Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
Eps 29 // KEHILANGAN CHAYRA


__ADS_3

"Clarissa, Daf..!! Bukan Chayra!!" ujar Clarissa yang ternyata dirinya lah yang mengetuk pintu kamar Dafri. Dan Dafri langsung tercengang dengan kedatangan Clarissa yang tiba - tiba itu.


"Maaf, Maaf Clarissa. Aku pikir kamu Chayra" kata Dafri dengan gelagapan.


"Oya? Kok bisa gitu, Daf? Apa karena sering bersama Chayra akhir - akhir ini sehingga membuat kamu tidak bisa membedakan antara aku dengan Chayra ya?" tanya Clarissa dengan sinis.


"Bukan begitu maksud aku, Clarissa.." sanggah Dafri langsung karena sudah merasakan gelagat Clarissa yang akan marah.


"Lalu, Apa? Kenapa kamu seperti sedang kebingungan gitu?" tanya Calrissa lagi dan kemudian masuk kedalam kamarnya Dafri.


"Ya.. gimana aku gak bingung, tadi aku baru bangun tidur... Tapi, Tiba - tiba aja aku melihat pakaian Chayra tidak ada didalam lemari. Chayra kabur, Clarissa...!!" kata Dafri yang terdengar nada kerisauan dari ucapannya.


"Oh Ya? Bagus donk..!!" kata Clarissa yang langsung menanggapi Dengan cepat. Wajah Dafri seketika berubah mendengar ucapan Clarissa barusan itu.


"Clarissa, gak seharusnya kamu berkata seperti itu." protes Dafri.


"Kenapa emangnya? Bukannya bagus Chayra pergi, Daf. Dengan begitu, baik kamu maupun aku gak perlu repot - repot lagi menyuruh dia untuk pergi dari kehidupan kita berdua. Berarti Chayra cukup tau diri dengan posisinya saat ini," jelas Clarissa. Dafri langsung dibuat geleng - geleng kepala mendengar ucapan yang terlontar dari mulutnya Clarissa.


"Aku gak nyangka kamu bisa berbicara seperti ini, Clarissa. Sedikitpun kamu tidak ada rasa peduli dengan Chayra, kemana dan bagaimana dia diluar sana? Dia baru dikota ini, kalau terjadi sesuatu hal yang membahayakan dia gimana?" tanya Dafri setengah membentak. Tanpa menunggu jawaban dari Clarissa, Dafripun langsung siap - siap dengan memakai bajunya.


"Kamu mau kemana, Daf?" tanya Clarissa.


"Aku mau cari Chayra." jawab Dafri dan kemudian menyambar kunci mobil diatas meja riasnya dan setelah itu bergegas menuju kepintu. Namun, Clarissa segera mencegah Dafri untuk pergi dengan menahan tangannya.


"Jangan pergi, Daf..!!" cegah Clarissa dengan kedua bola matamu yang bulat itu sudah mulai berkaca - kaca.


"Clarissa, lepas..!! Biarkan aku mencari Chayra dulu," pinta Dafri dengan suara yang tegas. Namun, Clarissa sama sekali tidak melepaskan tangan Dafri, malahan bertambah kuat ia menahannya.


"Kamu ini, apa - apaan sih Clarissa? Kenapa kamu tiba - tiba jadi berubah seperti ini?" gerutu Dafri yang tidak suka dengan sikap Clarissa yang melarangnya untuk pergi.

__ADS_1


"Kamu yang berubah, Dafri. Bukan aku..!!!" kata Clarissa dengan sedikit menjerit.


"Sedikitpun kamu gak mempedulikan aku, Dafri. Aku yang duluan menjadi istri kamu, kenapa sekarang malah Chayra yang kamu prioritaskan?" Lanjut Clarissa lagi dengan suara nyaring. Ia menatap Dafri dengan air mata yang siap akan tumpah, sungguh Clarissa merasakan kepedihan dihatinya ketika melihat kekasihnya itu malah mempedulikan wanita lain. Clarissa merasa inilah saat yang paling menyedihkan selama ia menjalani hubungan dengan Dafri. Sebelumnya tidak pernah, karena tidak pernah ada orang ketiga didalam hubungan mereka.


Melihat Clarissa yang sudah berlinangan air mata seperti itu, membuat Dafri merasa iba dan tidak tega. Dafripun menurunkan sedikit egonya dan kemudian memegang pipi Clarissa dengan lembut.


"Clarissa, maaf.. Aku benar - benar minta maaf. Bukannya aku gak peduli dengan kamu, Clarissa. Mana mungkin aku bisa gak peduli lagi sama kamu, Kamu jangan pernah berpikiran seperti itu." kata Dafri dengan suara yang lembut seraya menyeka air mata Clarissa yang sudah mengalir dengan deras di pipinya.


"Terus, kenapa kamu pergi mencari Dia, Daf? Biar saja dia pergi, untuk apa lagi kamu mempertahankan dia disini? Kamu masih cinta sama aku kan Dafri? Atau jangan - jangan.. Kamu sudah jatuh cinta sama Chayra? Benarkah begitu, Daf?" tanya Clarissa dengan suara tangisannya yang mulai pecah lagi. Dafri langsung saja memeluk Clarissa, untuk meredakan emosi dan tangisannya yang menggebu - gebu itu.


