
"Kenapa kamu baru beritahu abang sekarang tentang semua ini, Dika?" tanya Dafri dengan wajah tertunduk lesu. Tubuhnya seakan lemas setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Dika.
"Ya, Maaf bang.. Dika mencari waktu yang tepat saja, karena Dika pikir kita masih dalam suasana berduka saat itu. Makanya, sekarang ini Dika rasa sudah waktunya bang Dafri mengetahui semuanya. Apalagi Dika melihat Kak Clarissa semakin mengintimidasi kak Chayra, menuduh kak Chayra yang tidak - tidak. Dika malah kasihan sama kak Chayra," jawab Dika dengan wajah bersalahnya.
"Ini gak bisa dibiarkan, Dika. Clarissa sudah melakukan kesalahan besar. Dialah yang menjadi perantara penyebab Mama terkena serangan jantung waktu itu. Karena ucapan dia, dan juga ancaman dia." kata Dafri dengan sorot kegeraman yang tepancar dari matanya. Setelah itu, Daftripun berlalu dari sana dengan menuruni tangga.
"Bang Dafri mau kemana?" tanya Dika melihat abangnya sudah berlalu dari sana, namun Dafri tidak menjawabnya.
Dafri masuk kedalam mobil dan kemudian langsung saja melajukan mobilnya kearah rumah Clarissa.
"Kenapa kamu tega sekali, Clarissa..!!" lirih Dafri dengan memukul setir mobilnya beberapa kali.
Dafri tidak pernah menduga, wanita yang sudah lama ia cintai itu ternyata tega berbuat sesuatu yang membuat Mamanya celaka.
Dika sudah menceritakan semuanya, dimana dihari Mama Dafri jatuh pingsan ternyata ia baru selesai telponan dengan Clarissa. Dan Dika mendengar jelas apa yang sedang mereka bicarakan. Dimana, Clarissa dengan sengaja membongkar rahasia pernikahan siri yang sudah mereka lakukan diam - diam, tentu saja hal itu membuat Mama Dafri sangat kaget. Ditambah lagi Clarissa menekan Mamanya untuk bisa menerima Clarissa sebagai menantunya.
"Kak Clarissa ancam Mama bang dengan mengatakan kalau Mama tidak merestui hubungan mereka, maka kak Clarissa akan berupaya membujuk bang Dafri untuk pergi dari rumah meninggalkan Mama. Begitulah kira - kita yang Dika dengar bang, meskipun agak kurang jelas juga tapi Dika yakin kata - kata yang dilontarkan oleh kak Clarissa sungguh membuat Mama Syok. Dika lihat betul bagaimana wajah Mama langsung berubah merah padam seperti menahan amarah yang mulai memuncak dihatinya saat itu. Dan.. Entah apa lagi yang dikatakan kak Clarissa tuk terakhir kalinya sebelum akhirnya Mama jatuh pingsan." jelas Dika saat itu panjang lebar.
"Untuk kesekian kalinya kau membuat aku kecewa, Clarissa..!! Sangat Kecewa.. Kau memang sudah keterlaluan." gumam Dafri lalu menggepal tangannya dengan amarah yang tidak tertahankan lagi.
Beberapa saat kemudian, Dafri melihat dari kejauhan mobil Clarissa yang terparkir dipinggir jalan komplek perumahan mereka. Kemudian Dafri semakin mendekati mobilnya kesana, dan seketika itu pula matanya langsung menangkap dua sosok wanita yang ia cintai berada disana. Mereka tampak saling berbicara atau tepatnya seperti mendebatkan sesuatu. Dafri lantas saja memberhentikan mobilnya didepan mobilnya Clarissa dan detik kemudian langsung turun dari mobilnya.
Melihat Dafri yang turun dari mobil, seketika itu pula membuat Clarissa yang awalnya sedang mengatakan sesuatu langsung terdiam dengan ekspresi wajahnya yang kaget. Begitu juga dengan Chayra yang tidak kalah kagetnya dengan kedatangan Dafri tersebut.
"Dafri...? Syukurlah kamu datang kesini," kata Clarissa lalu berjalan menghampiri Dafri.
"Dafri, Kamu tahu apa yang dikatakan Chayra?
__ADS_1
Chayra mengatakan hal yang tidak baik tentang kamu, Dafri. Dia.." belum sempat Clarissa mengadu sesuatu yang tidak benar kepada Dafri, Lelaki itu langsung saja menepis tangan Clarissa yang sudah mendarat dilengannya.
"Daf, Kenapa?" tanya Clarissa dengan bingung, apalagi ia melihat raut wajah Dafri yang tidak seperti biasanya. Ia terlihat akan marah, tapi Clarissa tidak tahu apa yang membuatnya ingin marah seperti itu.
"Sudah cukup, Clarissa..!!" tegas Dafri lalu melotot tajam kearah Clarissa, sehingga membuat wanita itu mundur selangkah. Ia merasa takut dengan tatapan Dafri.
"Kamu.. Kenapa melotot seperti itu ke aku, Daf? Apa salah aku?" tanya Clarissa dengan melihat kearah Dafri dengan takut - takut.
"Tanya dengan hati dan pikiran kamu sendiri apa kesalahan yang telah kamu perbuat, Clarissa." ucap Dafri seraya menempelkan telunjuknya dengan kasar kearah kepala dan juga dadanya Clarissa.
