
"Agghhh..." Chayra berteriak dengan kencang seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dafri yang melihat Chayra berada di kamarnya, langsung terperanjat kaget apalagi ketika menyadari bahwa dirinya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan ****** ***** saja. Maka Dafripun lantas bergegas masuk kembali kedalam kamar mandi.
"Kamu ngapain masuk ke kamar aku, Chayra??" dari dalam kamar mandi, Dafri berteriak. Chayra lalu menurunkan tangannya perlahan - lahan dan matanya melirik kearah kamar mandi. Setelah itu, Chayra bisa bernafas dengan lega setelah mengetahui bahwa Dafri sudah masuk kembali kedalam kamar mandi.
"Maaf.. Maaf.. Dafri, aku gak sengaja." ucap Chayra dengan merasa bersalah.
"Lebih baik kamu keluar sekarang dari kamar aku, karena handuk aku gak ada didalam kamar mandi." suruh Dafri masih dengan berteriak agar Chayra bisa mendengar suaranya dari dalam kamar mandi.
"Iya, Iya.." Chayra kemudian keluar dari kamar Dafri dengan berlari kecil.
Chayra kemudian terduduk lemas di sofa. Pemandangan yang baru saja ia lihat tadi benar - benar membuat dirinya agak syok. Meskipun apa yang ia lihat itu adalah halal karena Dafri suaminya yang sah, namun tetap saja Chayra merasa matanya sudah ternodai. Tidak seharusnya ia melihat Dafri setengah telanjang seperti itu, hal ini sangat memalukan sekali bagi Chayra. Chayra hanya bisa menepuk jidatnya berkali - kali, seakan menyesali kelancangannya yang main masuk saja kedalam kamar lelaki itu.
Selang beberapa menit kemudian, Dafri keluar dari kamarnya dengan sudah berpakaian lengkap. Melihat kedatangan Dafri, membuat Chayra langsung menundukkan wajahnya. Rasa malu masih menyelimutinya, dan ia yakin wajahnya pasti bersemu merah saat ini karena menahan malu.
"Ayok kita cari makan diluar, kamu pasti sudah lapar kan?" ajak Dafri tiba - tiba tanpa mengungkit kejadian tadi, ia bersikap seolah - olah kejadian memalukan tadi tidak pernah terjadi.
"Ayok Chayra!! Kamu mikirin apa sih?" kata Dafri dengan gusar karena melihat Chayra yang tidak beranjak dari sofa. Malahan ia terlihat seperti orang kebingungan.
"Iya, Iya..." sahut Chayra akhirnya lalu berjalan dibelakang Dafri yang sudah duluan menuju keluar rumah.
__ADS_1
Mereka berjalan kaki menuju restoran yang terletak tidak jauh dari tempat mereka menginap. Dafri berjalan duluan didepan, sedangkan Chayra lebih memilih berjalan dibelakang suaminya itu dengan langkah yang pelan. Chayra berjalan sambil menunduk sehingga ia tidak sadar saat Dafri menghentikan langkahnya secara mendadak. Dan Alhasil.. Chayra malah menabrak tubuh Dafri dari belakang.
"Aduuh..." desis Chayra seraya memegang kepalanya yang terjedot punggung bidangnya Dafri. Dan Dafri yang merasakan tubuh Chayra menabraknya dari belakang, lalu langsung saja membalikkan badannya dengan tatapan sedikit kesal.
"Kamu berjalan sambil melamun ya Chayra?" tegur Dafri akhirnya.
"Maaf Dafri, aku gak sengaja."kata Chayra seraya melihat wajah Dafri dengan takut - takut. Ia berani bertaruh, pasti Dafri begitu kesal dengan tingkah lakunya hari ini yang menurutnya sangat memalukan.
"Ya sudah, kita makan disini aja." kata Dafri lalu masuk kedalam restoran yang ada didepan mereka. Chayra mengikutinya dari belakang.
"Silahkan kamu pesan duluan," setelah mereka berada didalam restoran, Dafri lalu menyodorkan daftar makanan tersebut kepada Chayra. Chayra lalu menyebutkan makanan yang ia pesan kepada pelayan.
"Sudah, itu aja pesanan kamu?" tanya Dafri seraya menaikkan satu alisnya. Chayra hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu, kini giliran Dafri yang memesan makanan.
"Hmmm... Sekitaran 1 mingguan lah..." jawab Dafri tanpa memandang Chayra sedikitpun.
