
Sepanjang malam Dafri menunggu kabar dari Chayra, tiada hentinya ia menelpon ke nomor wanita itu tapi masih tetap sama juga yang tertangkap oleh telinganya.
'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan,,"
Malam ini hanya Dafri seorang diri yang menjaga Clarissa dirumah sakit, sedangkan Mama Clarissa izin pulang ada keperluan katanya. Padahal Dafri ingin keluar mencari Chayra, tapi ia seakan pasrah karena sudah diberi mandat untuk tetap berada dirumah sakit menjaga Clarissa yang memang disarankan oleh Dokter untuk dirawat 1 malam dirumah sakit.
"Daf..." Clarissa memanggi Dafri yang sejak tadi terlihat mondar - mandir dengan gelisah dan matanya tidak lepas dari melihat kelayar handphonenya.
"Iya, Clarissa? Kamu belum tidur?" tanya Dafri dan kemudian berjalan mendekati tempat tidur Clarissa.
"Aku sudah kebanyakan tidur tadi, jadi sekarang gak ngantuk." jawab Clarissa.
"Oh, tapi kamu coba aja pejamkan matamu lagi. Mana tau bisa tertidur, karena ini sudah jam 2 dan ngak baik jika kamu tetap terjaga. Akan berpengaruh pada kesehatan kamu nantinya." kata Dafri dengan memberi saran.
"Ya, sebentar lagi lah. Tapi, kamu sendiri.. kenapa tidak tidur?" tanya Clarissa lalu menatap wajah Dafri yang sejak tadi terlihat murung, gelisah dan seperti memikirkan sesuatu.
Dafri tidak langsung menjawab pertanyaan dari Clarissa, ia tampak sedang menarik nafas panjang dan kemudian duduk di kursi sebelah tempat tidurnya Clarissa.
"Kamu memikirkan Chayra, Daf?" tebak Clarissa dengan masih menatap erat wajah Dafri. Dan Dafri langsung membalas tatapan dari Clarissa tersebut.
"Ya, kamu benar Clarissa. Aku memang lagi mikirin Chayra." jawab Dafri lalu tersenyum kecut.
"Maaf jika jawaban aku yang jujur ini malah membuat kamu kecewa dan marah mendengarnya," kata Dafri yang tidak bisa berbohong dan terpaksa membuat Clarissa kecewa.
"Aku gak kecewa, ataupun marah kok, Daf." lirih Clarissa yang disambut dengan tatapan heran dari mata Dafri.
"Emang kenapa dengan Chayra? Sampai - sampai kamu memikirkannya sedalam itu, dan segalau itu." lanjut Clarissa lagi. Tapi, sedikitpun Dafri tidak menangkap nada ketidaksukaan dari cara bicaranya Clarissa barusan itu, bukan seperti biasa - biasanya jika membahas tentang Chayra pasti dia tersulut emosi dan berapi - api.
"Hhhmmm... Chayra, Chyara.. Dia menghilang.." jawab Dafri lalu menundukkan wajah galau dan risaunya itu.
__ADS_1
"Hah?? Menghilang bagaimana?" tanya Clarissa lagi dengan mengerutkan keningnya.
"Entahlah, Clarissa. Aku juga gak tahu. Yang jelas sejak tadi aku hubungi nomor Chayra tapi gak aktif - aktif" jelas Dafri masih dengan wajah kerisauannya.
"Kamu sudah cek dirumah kamu? Mana tahu saja Chayra sudah tidur nyenyak dirumah dan dia lupa men-cas hpnya." kata Clarissa mengutarakan pendapatnya.
"Sudah, Clarissa. Aku sudah berkali - kali menelpon bik Asih, tapi tetap saja bik Asih bilang Chayra tidak ada pulang dan dilihat dikamarnyapun gak ada." jawab Dafri dengan hati yang gelisah.
Setelah itu, mereka pun saling diam. Dafri masih sibuk mengulang menghubungi nomor Chayra. Sedangkan Clarissa memperhatikan gelagat lelaki itu dengan seksama.
"Kenapa Kamu gak pergi mencari Chayra, Daf?" Calrissa kembali memecahkan keheningan malam itu dengan bertanya. Dafri yang sedari tadi menunduk, langsung saja mengangkat kepalanya saat Clarissa mengajukan pertanyaan seperti itu.
"Maksud kamu bagaimana?" Dafri bertanya untuk lebih memastikan. Karena mana tahu saja ia salah mendengar, jadi ada baiknya Ia meminta Clarissa untuk menjelaskan ulang pertanyaannya barusan itu.