"Yang jelas aku masih sangat mencintai kamu, Clarissa. Sudah ya? Kamu jangan menangis lagi, aku gak akan kemana - mana." putus Dafri akhirnya dengan masih memeluk erat Clarissa sembari mengelus - elus punggungnya.


...💦💦💦💦...


Setelah Dafri berhasil menenangkan hati Clarissa dan mengantarkannya pulang kerumah, kemudian Dafri kembali lagi bergegas pulang kerumahnya dan langsung menuju ke dapur. Ia mencari bik Asih, pembantu dirumah tersebut.


"Bik, Bik Asih.." panggil Dafri dengan langkah kaki yang tergesa - gesa. Bik Asih yang sedang memasak sedikit kaget mendengar suara majikannya tersebut.


"Bik Asih ada lihat Chayra tadi pagi ataupun subuh keluar dari rumah gak?" tanya Dafri dengan satu kali tarikan nafas saja.


Bik Asik tampak berpikir sejenak, dan akhirnya dia pun kembali berujar dengan ekspresi kaget.


"Iya, Den. Ada.. Bibik ada lihat non Chayra keluar dari rumah subuh tadi. Non Chayra bawa koper besar dan dijemput dengan orang pakai mobil" jelas Bik Asih.


"Jadi Chayra dijemput seseorang? Siapa Bik?" tanya Dafri penasaran.


"Nah, kalau itu Bibik gak tahu Den. Karena orangnya gak keluar dari mobil, sedangkan Non Chayra langsung saja masuk kedalam mobil itu." jawab Bik Asih apa adanya.


"Terus bik Asih tau kan ciri - ciri mobilnya seperti apa? Warna mobilnya ataupun nomor flat mobilnya gitu?" tanya Dafri lagi penuh selidik.

__ADS_1


"Ee.. Kalau itu bibik gak tahu den, karena hari masih gelap, jadi gak kelihatan." jawab Bik Asih dengan nyengir kudanya.


"Ya sudah, terimakasih infonya bik." kata Dafri dan lalu bergegas kembali ke keluar rumah dan kemudian masuk kedalam mobilnya.


"Apa Chayra dijemput dengan temannya yang beranama Sarah itu ya?" gumam Dafri setelah mobilnya melaju meninggalkan rumahnya.


Dafri tidak tahu harus mulai mencari Chayra kemana. Ia yang selama ini begitu cuek tentang kehidupan Chayra, sampai - sampai Chayra yang sudah beberapa kali pergi mengunjungi temannya itu, namun Dafri sama sekali tidak pernah bertanya dimana rumah temannya tersebut. Dafri seakan menyesali dirinya yang terlalu cuek dengan Chayra.


"Chayra, kamu kemana? Kenapa kamu pergi tidak memberitahu aku? Dan.. Kenapa kamu harus pergi?" Dafri kembali bergumam kecil. Ia terus melajukan mobilnya dijalan raya, tanpa tau tujuan akan kemana dibawanya mobil tersebut. Ia juga tidak berhenti menghubungi nomor Chayra yang sama sekali belum aktif. Dafripun yakin bahwa Chayra pasti sudah mengganti kartunya.


Sampai akhirnya, Dafri kembali pulang kerumah dengan tangan kosong. Saat masuk dan melewati ruang tamu, Dafri berpapasan dengan Papanya.


"Pa, Kebetulan ketemu Papa. Dafri mau minta izin." kata Dafri ke Papanya. Argantara langsung menatap Dafri dengan bingung?


"Mau kemana Dafri?" tanya Argantara.


"Dafri mau mencari Chayra kerumah orang tuanya, Pa. Papa belum tahu ya? Chayra kabur Pa, subuh - subuh tadi dia pergi dari rumah dengan membawa semua barang - barangnya." jelas Dafri.


"Papa tahu." sahut Argantara dan kemudian berjalan menuju ke kursi tamu dan lalu duduk disana. Dafri mengikuti Papanya.


"Karena Papa ketemu Chayra sebelum dia pergi," lanjut Argantara lagi dengan wajah yang serius.


"Apa? Papa tau Chayra akan pergi tapi Papa sama sekali tidak mencegahnya?" tanya Dafri terdengar kesal atas ucapan Papanya itu.


"Dafri, biarkan saja Chayra pergi. Biar dia kembali kerumah orang tuanya. Tidak perlu kamu mencari Chayra, cukup kamu kirimkan saja surat cerai kerumahnya. Bukankah itu yang selama ini kalian inginkan bukan? Mama sudah meninggal, jadi tidak ada lagi yanga jadi penghalang antara hubungan kamu dengan Clarissa. Kamu ceraikan saja Chayra, Dafri." jelas Argantara. Dan Dafripun hanya terdiam dengan menelan ludahnya yang terasa sangat pahit...


...💦💦💦💦...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


.


__ADS_2