Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 70


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Chayrapun sudah selesai sholat dan berdoa. Dafri yang masih berdiri disana kemudian mendekati Chayra dan kemudian langsung saja menyerbunya dengan pertanyaan.


"Chayra, kamu kemana saja? Kenapa Hp kamu gak aktif sejak tadi malam? Kamu pergi gak beritahu aku, kenapa Chayra? Dan.. Yang parahnya, tadi itu.. Aku lihat kamu diantar oleh seorang laki - laki, siapa dia Chayra??" tanya Dafri bertubi - tubi dengan nada kesal dan kecewa yang bercampur aduk menjadi satu.


Chayra yang baru saja mau melipat mukenanya, langsung berhenti sejenak dan menatap Dafri dengan wajah bersalahnya. Karena ia tahu, bukan hanya satu kesalahan saja yang ia lakukan saat ini. Melainkan ada tiga kesalahan yang sudah terlanjur ia lakukan dengan kesadaran penuh.


"Maaf, Dafri..!" ucap Chayra dengan suara yang pelan. Hanya kata itu saja yang keluar dari mulutnya, Chayra lantas menunduk sembari kembali melipat mukenanya.


"Apa? Cuman maaf saja? Kamu gak mau memberi penjelasan ke aku atas pertanyaan - pertanyaan aku ini, Chayra?" tanya Dafri lagi masih dengan kekesalan dihatinya. Dan Chayrapun hanya diam saja.


"Chayra, kamu tau tidak bagaimana risau dan kalutnya aku mencari - cari kamu sejak tadi malam ha? Berulang kali aku hubungi nomor kamu yang gak aktif itu. Aku takut terjadi sesuatu ke kamu, Chyara." lanjut Dafri lagi.


"Sekarang.. Kamu jawab pertanyaan aku. Kenapa kamu pergi dan tidak mengabari aku, Chayra?" todong Dafri lagi dengan mengajukan pertanyaan.


Chayra masih diam dan menundukkan wajahnya. Chayra tahu bahwa dirinya sudah melakukan kesalahan. Yang pertama, ia pergi tanpa mengabari Dafri, kemudian sengaja mematikan hpnya dan yang lebih parahnya lagi yaitu yang terakhir.. Chayra bertemu dengan seorang lelaki yang merupakan teman lamanya dan ia malah ikut bersama lelaki itu.


"Jawab pertanyaan aku, Chayra! Jangan diam saja..!" kata Dafri dan kali ini setengah membentak Chayra. Tidak pernah sebelumnya Dafri membentaknya seperti ini, dan Chayrapun yakin saat ini Dafri benar - benar marah dan kecewa besar terhadap dirinya.


'Ini yang kamu mau kan, Chayra? Semuanya terlihat sempurna.' bisik hati Chayra hingga sampai terniang - Niang di telinga nya.


"Dafri, Maafkan aku.. Aku tahu, aku sudah buat kesalahan dengan pergi tanpa mengabari kamu, dan aku juga sengaja mematikan hp aku agar kamu gak bisa menghubungi aku." kata Chayra dengan mengakui kesalahannya.


"Kenapa, Chayra? Kenapa? Kenapa kamu melakukan itu ha?" Dafri memotong perkataan Chayra yang belum selesai ia ucapkan. Dafri kini sudah duduk juga didepan Chayra, menatap wanita itu dengan sorot matanya yang tajam. Ia menunggu jawaban dari Chayra dengan hati yang was - was.


"Karena.. Karena aku, aku gak sanggup lagi menjalani rumah tangga seperti ini Dafri." jawab Chayra akhirnya lalu membalas menatap Dafri dengan mata yang berkaca - kaca.

__ADS_1


"Ngak sanggup bagaimana maksud kamu, Chayra? Apa jangan - jangan ini ada hubungannya dengan Clarissa?" tebak Dafri. Chayra hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian kembali menunduk.


"Ya Allah, Chayra..!! Kamu tahu kan aku sangat mencintai kamu, dan sedikitpun aku tidak ada rasa lagi dengan Clarissa. Yang aku lakukan saat ini ke Clarissa cuman sebatas rasa peduli dan kasihan saja, tidak lebih Chayra! Aku pikir, kamu bisa mengerti dan memahami posisi aku sekarang ini. Tapi, ternyata apa? Kamu malah membuat aku semakin pusing dan.." Dafri berhenti sejenak berujar, ia seakan kehabisan kata - kata untuk melanjutkan kembali kalimatnya.


"Dafrii.. Aku bisa mengerti, makanya aku melakukan ini." kata Chayra dengan penuh keyakinan. Dafri kemudian menatap Chayra dengan heran.


"Saat ini, aku merasa bahwa Clarissa lebih membutuhkan kamu ketimbang aku, Daf. Kesehatan dan kepulihan mental Clarissa adalah yang terpenting, dan untuk mengembalikan semua itu memang harus ada yang mengalah dan dikorbankan." kata Chayra dengan hati - hati. Chayra sudah memikirkan ini semua matang - matang, dan ia yakin ini adalah keputusan yang terbaik.


"Jangan bilang kamu mau meninggalkan aku, Chayra!" kata Dafri seraya mengeleng - gelengkan kepalanya.