"Ya, Maksud aku. Kenapa kamu masih ada disini, sedangkan hati dan pikiran kamu sibuk memikirkan Chayra. Lebih baik kamu pergi saja cari Chayra..!!" kata Clarissa namun kali ini terdengar agak ketus. Dafri yang sudah paham dengan situasi saat ini lantas mencoba mencairkan suasana yang menurutnya mulai panas.
"Ya, Sekali lagi aku mintak maaf, Clarissa. Aku memang tidak bisa menyembunyikan hati dan pikiran aku itu. Maaf ya, Ya sudah kita sama - sama istirahat saja sekarang karena malam sudah semakin larut." kata Dafri akhirnya memilih untuk mengalah dari pada harus melihat Clarissa meradang lagi dini hari ini.
"Clarissa, aku tidak ingin kita melanjutkan perdebatan kita ini lagi. Lebih baik kamu tidur, oke?" kata Dafri dan kemudian berjalan menuju ke sofa untuk membaringkan badannya disana.
"Kamu ngapain disana?" Clarissa lalu mengangkat sedikit badannya dan melihat Dafri yang hendak berbaring.
"Ya. Aku Tidur jugalah, Clarissa. Emang kamu pikir aku mau ngapain lagi?" jawab Dafri.
"Benaran kamu mau tidur? Apa kamu bisa tidur sedangkan Chayra diluar sana tidak tahu bagaimana nasibnya?" tanya Clarissa lagi yang membuat Dafri langsung terduduk.
"Clarissa.. Aku gak paham maksud kamu apa?" tanya Dafri dengan mengerutkan keningnya.
"Dafrii... Kamu cari Chayra sekarang..!!" perintah Clarissa dengan gusar.
__ADS_1
"Apa??" Dafri bertanya lagi karena masih tidak yakin dengan apa yang ia dengar barusan.
"Iyaa, Aku bilang kamu pergi cari Chayra sekarang, Dafrii..!!" kata Calrissa lagi dengan mengulang kata - katanya.
"Kamu serius, Clarissa?" Dafri bertanya lagi.
"Iya, aku serius.." sahut Clarissa dan kemudian tanpa berbasa - basi lagi, Dafripun langsung bergegas keluar untuk mencari Chayra.
...💓💓💓💓...
Dafri lalu mencari Chayra di jalanan dekat rumah sakit, dari dini hari sampai subuh ia terus mencari. Sampai akhirnya, Dafri yang kelelahan lalu bermaksud untuk pulang sebentar kerumahnya dan berharap Chayra sudah pulang kerumah.
Beberapa saat kemudian, mobil Dafripun sudah berada dilingkungan perumahannya dan mulai berjalan mendekati rumahnya. Namun, Mobil Dafri langsung melambat tatkala melihat sebuah mobil putih terparkir tepat didepan pintu pagar rumahnya. Dafripun memberhentikan mobilnya. Dan selang beberapa detik kemudian, seorang laki - laki turun dari mobil tersebut dan ia kemudian membuka pintu mobil bagian depan. Dafri memperhatikannya dari kejauhan, karena keadaan masih gelap maka Dafri tidak bisa melihat dengan jelas siapa sosok laki - laki tersebut. Dan.. Setelah itu, dari pintu depan yang dibukakan oleh lelaki itu tadi turunlah seorang wanita yang sangat Dafri kenali. Yah.. Tidak salah lagi, Wanita itu adalah Chayra!!
"Chayra...!!" desis Dafri dengan ekspresi kaget dan tidak percayanya dia melihat istrinya itu turun dari mobil putih yang dikendarai oleh seorang laki - laki. Siapakah gerangan lelaki itu? Kenapa Chayra bisa bersamanya? Pertanyaan bertubi - tubi menyerang hati Dafri. Pikiran buruk pun mulai merayapi benaknya.
Chayra kemudian bergegeas masuk kedalam rumah, dan begitu pula laki - laki itu yang langsung masuk kedalam mobilnya dan kemudian berlalu dari sana. Dafri yang merasa sangat penasaran kemudian kembali melajukan mobilnya menuju kerumah.
Saat sudah dirumah, Dafri dengan langkah yang lebar langsung saja berjalan menuju kelantai atas. Mulutnya seakan sudah gatal ingin bertanya langsung ke Chayra, siapa lelaki yang telah mengantaranya barusan itu.
Sesampinya didepan pintu kamar Chayra, Dafri kemudian membuka pintu tersebut dengan kasar.
"Chayra..!!" panggil Dafri dengan nafas memburu. Tidak ada sahutan dari Chayra, karena ternyata wanita itu sedang sholat subuh. Dafri langsung menghela nafas panjang dan terpaksa menahan rasa penasarannya beberapa saat lagi, setidaknya sampai Chayra selesai sholat dan juga berdoa.
...💕💕💕💕...
BERSAMBUNG...
.
__ADS_1
.