"Sudah dapat jawabannya ha?" lanjut Dafri lagi masih melotot gusar. Clarissa dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya.
"Bagus..!! Kamu berpura - pura amnesia setelah melakukan sebuah kesalahan ya!" kata Dafri lalu menyunggingkan senyum getirnya.
"Dafri, Apa maksud kamu? Ada apa sebenarnya Dafri? Kenapa kamu terlihat marah sama aku, apa salah aku Dafri?" tanya Clarissa bertubi - tubi. Sedangkan Chayra yang berdiri mematung disana hanya bisa menyaksikan ketegangan diantara Dafri dan Clarissa dengan kebingungan. Chayra juga dibuat penasaran kenapa Dafri terlihat sangat marah ke wanitanya itu.
"Kali ini aku bukan hanya sekedar kecewa ataupun marah ke kamu, Clarissa. Bahkan.. Kamu tau? Aku mulai merasa muak dan benci, karena apa? Ini semua karena perbuatan yang telah kamu lakukan ke Mama Aku, Clarissa...!!" kata Dafri dengan meninggikan nada bicaranya.
"Daf.. Aku.. Kamu,," Clarissa tidak tahu harus berkata apa.
"Apa saja yang telah kamu katakan ke Mama aku, Clarissa? Sebelum Mama jatuh pingsan, kamu menelpon Mama kan? Apa yang kamu katakan ke Mama waktu itu, Clarissa?" tanya Dafri yang membuat Clarissa langsung tersentak dengan debaran dijantungnya yang semakin kencang.
"JAWAB, CLARISSA....!!!" Paksa Dafri dengan membentak Clarissa sehingga membuat setetes air mata Clarissa yang telah mengenang sedari tadi dipelupuk matanya, akhirnya tumpah dan jatuh jua dipipinya.
"Daf.. Ini, itu.. Bukan seperti yang kamu pikirkan. Kejadiannya gak begitu Dafri. Aku cuman, cuman berbicara baik - baik ke Mama kamu, agar.. Mama kamu mau merestui hubungan kita. Ya itu.. Gak ada yang lain.." kata Clarissa dengan suara yang bergetar dan juga terbata - bata.
"Lagi - lagi kamu berbohong." desis Dafri dengan tawa kecilnya.
__ADS_1
"Aku gak bohong, Daf. Aku.."
"Sudah cukup...!! Sudah cukup kamu membela diri kamu itu Clarissa. Karena percuma, Aku gak akan mau lagi mendengarkannya." kata Dafri dengan tegas.
"Daf..." lirih Clarissa dengan air mata yang tak tertahankan lagi. Ia berupaya menampakkan wajah sedih dan tersiksanya agar Dafri merasa kasihan. Tapi, percuma saja. Dafri sama sekali tidak mempedulikannya.
"Chayra, kita pulang." kata Dafri seraya menarik tangan Chayra menuju ke mobilnya. Melihat Dafri membawa Chayra bersamanya, sehingga membuat Clarissa langsung panik dan mengejar mereka berdua.
"Dafrii...Kamu tega meninggalkan aku? Kamu lebih memilih Chyara dari pada aku Dafri? Aku lah wanita pertama yang kamu cintai, Daf. Bukan Chayra!!" jerit Clarissa yang merasa sakit hati karena didepan matanya Dafri malah membawa Chayra bersamanya.
"Yah.. Mungkin memang gitu awalnya tapi.. sekarang sudah tidak lagi. Yang terpenting saat ini... Chayralah wanita terakhir yang aku cintai, bukan kamu..." tekan Dafri dan kemudian masuk kedalam mobilnya.
"Daf.. Kamu gak boleh meninggalkan aku seperti ini, Daf. Kamu sudah salah sangka sama aku Dafriii.." ujar Clarissa dengan mengetuk - ngetuk jendela mobil Dafri. Tapi, Dafri sama sekali tidak memperdulikannya. Lalu Sejurus kemudian, Dafripun melajukan mobilnya dan meninggalkan Clarissa seorang diri disana.
Setelah mobil Dafri pergi jauh dari pandangannya, Maka Clarissa langsung terduduk lemas dibawah aspal tersebut dengan menangis sesegukan.
Ini sungguh menyedihkan dan menyakitkan bagi Clarissa. Meskipun dia tidak pernah berniat untuk mencelakai Mama Dafri saat itu, Tapi.. Dia juga sudah salah telah beterus terang tentang pernikahan sirinya dengan Dafri.
"Dafriii... Aku minta maaf, kamu gak seharusnya meninggalkan aku seperti ini..!!' jerit Clarissa dipinggir jalanan yang terlihat sepi tersebut.
Beberapa saat kemudian, rintik - rintik hujan pun turun membasahi bumi. Hujan seakan tahu tentang suasana hati Clarissa saat ini, hatinya yang menangis, merintih, dan meringis.. Beriringan dengan air hujan yang semakin lama semakin deras...
...❤❤❤❤...
BERSAMBUNG...
"YUK TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE DAN KOMENTARMYA YA.. TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA, TERIMA KASIH JUGA ATAS SARAN DAN KRITIKNYA.."
__ADS_1
.
.