"Memang iya, Dafri. Aku sudah memutuskannya. Lebih baik kita berpisah saja." kata Chayra dengan suara yang lantang.


"Tidak, Chayra!! Aku tidak mau berpisah dengan kamu. Kamu tolong beri aku waktu sedikit lagi menyelesaikan hubungan antara aku dengan Clarissa. Jika Clarissa lah penyebabnya, oke setelah ini aku akan bicara baik - baik ke Clarissa dan Mamanya. Aku pasti akan menceraikan Clarissa," jelas Dafri.


"Jangan Dafri, kamu jangan menceraikan Clarissa. Kasihan dia.. pasti dia akan tambah terpuruk jika kamu tinggalkan dia didalam keadaan seperti ini. dia baru saja kehilangan janin nya, belum lagi gangguan mentalnya yang belum sembuh. Sudah aku bilang tadi diawalkan bahwa Clarissa lebih membutuhkan kamu ditimbang aku. Jadi, biar saja aku yang mengalah dan pergi dari kalian berdua. Ceraikan saja aku, Dafri." ujar Chayra dan kali ini mulai terisak - isak.


Chayra menarik nafas panjang, rasanya percuma jika seperti ini terus. Dafri pasti akan membujuknya, padahal Chayra sudah bertekad untuk mengalah dan mengikhlaskan Dafri bersama Clarissa. Tapi, apa yang harus ia lakukan untuk membuat Dafri bisa melepaskannya? Karena Chayra tidak sanggup jika harus dibenci dan dimusuhi terus - terusan oleh Clarissa dan juga Mamanya jika ia tetap menjadi istrinya Dafri.


"Dafrii... Cobalah mengerti, Aku gak sanggup berada diposisi ini. Aku gak mau lagi menjalani kehidupan rumah tangga yang seperti ini." tegas Chayra lalu mengusir tangan Dafri yang memegang tangannya.


Dafri langsung tercengang mendengar penegasan Chayra tersebut.


"Kamu yakin dengan keputusan kamu, Chayra?" tanya Dafri dengan tatapan sayu dan memelasnya itu ia menatap Chayra.


"Iya, aku yakin. Aku rasa, inilah jalan yang terbaik bagi kita. Kita memang harus berpisah, Dafri." ujar Chayra dengan lebih menekankan kata - katanya agar terdengar lebih menyakinkan. Chayra yang berusaha menguatkan dirinya yang padahal saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa ia begitu rapuh. Tapi, tetap Chayra harus melakukan ini demi Clarissa.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, Chayra. Dan.. Aku tidak akan menceraikan kamu." Dafri tetap bersikeras dengan keputusannya.


"Aku akan katakan ke Clarissa dan juga Mamanya bahwa aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan aku dengan Clarissa.., terserah.. Clarissa mau down ataupun depresi, yang jelas aku gak mau kehilangan kamu." putus Dafri akhirnya dan kemudian berjalan menuju kearah pintu. Chayra kemudian dengan sigap langsung menahan tangan Dafri karena Chayra tidak ingin Dafri melakukan itu.


"Kamu mau kemana, Dafri?" tanya Chayra.


"Aku mau kerumah sakit, akan aku katakan semuanya ke mereka." jawab Dafri dan kemudian menurunkan tangan Chayra yang berada dilengannya. Akan tetapi, tangan Chayra semakin kuat menahan agar Dafri tidak pergi.


"Jangan, Dafri..!! Kamu gak boleh tinggalkan Clarissa. Aku mohon." pinta Chayra dengan sorot mata penuh permohonan agar Dafri tidak pergi kerumah sakit dan mengatakan hal itu.


"Chayra, aku melakukan ini demi kamu. Aku gak mau lihat kamu mengalah dan tersakiti dengan pernikahan aku dan Clarissa." kata Dafri seraya menyentuh lembut wajah wanita itu.


"Tidak, Dafrii.." ujar Chayra seraya kembali menurunkan tangan Dafri dari wajahnya.


"Sebenarnya, ini bukan tentang aku yang tersakiti dengan pernikahan kamu dan Clarissa." kata Chayra dengan wajah yang serius. Dafri langsung mengerutkan keningnya tanda bingung atas penuturan Chayra barusan itu.


"Maksud kamu, Apa?" akhirnya Dafri bertanya.


"Aku.. Aku ingin berpisah dengan kamu sebenarnya, karena aku.. Tidak lagi mencintai kamu, Dafri..!!" ucap Chayra dengan suara yang pelan namun terdengar jelas ditelinga Dafri.


"Haa?? Kamu jangan mengada - ngada, Chayra. Ngak perlu kamu bohongi diri kamu sendiri dengan mengatakan kamu tidak mencintai aku, omong kosong apa ini Chayra?" protes Dafri dengan tertawa kecil. Tentu saja ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan Chayra tersebut.


"Aku ngak mengada - ngada, Dafri. Aku gak mencintai kamu lagi karena.. Sebenarnya.. Sudah ada lelaki lain yang mengisi hati aku." kata Chayra dengan suara yang lantang. Mendengar pengakuan Chayra barusan itu, membuat Dafri langsung terdiam dengan wajah yang memerah karena menahan amarah yang siap akan meledak...


...💦💦💦💦...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


.


__ADS_2