Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 56


__ADS_3

"Hai... Chayra!!" sapa Clarissa dengan tersenyum lebar melihat keterkagetan Chayra akan kedatangannya. Dafri yang mendengar suara Clarissa, lantas menghampiri ke pintu.


"Clarissa, Ngapain kamu disini?" tanya Dafri dengan gusar.


"Emangnya salah ya seorang istri menyusul suaminya? Jadi, gak perlu aku jawablah ya ngapain aku kesini, kalian bisa menilainya sendiri." kata Clarissa seraya melirik tas koper miliknya.


"Kamu mau tinggal disini?" tanya Dafri lagi dengan nada tak senang. Sedangkan Chayra hanya diam saja.


"Iyaa, Dafrii...!!" seru Clarissa dengan bersorak kegirangan lalu tanpa permisi ia masuk kedalam kamar Dafri.


"Woww... Kamar kamu besar juga ya sayang, baju - baju aku mau diletakkan dimana ni?" tanya Clarissa dengan melihat ke sekeliling kamarnya Dafri.


"Hei, Clarissa..!! Apa - apaan sih kamu? Siapa yang mengizinkan kamu tinggal disini? Apalagi tidur dikamar aku? Memang aneh kamu ini ya!" kata Dafri dengan kesal melihat tingkah Clarissa yang main nyelonong masuk saja kedalam kamarnya.


"Kenapa Emangnya? Aku istri kamu, baru juga tadi malam kita menikah, apa kamu lupa? Jadi aku juga berhak tinggal dan tidur dikamar kamu," kata Clarissa yang tidak mau kalah.


"Kamu ini ya,.." Dafri merasa tidak tahan lagi melihat Clarissa yang sengaja bertingkah seperti itu didepan Chayra.


"Dafri, sudahlah. Biar saja Clarissa tinggal disini." kata Chayra akhirnya seraya menyentuh bahu suaminya itu. Karena Chayra sudah berkata seperti itu dengan tatapan teduhnya itu sehingga membuat Dafri menghela nafas panjang seraya berujar...


"Baiklah, kamu boleh tinggal disini. Tapi, bukan berarti kamu tidur dikamar aku. Kamu tidur dikamar tamu yang diujung sana saja." kata Dafri dan kemudian mengangkat koper Clarissa menuju keluar. Clarissa langsung menyusul Dafri dan siap - siap akan protes.


"Aku gak mau, Daf. Kenapa bukan Chayra saja yang tidur dikamar tamu? Aku maunya disini saja, lebih nyaman." kata Clarissa seraya melirik kearah Chayra.


"Tidak bisa, Clarissa. Kamu ikuti saja kata aku, kamu tidur dikamar tamu." kata Dafri yang masih tetap dengan pendiriannya.


"Chayra, kamu saja yang dikamar tamu ya? bagaimana?" Clarissa malah bertanya ke Chayra yang hanya diam membisu.


"Tolonglah Chayra, kamu kan sudah merasakan tidur dikamarnya Dafri, aku juga ingin. Gak bisakah kamu mengalah?" tanya Clarissa dengan melototkan matanya.


"I-Iya, Ya sudah.. Dafri, gak apa - apa. Aku pindah kekamar tamu saja." kata Chayra ke Dafri.


"Tidak, Chayra!!" Dafri langsung menolaknya.


"Dafri, gak apa - apa. Sudahlah, aku gak mau ribut - ribut." kata Chayra dengar setengah berbisik kearah Dafri.

__ADS_1


"Tapi, Chayra..." kata Dafri yang belum bisa menerima Chayra untuk pindah kekamar tamu.


"Nah, Dafri. Kamu dengar sendiri kan? Chayra sendiri saja tidak keberatan untuk pindah kekamar tamu." kata Clarissa.


"Terserah kamulah Clarissa." kata Dafri akhirnya lalu menarik tangan Chayra keluar dari kamar tersebut.


...💦💦💦💦...


Maka jadilah Chayra yang mengalah dan memindahkan semua barangnya dikamar tamu. Chayra mengalah karena dia tidak ingin ribut Dengan Clarissa, apalagi jika Argantara tahu akan hal ini. Chayra yakin, Argantara tidak akan berpihak kepadanya.


Siang sampai malam Dafri ada jadwal USG di rumah sakit, maka tinggallah Chayra dan Clarissa berdua saja dirumah. Chayra yang sedang membuat cemilan di dapur, dikagetkan Dengan kedatangan Clarissa tiba - tiba.


"Chayra," Clarissa memanggil Chayra dengan nada ketus. Chayra langsung menoleh dan kemudian tersenyum ramah ke Clarissa.


"Jangan sok manis kamu, Chayra. Dafri gak ada juga." ujar Clarissa lalu duduk disana.


"Iya, kenapa Clarissa? Ada yang bisa aku bantu?" tanya Chayra dengan menawarkan diri.


"Ada. Aku mau mintak tolong sama kamu. Bisa kan?" kata Clarissa.


"Aku mau mintak tolong kamu jangan bermuka dua didepan Dafri." ucap Clarissa yang membuat Chayra langsung mengerutkan keningnya tanda bingung.


"Aku tahu, kamu mencari simpati Dafrikan makanya kamu mau mengalah dan tidur dikamar tamu? Kamu memang munafik ya Chayra!!" lanjut Clarissa lagi dengan menghujat Chayra.


