Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 53


__ADS_3

Ternyata benar apa yang dikatakan Clarissa ke Mamanya bahwa Dafri akan secepatnya mengubungi Clarissa. Buktinya.. keesokan harinya, Dafri menelpon Clarissa dan mengatakan ia akan datang bersama Papanya untuk melamar Clarissa sekaligus membicarakan tentang pernikahan mereka.


Maka tibalah dihari itu dimana Dafri dan Argantara pergi kerumah Clarissa untuk melamar wanita tersebut. Sebelum pergi kesana, Dafri meminta izin ke Chayra dengan wajah yang sayu.


"Sayang.. Aku mohon izin, seharusnya ini tidak terjadi. Aku sungguh menyesalinya, tapi..."


"Dafrii.. sudahlah, Gak ada yang perlu disesali lagi." potong Chayra langsung dengan menyentuh pipi suaminya itu.


"Sifat sabar dan ikhlas kamu inilah yang semakin menawan aku, Chayra. Yang membuat aku merasa sangat bersalah karena hanya bisa memberikan luka dihati kamu." kata Dafri dengan memegang tangan Chayra yang berada di pipinya.


"Tapi, percayalah Chayra. Sampai detik ini, rasa cinta dan sayang aku hanya untuk kamu. Sedikitpun aku sudah tak lagi menyimpan perasaan itu untuk Clarissa. Tidak ada sama sekali, kamu yakin dan percaya sama aku kan?" tanya Dafri dengan menatap erat wajah Chayra.


"Iya, Aku percaya sama kamu Dafri." jawab Chayra seraya mengangguk - anggukkan kepalanya.


"Dan satu hal lagi yang harus kamu ketahui sayang, aku mau menikah dengan Clarissa cuman karena rasa tanggung jawab aku terhadap janin yang dikandung oleh Clarissa, karena janin itu adalah darah daging aku. Sedangkan ke Clarissa sendiri.. Sedikitpun aku tidak ada lagi rasa terhadapnya, karena itu kamu tenang saja ya sayang.. Aku akan tetap setia sama kamu, hati aku masih utuh untuk kamu Chayra. Hanya untuk kamu.." jelas Dafri yang masih menatap wajah Chayra dalam - dalam.


Tapi, Chayra hanya diam. Tidak memberi jawaban apapun atas perkataan Dafri tersebut. Meskipun terdengar sangat menyakinkan, namun tidak dipungkiri Chayra juga takut dan tidak ingin terlalu mempercayainya. Ia takut kecewa. Ya.. Chayra takut jika Dafri tidak bisa menjaga kesetiaannya. Karena bagaimanapun, Clarissa sendiri pernah bersemayam dihatinya Dafri. Jauh sebelum menikah dengan dirinya, Dafri sudah menikah siri dengan Clarissa dan mereka saling mencintai kala itu.


Sebelum akhirnya Dafri benar - benar pergi kerumahnya Clarissa, ia kembali menegaskan ke Chayra bahwa dia akan tetap setia dengan Chayra dan tidak akan pernah menyentuh Clarissa.


Chayra tidak tahu apakah harus senang atau bagaimana dengan penegasan Dafri itu, makanya Chayra hanya diam tanpa menjawab apapun. Karena saat ini, yang Chayra butuhkan bukan hanya kata - kata saja tapi bukti dan tindakan nyata.


Setelah mengatakan itu, Dafripun bergegas turun kebawah karena ia mendengar Argantara sudah berteriak memanggil dirinya agar segera turun dan berangkat kerumahnya Clarissa.


Beberapa menit kemudian, merekapun sampai dirumah keluarga Clarissa. Mereka langsung disambut dengan ramah oleh Siska dan juga Bayu yaitu adik dari Siska sendiri yang akan menajadi wali pengganti dari Papanya Clarissa yang sudah meninggal dunia.


Setelah mereka berbasa - basi dengan saling menyapa dan menanyai kabar masing - masing, maka tibalah saatnya mereka membahas mengenai pernikahan Clarissa dan Dafri.

__ADS_1


Siska meminta pesta pernikahan Clarissa nantiknya diadakan digedung ataupun hotel yang mewah. Ia ingin membuat acara yang besar dan mengundang orang yang banyak.


"Tante, saya rasa itu terlalu berlebihan. Saya gak mau dibikin acara mewah dengan mengundang banyak orang. Cukup acara sederhana saja dirumahnya tante, kalau perlu cuma akad nikah saja. Tanpa adanya resepsi segala." tegas Dafri yang langsung disambut protes oleh mereka semua.


"Apa - apaan kamu ini, Dafri. Kamu harus berlaku adil, dengan Chayra kamu mau buat pesta pernikahan yang mewah dan bersanding dengannya, seharusnya sama Clarissa lebih dari itu." ujar Argantara yang langsung disetujui oleh Siska.


"Ya sudah kalau begitu saya tidak jadi saja menikahi Clarissa. Saya akan tetap bertanggung jawab dengan kehamilan Clarissa, tapi tanpa harus menikahinya." putus Dafri akhirnya lalu berdiri dari tempat duduknya. Argantara terlihat marah sekali dengan Dafri, baru saja Argantara akan mengeluarkan sumpah serapahnya ke Dafri namun Clarissa lebih dulu mengeluarkan suara.


"Ma, Om. Sudahlah.. Jangan berdebat lagi. Clarissa setuju dengan Dafri. Tidak perlu pesta pernikahan yang besar, cukup akad nikah sederhana saja dirumah." kata Clarissa sembari melihat kearah Mamanya yang sedang melotot marah kepadanya.


