Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 86


__ADS_3

Karena Chayra melarang Dafri untuk melaporkan Tante Siska ke Polisi, maka dengan begitu Tante Siska bebas dari hukuman. Meskipun Dafri masih belum bisa menerima keputusan Chayra tersebut, tapi Dafri juga tidak bisa memaksa Chayra. Karena keptusan Chayra sudah bulat, ia lebih memilih untuk berdamai dan memaafkan apa yang sudah diperbuat oleh Tante Siska kepadanya.


Setelah keputusan itu dibuat, Tante Siska langsung bersujud syukur dan tiada henti meminta maaf dan mengucapkan beribu - ribu kata terimakasih kepada Chayra.


"Terimakasih Chayra, terimakasih.. Kamu memang memiliki hati seperti malaikat. Sedikitpun kamu tidak menaruh dendam dan benci terhadap Tante. Maafkan tante ya Chayra sudah jahat sama kamu," ucap Tante Siska dengan wajah penuh penyesalannya itu.


"Iya, Tante. Sama - sama." sahut Chayra dengan tersenyum manis.


Beberapa saat kemudian, Chayra dan Dafri kembali melanjutkan tujuan utama mereka datang kesana yaitu Chayra yang ingin berbicara berdua saja dengan Clarissa. Maka, Clarissa membawa Chayra keteras depan. Sedangkan Dafri dan Tante Siska tetap berada didalam sana.


"Chayra, ada apa? Kamu mau bicara apa dengan aku? Sepertinya serius sekali," tanya Clarissa dengan rasa penasaran yang menyelimuti hatinya.


"Begini, Clarissa.. Jujur hati aku belum tenang, aku masih merasa gak enak sama kamu. Aku memikirkan perasaan kamu saat ini setelah berpisah dengan Dafri, Maaf Clarissa.. Aku benar - benar mintak maaf semuanya jadi seperti ini.." ungkap Chayra dengan mata yang mulai berkaca - kaca. Clarissa lantas tersenyum setelah mendengar pengungkapan yang dikatakan oleh Chayra tersebut. Dengan memegang tangan Chayra, Clarissa pun berujar....


"Chayra, kamu jangan merasa gimana - gimana ya. Apalagi minta maaf ke Aku, karena.. kamu gak pernah salah. Aku lah yang selama ini telah banyak berbuat salah sama kamu," ujar Clarissa mengakuinya.


"Dan.. Aku pun sadar Chayra, aku yang terlampau memaksa kan kehendak dan keinginan aku tanpa sedikitpun peduli dengan perasaan kamu." lanjut Clarissa lagi lalu tersenyum tipis.


"Tapi, Aku..."


"Chayra, sudahlah.. Aku sudah mengalah dan menyerahkan Dafri untuk kamu.." potong Clarissa yang tidak memberi kesempatan Chayra untuk menyanggah perkataannya.


"Berbahagialah kamu dengan Dafri, apalagi.. Kamu tengah mengandung anak Dafri saat ini kan? Allah itu maha Adil ya Chayra, Dia tahu.. Siapa yang lebih berhak dititipkan sosok janin di rahimnya. Wanita baik dan berhati lembut seperti kamulah yang berhak mendapatkan keberkahan ini, Chayra.." kata Clarissa yang tiada henti memuji - muji Chayra.


"Tapi, bagaimana dengan kamu sendiri Clarissa? Aku tahu, kamu pasti sedih kan? Karena kamu masih sangat mencintai Dafri, aku gak bisa bahagia diatas kesedihan dan penderitaan kamu Clarissa." kata Chayra dengan kesungguhan hatinya. Dan lagi - lagi sebuah senyuman kembali mengembang dibibirnya Clarissa.


"Kamu salah, Chayra. Siapa bilang aku sedih? Apalagi menderita? Tidak Chayra, aku gak sedih. Malahan.. Aku bahagia melihat kamu bahagia karena bisa kembali lagi dengan Dafri." kata Clarissa.

__ADS_1


"Benarkah begitu, Clarissa?" tanya Chayra yang masih tidak yakin dengan apa yang ia dengar dari mulutnya Clarissa.


"Ya benar.. Kamu pasti bingung kan kenapa aku bisa sekuat dan seyakin ini, Chayra?" tanya Clarissa kemudian tersenyum dengan misterius.


