
Dafri dibangunkan oleh suara adzan yang berkumandang dengan merdu. Perlahan - lahan ia membuka matanya yang masih terasa berat. Setelah matanya terbuka, barulah ia sadar bahwa matanya sudah basah. Ternyata ia menangis didalam tidurnya. Menangis karena rasa rindu yang tak terbendung lagi terhadap Chayra. Mengingat Chayra, membuat hatinya kembali menjadi ngilu tak tertahankan.
Dafri kemudian bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk berwudhu, biasanya Chayra selalu bangun lebih awal darinya. Mereka selalu menyempatkan diri untuk sholat subuh berjamaah. Tapi, Kini Dafri merasa kesepian tanpa ada Chayra di sisinya saat ia terjaga dari tidur. Meskipun diatas tempat tidur sana ada Clarissa, namun sedikitpun tidak bisa menggantikan Chayra dihatinya.
Tanpa membangunkan Clarissa yang masih tidur dengan nyenyak, Maka Dafripun menunaikan sholat subuh seorang diri. Selang beberapa menit kemudian, Clarissa bangun dan matanya langsung tertuju kearah Dafri yang tengah sholat. Clarissa kemudian duduk sembari masih memperhatikan Dafri dengan seksama.
"Kenapa kamu gak bangunin aku untuk sholat, Daf?" tanya Clarissa sesaat setelah Dafri selesai sholat dan berdoa. Dafri yang tidak tahu bahwa Clarissa sudah bangun, langsung saja membalikkan badannya.
"Kamu sudah bangun, Clarissa? Maaf, aku gak enak bangunin kamu" jawab Dafri, kemudian berdiri dan melipat sajadahnya.
"Kenapa gak enak? Aku kan istri kamu, kamu gak mau mengajak aku melakukan ibadah bersama - sama?" tanya Clarissa lagi. Ditanya Seperti itu, membuat Dafri langsung menghela nafas panjang.
"Ya sudah, waktu subuh masih banyak. Kamu sholatlah dulu, Clarissa.." ujar Dafri dengan cuek. Namun, Clarissa tidak langsung beranjak dari sana. Ia menatap Dafri dengan tajam, ia perhatikan setiap gerak gerik yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Dafriii..." Clarissa kembali memanggil Dafri yang akan keluar dari kamarnya.
"Hhmmm..." gumam Dafri dengan malas - malasan seraya menoleh kearah Clarissa.
"Kamu mau kemana?" tanya Clarissa.
"Aku mau cari udara segar diluar, karena didalam kamarnya ini membuat pikiran aku kalut dan dada aku juga sesak." jawab Dafri seadanya.
"Siapa yang membuat pikiran kamu kalut dan dada kamu sesak? Aku atau Chayra?" tanya Clarissa lagi dengan nada ketus.
__ADS_1
"Aku sedang tidak ingin membahasnya Clarissa." Kata Dafri dengan kesal.
"Tapi, Aku ingin membahasnya!!" teriak Clarissa dengan tidak kalah kesalnya. Mendengar jeritan dari Clarissa tersebut, membuat Dafri mendengus kesal seraya menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Jangan mulai lagi Clarissa. Aku gak mau berdebat panjang sama kamu. Oke?" kata Dafri dan setelah itu meraih gagang pintu kamarnya.
"Tunggu Dafri, Jangan pergi dulu." Clarissa kembali mencegah Dafri untuk keluar dari kamar.
"Apa lagi Clarissa??" tanya Dafri Dengan kesal.
"Aku ingin kamu menceraikan aku." kata Clarissa dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
...💦💦💦💦...
Clarissa yakin, Pasti Dafri beranggapan bahwa Clarissa cuman mengancamnya saja dan ujung - ujungnya mengajak ribut. Mungkin saja Dafri ingin menghindar dari konflik yang bisa membuat kesehatan Clarissa menjadi down lagi. Tapi, sebenarnya tidaklah begitu. Clarissa ingin bicara dari hati ke hati ke Dafri. Clarissa tidak ingin perdebatan, apalagi memancing keributan. Tidak..!! Clarissa hanya ingin mengutarakan apa yang ia rasakan saat ini.