"Ma, yang penting kami menikah. Sah dimata agama dan juga negara, dan yang terpenting juga janin ini diakui oleh Ayahnya." kata Clarissa lalu mengalihkan pandangannya dengan melihat kearah Dafri. Namun, dipandangi seperti itu.. Membuat Dafri langsung saja membuang muka. Sebisa mungkin Dafri tidak mau terpengaruh dengan mulut dan sikap manis yang barusan ditunjukkan wanita tersebut.


Maka akhirnya karena Clarissa sudah memutuskan seperti itu, sehingga mereka tidak lagi membahas tentang pesta pernikahan. Pembicaraan beralih tentang kapan akad nikahnya dilaksanakan. Mama Clarissa menginginkan akad nikah diadakan minggu depan. Semuanya menyetujuinya, begitu pula Dafri yang tidak begitu memperdulikannya. Karena cepat atau lambat, dia akan tetap juga menikahi Clarissa.


Setelah semuanya selesai dibahas, maka Dafri pun buru - buru pamit keluar dari ruang tamu dan kemudian ia duduk diteras seorang diri. Sedangkan Papanya masih berada didalam, ia sedang asyik berbincang - bincang dengan Om nya Clarissa.


"Daf..." panggil Clarissa yang melihat Dafri sedang sibuk dengan ponselnya, sedikitpun Dafri tidak mengalihkan wajahnya untuk melihat kearah Clarissa. Padahal Clarissa tahu dan yakin bahwa Dafri sudah menyadari keberadaannya di sana.


"Dafrii.." Clarissa kembali memanggil Dafri dan kali ini dengan suara yang agak kuat seraya tangannya menyentuh lembut pundak Dafri.


"Turunkan tangan kamu, Clarissa..!!" bentak Dafri dengan garang. Clarissa pun langsung menurunkan tangannya.


"Iya, Maaf Dafri. Tapi, kamu jangan garang gitu donk. Aku jadi takut lihatnya." kata Clarissa dengan suara yang lembut. Tapi, Dafri sama sekali tidak menggubrisnya.


"Dafri, kamu ingat tidak awal pertemuan kita waktu dulu? Pertemuan yang tak terduga, kita yang gak sengaja saling tabrakan saat itu. Kalau diingat - ingat, lucu juga ya.." kenang Clarissa dengan senyum - senyum sendiri. Clarissa sedang berusaha menarik perhatian Dafri lagi dengan mengingatkan lelaki itu tentang pertemuan pertama mereka pada kala itu.


"Teruuss.. Saat kamu mengatakan cinta ke aku, wajah kamu saat itu pucat sekali. Aku sampai ngeri ngelihatnya, kamu pucat seperti mayat hidup." lanjut Clarissa lagi dan kali ini dengan tertawa lepas.

__ADS_1


"Tapi, setelah aku memberikan jawaban bahwa aku menerima kamu.. Nah, kamunya langsung berlonjak - lonjak kegirangan, seperti seorang anak kecil yang sangat bahagia sekali karena mendapatkan mainan kesukaannya." Clarissa masih terus bernostalgia tentang kenangannya bersama Dafri.


"Dan Pernah juga kamu,.."


"Stopp, Clarissa...!!" Dafri langsung memotong ucapan Clarissa.


"Kamu masuklah kedalam, jangan ganggu aku." usir Dafri dengan menatap tajam kearah Clarissa. Tapi, bukannya pergi Clarissa malah semakin menekan Dafri.


"Daf... Kamu kenapa sih seperti ini ke aku? Kamu berubah semenjak kenal dengan Chayra, apa yang sudah dilakukan wanita itu sehingga sedikipun kamu tidak lagi mempedulikan aku?" kata Clarissa dengan berapi - apa dan malah membawa - bawa nama Chayra.


"Aku sayang sama kamu Dafri, sedangkan kamu? Apakah tidak ada lagi sedikitpun rasa sayang dan cinta kamu itu untuk aku ha?" lanjut Clarissa lagi dengan bertanya.


"Cuman karena kesalahan kecil yang telah aku perbuat, kamu jadi bersikap seperti ini ke aku. Aku sudah mintak maaf sama kamu, dan berkali - kali aku katakan bahwa aku gak pernah punya niat untuk mencelakai Mama kamu. Gak pernah Dafri, jadi aku mohon sama kamu.. Tolonglah mengerti aku, tolong buka lagi hati kamu untuk aku. Tolong maafkan aku." pinta Clarissa dengan memohon.


Telinga Dafri seakan panas mendengar Ucapan dari Clarissa barusan itu. Dengan menyunggingkan senyum getirnya, Dafripun kemudian mengeluarkan suaranya.


"Kesalahan kecil ya? Kecil bagi kamu, tapi besar bagi aku..!!" ketus Dafri.


"Oke, mungkin suatu saat nantik aku akan memaafkan kamu atas kesalahan kamu itu. Tapi, jika untuk membuka hati apalagi kembali mencintai kamu.. Tidak akan pernah lagi, pintu hati aku ini.. Sudah tertutup untuk kamu. Paham?" kecam Dafri dan setelah mengatakan itu ia pun beranjak dari sana meninggalkan Clarissa yang diam membisu.


...💓💓💓💓...


BERSAMBUNG...


.


.

__ADS_1


__ADS_2