"1 minggu ya? Hhmmm..." desis Chayra dengan pelan. Tidak terbayang oleh Chayra ia akan menghabiskan waktu 1 minggu hanya berdua saja dengan Dafri disini. Sebenarnya Chayra senang dengan tempatnya yang sangat bagus dan indah, Chayra yang sangat suka dengan suasana di pantai tersebut. Dan ia merasa tidak sabar ingin berlari - larian ditepi pantai. Namun.. Yang tidak ia sukai adalah sikap dingin Dafri terhadapnya, Chayra pun menjadi serba salah dalam bersikap. Jika dirumah, ia bisa menghabiskan waktu dengan mengobrol sama buk Asih ataupun dengan Mamanya Dafri yang sangat ramah itu. Tapi, disini.. Chayra tidak yakin bisa mengobrol asyik dengan Dafri. Buktinya saat sekarang ini, dia hanya sibuk dengan ponselnya tanpa sedikitpun mengajak Chayra mengobrol.
"Kenapa emangnya? Kamu gak suka tempatnya?" tanya Dafri dengan melirik Chayra sekilas.
__ADS_1
"Tempatnya aku suka banget, Dafri. Pertama kali sampai tadi aku sudah terpesona dengan tempat ini. Sangat indah dan asri sekali. Dan aku jadi gak sabar mau ke pantai." ucap Chayra dengan mata berbinar - binar.
"Habis makan ini kita ke pantai, tapi jangan lama - lama karena sebentar lagi mau masuk maghrib." kata Dafri akhirnya. Chayra kemudian tersenyum dengan lebar.
Setelah selesai makan, merekapun menuju ke pantai. Wajah Chayra semakin berbinar - binar saat mereka sudah sampai dipinggir pantai.
"Woww... MasyaAllah, bagus banget Dafri..." ucap Chayra dengan histeris. Melihat kehisterisan istrinya itu Dafri hanya tersenyum tipis dengan sekali - sekali menggelengkan kepalanya.
Chayra berlari - lari kecil menyelusuri pinggir pantai tersebut, karena hari sudah sore maka tidak terlihat begitu ramai orang - orang yang ada disana. Sedangkan Dafri, cuman duduk saja dipasir putih tersebut sembari kembali memainkan ponselnya.
Karena saking asyiknya Chayra berlari - lari kecil, sehingga ia tidak sadar bahwa ia sudah berada lumayan jauh dari tempat Dafri duduk tadi.
Kemudian, Langkah Chayra terhenti saat melihat 3 orang laki - laki yang juga bermain air dipinggir pantai. Melihat kedatangan Chayra membuat mereka menghentikan aktifitasnya sejenak. Dan 2 dari mereka malah berjalan mendekati Chayra dengan tatapan yang agak lain. Tiba - tiba saja perasaan Chayra menjadi tak enak. Ia takut, 2 orang laki - laki itu akan berbuat yang tidak senonoh terhadapnya. Karena Chayra pernah diwanti - wanti oleh orang tuanya agar selalu berhati - hati dengan orang yang tidak dikenal apalagi laki - laki.
"Hai, Cewek Cantiik... Sendirian aja nih.." kata salah satu dari mereka yang menggoda Chayra. Dan temannya yang satu lagi hanya tertawa terkekeh kekeh. Chayra tidak menanggapi ucapan dari laki - laki tersebut, ia tetap berjalan menjauh dari mereka.
"Waduhh... Sombongnya, Cantik - cantik tapi sombong ya.." celetuk teman yang satunya lagi.
"Mau ditemanin gak main airnya??" teriak laki - laki itu lagi. Chayra masih tetap bungkam. Karena merasa dicuekin, salah satu laki - laki tersebut berlari kecil mendekati Chayra lalu memegang tangan Chayra. Sontak saja hal tiba - tiba itu membuat Chayra kaget, dan ia langsung saja mencoba melepaskan pegangan tangan laki - laki itu pada pergelangan tangannya. Namun, laki - laki itu memegang tangan Chayra dengan begitu kuat sehingga Chayra hanya bisa meringis kesakitan. Sampai akhirnya, tiba - tiba saja seseorang datang lalu mendorong tubuh laki - laki itu dengan kuat sehingga mau tak mau ia terpental dan melepaskan tangan Chayra.
__ADS_1
...💝💝💝💝...
Bersambung...