Siang itu, untuk mengusir kesuntukannya dirumah karena ditinggal Dafri bekerja, maka Clarissa memutuskan pergi berjalan - jalan keluar. Karena semenjak ia keguguran dan setelah itu dirawat sampai beberapa hari dirumah sakit maupun dirumah, Clarsisa tidak pernah lagi keluar bersama teman - temannya. Padahal sebelumnya hampir setiap minggu ia selalu menghabiskan waktu untuk sekedar nongkrong di cafe ataupun belanja di mol dengan salah satu teman akrabnya yang bernama Shera.
Saat itu pula, Clarissa menyuruh Shera untuk menjemput dirinya kerumah. Dan dengan senang hati Shera datang menjemput Clarissa kerumah Dafri.
"Woww... Kaya juga suami kamu ternyata ya Clarissa, Rumahnya besar." ucap Shera dengan takjub setelah ia sampai dirumah Clarissa. Namun, Clarissa hanya tersenyum tipis saja. Ia seakan malas membahas yang berkaitan dengan suaminya itu saat ini.
"Kita mau kemana dulu nih?" tanya Clarissa sesaat setelah mereka berada didalam mobil yang dikemudikan oleh Shera.
__ADS_1
"Kita makan dulu lah ya, kamu pasti belum makan siang kan? Setelah itu, aku mau ngajak kamu ke rumah abang aku. Karena Hari ini kebetulan ada acara ulang tahun anaknya dirumah mereka." kata Shera dengan mengajak Clarissa.
Clarissa hanya menuruti saja ajakan dari teman dekatnya itu, karena dia juga butuh hiburan saat ini. Sebab permasalahannya beberapa hari belakangan ini cukup membuat ia stress dan bahkan hampir gila.
"Oya, Clarissa. Aku heran, kenapa sih kamu gak bikin resepsi pernikahan kamu dengan Dafri? Padahal dilihat dari rumahnya suamimu itu tadi, mereka berasal dari keluarga yang sangat kaya. Ngak mungkin lah mereka gak mampu cuman sekedar bikin pesta pernikahan." tanya Shera dengan heran. Sebenarnya sudah lama dia ingin bertanya tentang ini ke Clarissa, namun belum kesampaian. Ditanya seperti itu, wajah Clarissa langsung berubah.
"Shera, bisa tidak kita bahas yang lain saja? Jangan tentang pernikahan aku." kata Clarissa dengan nada tidak senang.
"Oh, Gitu ya? Kenapa memangnya? kamu ada masalah ya dengan Dafri?" Shera bertanya lagi.
"Iya, Tapi aku gak mau membahasnya. Kita bicarakan yang lain saja. Oke?" kata Clarissa dan dengan terpaksa Shera hanya mengiyakan saja meskipun didalam hatinya ia merasa sangat penasaran.
Setelah makan siang, Shera lalu mengajak Clarissa untuk menghadiri acara ulang tahun keponakannya. Dan selang beberapa menit kemudian, merekapun sampai disebuah rumah sederhana yang ditinggalin oleh Abang Shera beserta istrinya.
Tamu undangan yang kebanyakan anak - anak sudah tampak berdatangan kerumah tersebut. Shera kemudian mengajak Clarissa untuk masuk kedalam rumah abangnya. Setelah berada didalam rumah, seorang anak kecil berumur sekitar 6 tahunan berlari kearah Shera dengan sangat girang. Dan Clarissa yakin itu pasti keponakan Shera yang tampak imut dan cantik dengan baju frozen yang ia gunakan.
Setelah mengobrol - ngobrol dengan gadis kecil itu dan juga dengan kedua orang tuanya, lalu Clarissapun mencari tempat duduk agak jauh dari tamu undangan karena acara akan dimulai. Saat acara berlangsung itulah, tanpa diduga mata Clarissa tiba - tiba saja menangkap sesosok wanita yang sangat ia kenali berada didalam rumah itu juga dan bahkan ikut merayakan ulang tahun keponakannya. Awalnya Clarissa pikir wanita itu cuman mirip saja, namun.. Setelah Clarissa perhatikan baik - baik dan ternyata wanita itu bukan hanya sekedar mirip tapi memang persis. Apalagi saat pandangan mereka beradu, wanita itu juga melihat kearah Clarissa dengan ekspresi yang sama kaget nya dengan Clarissa.
...💟💟💟💟...
BERSAMBUNG...
.
__ADS_1
.