"Clarissa, aku gak pernah mencari simpati Dafri." elak Chayra yang tidak terima dituduh seperti itu.


"Sudahlah.. Ngaku saja, Chayra! Sekarang aku tahu gimana liciknya kamu. Kamu dari awal memang sudah berniat untuk merebut Dafri dari aku kan? Sikap kamu yang seolah - olah lemah dan suka mengalah begini biar Dafri semakin berpikiran kalau kamu pantas untuk diperjuangkan. Tapi, untung saja nasib baik berpihak pada aku dengan menitipkan janin ini dirahim aku ini. Supaya apa? Supaya aku dan Dafri tidak dapat terpisahkan, karena ada anak diantara kami." jelas Clarissa dengan antusias.


"Clarissa, aku mengalah seperti ini karena aku gak mau ribut sama kamu. Bukan berarti aku sok baik ataupun apa yang ada dipikiran kamu itu. Kamu salah dalam menilai aku, Clarissa." kata Chayra dan kali ini lebih menaikkan nada bicaranya. Karena Chayra juga tidak mau dirinya disalahkan terus - terusan.


"Sudahlah Clarissa, aku gak mau lagi berdebat sama kamu." sambung Chayra dan kemudian kembali melanjutkan kegiatannya lagi.


Tapi, Clarissa yang tidak puas hati malah menarik badan Chayra dengan kasar agar berhenti melakukan kesibukannya di dapur itu.


"Tapi, aku suka berdebat sama kamu." ujarnya dengan penuh kebencian. Chayra hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya atas sikap arogan yang baru saja ditunjukkan oleh wanita itu.

__ADS_1


...💦💦💦💦...


Hari berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa sudah 1 minggu Clarissa tinggal dirumahnya Dafri. Dan selama itu pula, Clarissa bersikap semena - mena terhadap Chayra saat Dafri tidak dirumah.


Tapi, sekalipun Chayra tidak pernah membalas ataupun mengadunya ke Dafri.


Chayra masih tetap sabar dan bertahan karena perhatian dan rasa kasih sayang Dafri masih tetap sama terhadapnya bahkan lebih. Namun, itu tidak juga membuat dia berbesar hati. Chayra tetap juga menyarankan Dafri agar bersikap baik dan lembut ke Clarissa, apalagi ia saat ini tengah mengandung.


"Dafri, kamu jangan terlalu keras dan kasar dengan Clarissa. Bagaimanapun dia saat ini tengah mengandung anak kamu. Perasaan ibu hamil itu terkadang sangat sensitif, kita yang harus memakluminya dengan menjaga perasaannya." nasihat Chayra saat Dafri datang ke kamarnya dan mengeluhkan sikap Clarissa yang membuat ia jengkel.


"Ya.. Dia selalu menjadikan kehamilan dia ini sebagai alat untuk memperbudak aku dan juga kamu pastinya kan? Coba kamu jujur Chayra, apa saja yang telah ia lakukan ke kamu saat aku gak dirumah?" tanya Dafri dengan penuh selidik.


"Sudahlah Dafri, tidak ada yang perlu aku jujur kan ke kamu tentang Clarissa." elak Chayra yang merasa enggan untuk bercerita.


"Aku cuman gak mau saja dia bersikap semena - mena sama kamu, sayang." kata Dafri seraya membelai - belai rambut Chayra.


"Clarissa gak semena - mena kok sama Aku Daf, kamu tenang saja. Jangan khawatir kan aku." kata Chayra berusaha menenangkan hati suaminya yang sedang risau itu.


"Aku tidak ingin sebenarnya seperti ini, Chayra. Aku juga merasa serba salah. Dan terkadang terlintas dipikiran aku ini, ada keinginan untuk menceraikan Clarissa setelah melahirkan anak aku nantik. Bagaimana menurut kamu?" tanya Dafri dengan meminta pendapat ke Chayra.


"Dafrii... Kamu gak boleh punya keinginan seperti itu, Apalagi Clarissa yang nantinya sudah bersusah payah melahirkan anak kamu, dan kamu.. Dengan teganya malah menceraikannya dia? Jangan seperti itu, Dafri. Kasihan Clarissa.." kata Chayra dengan nada yang tulus.


"Chayra, aku memikirkan perasaan kamu.. Bagaimana dengan kamu? Sampai kapan kamu bisa bertahan menghadapi sikap Clarissa yang semena - mena ini? Dan.. Jujur aku takut, kamu yang tidak bisa bertahan dan akhirnya malah meninggalkan aku. Itu yang aku takutkan." kata Dafri dengan wajah galaunya.


"Aku takut kamu lelah menjalani rumah tangga yang seperti ini, hingga akhirnya kamu menyerah dan pergi dari aku.." lanjut Dafri lagi dan kemudian menatap Chayra dengan erat. Mendengar perkataan Dafri itu, membuat Chayra terdiam sejenak dan berpikir.


Lalu bersamaan dengan itu pula, terdengar suara jeritan Clarissa dari kamarnya Dafri. Suara jeritan minta tolong..


...💞💞💞💞...


BERSAMBUNG...


.


.

__ADS_1


__ADS_2