
Chayra Sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter dihari itu juga. Setelah pengakuan panjang lebar yang diucapkan oleh Clarissa tadi, tidak serta merta membuat Chayra langsung bisa menerimanya begitu saja. Chayra tidak banyak berkomentar, ia lebih memilih untuk diam sampai dokter masuk bersama kak Hilma dan memberitahu bahwa Chayra sudah diperbolehkan untuk pulang dan istirahat dirumah saja.
"Chayra, kamu pulang sama aku ya? Kita pulang kerumah," ujar Dafti sesaat setelah infus Chayra dilepaskan dan kak Hilma tampak sedang membereskan barang - barang Chayra.
"Maaf Dafri, untuk sementara aku tinggal dirumah kak Hilma saja." tolak Chayra.
"Ngak Chayra, aku gak izinin kamu untuk tinggal disana. Kita pulang ya? Kita lanjutkan pembicaraan kita bertiga dirumah saja." kata Dafri dengan melihat kearah Chayra dan Clarissa secara bergantian.
Kemudian Chayra melihat kearah Kak Hilma yang juga sedang memandangnya. Berharap kak Hilma mengeluarkan suara dan mengatakan ke Dafri agar Chayra tetap tinggal dirumahnya.
"Dafri, maaf.. Bukan maksud saya untuk ikut campur permasalahan rumah tangga kamu dengan Chayra. Tapi, Alangkah baiknya untuk beberapa hari ini Chayra istirahat dulu dirumah saya sampai kedaannya benar - benar pulih, biarlah pikiran Chayra agak tenang dulu. Setelah itu, barulah kamu bisa datang dan membawanya kembali kerumah." kata Kak Hilma memberikan saran.
Dafri tampak berpikir sejenak, sampai akhirnya ia pu menyetujui saran dari Kak Hilma tersebut. Maka jadilah Chayra pulang bersama kak Hilma sedangkan Dafri kembali pulang bersama Clarissa.
"Aku sudah berupaya semampu aku untuk membujuk Chayra, dan sekarang ini tergantung pada kamunya lagi, Daf. Bagaimana caranya agar Chayra bisa mau kembali tinggal dirumah kamu." kata Clarissa saat mereka sudah berada dimobil menuju ke rumahnya Dafri.
"Iya, Besok ataupun lusa aku akan datang ketempat Chayra menginap. Aku akan membujuknya lagi." kata Dafri dengan pandangan
__ADS_1
menatap lurus kedepan.
"Dan.. Terimakasih Clarissa atas bantuan kamu yang tadi," lanjut Dafri lagi seraya melihat kearah Clarissa yang sudah tersenyum dengan ikhlas.
"Sama - sama, Daf. Sudah menjadi kewajiban aku untuk membantu kamu untuk bersatu kembali dengan Chayra." kata Clarissa.
"Dan setelah ini, aku akan mengemasi baju aku. Aku akan kembali kerumah." kata Clarissa yang hanya ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Dafri.
...πΊπΊπΊπΊ...
Sedangkan dirumah kak Hilma, Chayra langsung saja masuk kedalam kamarnya. Kata dokter ia harus banyak istirahat dan tidak boleh terlalu banyak pikiran karena akan berpengaruh pada kandungannya yang masih begitu rentan.
Chayra membaringkan badannya dengan menutup mata, berharap ia bisa tidur dan melupakan sejenak permasalahan yang sedang menari - menari dipikirannya ini. Namun, tidak semudah yang dibayangkan. Saat matanya terpejam, bayangan tentang Dafri dan Clarissa pun seakan menari - nari dipelupuk matanya. Sehingga membuat Chayra kembali untuk membuka mata.
Selang beberapa menit kemudian, terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya. Ternyata Kak Hilma yang memanggil Chayra, Chayrapun membukakan pintu.
"Boleh kakak masuk, Chayra? Kamu belum mau tidur kan?" tanya Kak Hilma.
__ADS_1
"Tentu saja boleh donk kak, kebetulan Chayra juga belum bisa tidur." jawab Chayra dengan tersenyum manis.
"Chayra, kakak sudah dengar cerita dari Rama mengenai tujuan suami kamu dan wanita itu datang pagi tadi kerumah sakit. " kata kak Hilma membuka pembicaraan. Saat itu ia telah duduk dditepi tempat tidur.
"Dan.. Kalo boleh kakak berpendapat, tidak ada salahnya kamu kembali lagi ke suami kamu dan mempercayai apa yang sudah dikatakan oleh mereka berdua. Maksud mereka baik, apalagi Clarissa yang MasyaAllah dia sudah mulai berubah dan menunjukkan sisi baiknya dengan mengalah. Karena diapun sadar bahwa suami kamu tidak mencintai dirinya. CinTa si Dafri itu hanya untuk kamu, Chayra!" jelas kak Hilma dengan perlahan - lahan.
"Iya, kak.. Tapi Chayra masih ragu saja." lirih Chayra lalu menundukkan wajahnya.
"Kalau boleh kakak tau, apa yang membuat kamu masih ragu, Chayra?" tanya kak Hilma. Mendengar pertanyaan kak Hilma, membuat Chayra langsung menarik nafas panjang. Dan setelah itu, barulah ia ceritakan ke kak Hilma apa yang membuat hatinya masih ragu dan galau. Kak Hilma mendengarnya dengan seksama.
"Chayra, lebih baik kamu bawa sholat Istikharah meminta petunjuk kepadaNya. Mudah - mudahan saja, setelah kamu selesai sholat tersebut akan dibukakan jalan atas kegalauan dan permasalahan hati kamu ini." kata Kak Hilma dengan memberikan saran.
"Tapi, terlepas dari itu semua.. Kak minta agar kamu bisa mengikuti kata hati kamu ya. Karena kata dari hati kecil yang terdalam, tidak pernah mengecewakan." kata Kak Hilma seraya menyentuh lembut pundaknya Chayra.
"Iya, kak. InshaAllah.. Akan Chayra laksanakan saran yang Kakak berikan. Terimaksih ya kak karena sudah banyak membantu Chayra selama ini," ucap Chayra dengan mata yang berkaca - kaca.
"Iya, sama - sama Chayra." jawab Kak Hilma..
__ADS_1
...ππππ...
BERSAMBUNG...