"Kenapa emangnya, Clarissa?" Chayra bertanya dengan penasaran.


"Karena seseorang sudah mengajari aku tentang keihklasan Chayra, bukan hanya sekedar mengajarkan saja sih tapi lebih ke mengayomi dan juga membimbing.. Aku banyak belajar dengannya akhir - akhir ini, makanya aku bisa setenang ini seperti yang kamu lihat kan?" kata Clarissa dengan mata yang berbinar - binar, seakan memancarkan kebahagian tersendiri dari sana.


"Siapa orang itu Clarissa?" Chayra bertanya lagi.


"Rama.. Ramalah orang itu, Chayra." jawab Clarissa dengan cepat dan lantang.


...💕💕💕💕...


Saat diperjalanan pulang, Chayra menceritakan ke Dafri tentang pembicaraannya dengan Clarissa tadi, termasuk tentang kedekatan Clarissa dengan Rama belakangan ini.


"Ya mudah - mudahan saja Dafri. Oya, Dafri.. kamu mau mengantarkan aku kerumah kak Hilma gak? Sekalian aku mau mengambil baju - baju aku yang masih ada disana." kata Chayra.


"Tentu sayang, kemana pun kamu mau.. Akan aku antar.." kata Dafri kemudian menatap Chayra dengan penuh kasih sayang.


"Oya, nantik malam aku ingin melihat calon debay kita ya. Kita ke tempat praktik, aku gak sabar mau melihatnya Chayra." kata Dafri yang langsung disetujui oleh Chayra.


Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di rumah kak Hilma. Tapi, sayangnya Kak Hilma tidak ada di rumah. Yang ada hanya Rama seorang diri yang kebetulan baru pulang kerja.


Rama sedikit terkejut dengan kedatangan Chayra bersama Dafri, lalu dengan ramah Ramapun mempersilahkan pasangan suami istri itu untuk masuk kedalam rumah kak Hilma.


"Rama, Sebelumnya aku mau ngucapin terimakasih sama kamu dan kak Hilma karena sudah sudi memberikan aku tempat tinggal beberapa hari kemarin. Dan maaf juga.. Karena aku sudah banyak merepotkan kamu dan kak Hilma selama aku tinggal disini." ucap CHayra setelah mereka ngobrol basa basi sejenak, setelah itu Chayra langsung memasang wajah seriusnya dengan berkata demikian.

__ADS_1


"Sama - sama Chyara, kami senang bisa membantu kamu. Apalagi kak Hilma, karena beliau sudah menganggap kamu seperti adiknya sendiri. Jadi kamu gak perlu merasa sungkan dan merasa gak enak, kamu sama sekali tidak pernah merepotkan kami kok, CHayra." kata Rama dengan tulus.


"Oya, aku ikut bahagia juga karena kalian bisa bersatu lagi. Semoga saja rumah tangga kalian langgeng sampai kapanpun, dan tidak ada lagi penghalang yang menghalanginya." kata Rama dengan tersenyum lebar.


"Aamiin.. Terimakasih banyak atas doanya Rama," ujar Dafri yang langsung mengaminkan ucapan Rama tersebut.


"Iya, Rama. Terimakasih doanya, tapi.. Ini semua berkat kamu. Kami berhutang budi sama kamu, Rama." kata Chayra lalu tersenyum simpul dengan melihat Dafri dan Rama secara bergantian.


"Berkat aku? Emang apa yang aku lakukan?" tanya Rama dengan mengerutkan keningnya, tanda bingung.


"Iya, karena kamu sudah berhasil menyentuh hati Clarissa Rama.." jawab Chayra. Rama langsung terdiam.


"Atas nasihat dan saran yang kamu berikan ke Clarissa, membuat pikiran dan hatinya terbuka. Kamu mengajari dia tentang keikhlasan dan juga ketulusan. Clarissa terlihat bahagia saat bercerita tentang kebaikan kamu, Rama." jelas Chayra.


"Clarissa yang berkata begitu?" tanya Rama lagi, dan Chayra langsung menganggukkan kepalanya.


"Semoga saja kamu dan Clarissa berjodoh Rama, kelihatannya kalian cocok." kata Dafri tiba - tiba menimpali. Rama langsung salah tingkah dengan menggaruk - garuk kepalanya yang tiba - tiba gatal..


...❣❣❣❣...


BERSAMBUNG...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2