Kebetulan tidak ada siapapun dirumahnya. Chayra langsung saja bergegas kesana sebelum pintu rumahnya roboh didorong kuat oleh 3 orang lelaki bertubuh kekar itu.
"Maaf Pak.. Ada apa ini ya?" tanya Chayra kepada mereka bertiga. Melihat kedatangan Chayra, membuat mereka langsung berhenti memukul pintu tersebut.
"Mana orang yang tinggal dirumah ini?" tanyanya dengan garang.
"Saya anak pemilik rumah ini, Ada perlu apa ya pak?" tanya Chayra lagi.
"Oh, Mana orang tua kamu?" tanya lagi yang lainnya.
"Ayah dan Ibu masih jualan dipasar." jawab Chayra.
__ADS_1
"Alasan saja, asal kami kesini pasti mereka tidak ada. Bilang saja kalian mau menghindar dari kami, iya kan?" katanya lagi dengan ketus.
"Emangnya ada apa ya Pak mencari orang tua saya?" untuk sekian kalinya Chayra bertanya.
"Ya untuk menagih utang lah, Pakai tanya lagi!!" bentaknya dengan suara yang kuat sehingga membuat Chayra langsung mengelus - elus dadanya.
"Kami kesini mau nagih hutang yang sudah bertahun - tahun tidak dibayar oleh ibumu itu," kata lelaki yang lainnya.
"I-iya, Maaf pak.. Kami akan segera melunasinya. Sekarang ini lagi diusahakan oleh orang tua saya, beri kami tempo paling lama sampai bulan depan ya pak." kata Chayra berusaha untuk mengajak bernegosiasi dengan mwreka bertiga.
"APA KAMU BILANG... BULAN DEPAN HA?" teriak lelaki bertato itu dengan suara yang nyaring sehingga membuat Chayra mundur beberapa langkah kebelakang
"Sudah banyak kami kasih waktu, sudah bertahun - tahun. Tapi, tidak juga dilunasi. Dan bukannya wanita itu bilang kemarin Bulan ini akan dilunasi semuanya ha?" lanjutnya lagi yang Chayra pahami wanita yang ia maksud itu pasti Mamanya Dafri.
"Iya, memang iya pak.. Tapi, Maaf kami masih ada kendala sehingga belum mampu untuk membayarnya bulan ini. Tapi, kami janji bulan depan akan kami lunasi. Tolong beri kami waktu lagi ya pak?" kata Chayra setengah memohon.
"Kecuali kalau apa ya pak?" tanya Chayra dengan agak takut melihat pandangan liar dari si lelaki bertato itu sedangkan temannya yang lain tertawa dengan wajah yang mengerikan. Gelagat mereka semua membuat Chayra berdelik ngeri. Chayrapun langsung mundur beberapa langkah kebelakang, menjauh dari mereka bertiga.
"Kecuali kalau kamu mau membayar utang orang tua kamu dengan tubuh mu yang seksi ini, sayang.." katanya lalu memegang tangan Chayra. Chayra langsung memberontak dan berusaha melepas pegangan dari lelaki itu. Ia juga beteriak, tapi karena pagi itu disekitaran rumahnya terlihat sepi maka tidak ada satu orang pun yang mendengar teriakannya.
Tapi, syukurlah di waktu yang tepat Arman pun datang dengan mengendari sepeda motornya. Diapun bergegeas menolong kakaknya yang diganggu oleh 3 orang lelaki itu.
"Apa - apaan ini..!!" kata Arman dan kemudian langsung mendorong tubuh lelaki itu.
"Kami kasih kalian waktu sampai besok siang, Jika kalian tidak juga melunasinya, maka Rumah kalian ini yang akan kami sita." ancamnya sebelum mereka semua akhirnya pergi meninggakan rumah Chayra dan Arman.
"Kak Chayra, gak apa - apakan? Mereka belum sempat ngapa - ngapain kakak kan?" tanya Arman dengan risau. Chayra menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Arman, bagaimana ini? Waktu kita cuman tinggal satu hari, mau cari kemana uang sebanyak itu dalam satu hari?" tanya Chayra dengan panik.
"Gak kak, itu cuman ancaman mereka saja. Sudahlah.. Kak Chayra jangan memikirkannya." kata Arman dan kemudian duduk di kursi ruang tamu mereka.
"Bagaimana kalau ancaman mereka itu benar, Arman? Rumah ini akan disitanya, mau tinggal dimana kita?" tanya Chayra seraya memijit keningnya yang mulai berdenyut.
"Arman akan coba bernegosiasi sama mereka agar besok kita membayarnya seperempatnya saja dulu." kata Arman memberikan solusi.
"Kamu yakin mereka mau?" tanya Chayra kurang yakin.
"Kita gak akan akan tahu sebelum mencobanya kak," kata Arman.
"Terus... Uangnya dari mana? Apakah ibu dan Ayah sudah menyiapkan uangnya?" tanya Chyara lagi. Arman diam sesaat dan kemudian menggelengkan kepalanya. Chayra langsung menghela nafas dengan kesal. Dibenaknya tidak berhenti berpikir untuk bisa mendapatkan uang dalam satu malam ini.
"Nantik Arman cari pinjaman kak, ke teman - teman Arman." ucap Arman setelah beberapa saat dia terdiam.
"Oke, kak juga akan coba mencari pinjaman ke teman - teman kakak. Semoga saja dapat." ucap Chayra dengan penuh pengharapan. Arman langsung mengaminkannya.
"Tapi, kak pinjam kesiapa ya?" desis Chayra yang tidak tahu akan pinjam ke siapa, apakah ke Cintia? Rasanya tidak mungkin karena Cintia sama saja sepertinya, ia hidup pas - pasan. Sedangkan teman puskesmas yang lainnya? Chayra seakan segan untuk meminjamnya karena Chayra yang tidak begitu dekat dengan teman yang lainnya, ia hanya dekat dengan Cintia seorang.
"Kamu tidak perlu cari pinjaman ke siapa - siapa, Chayra. Karena.. Akulah yang akan melunasi utang - utang orang tuamu.." tiba - tiba saja terdengar suara seorang laki - laki dari depan pintu masuk. Chayra dan Arman langsung melihat kearah pintu secara bersamaan...
...💦💦💦💦...
BERSAMBUNG...
"JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTRANYA YA, TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA..."
__ADS_1
.