Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 85


__ADS_3

Dafri dan Chayra tiba didepan pintu rumahnya Clarissa, saat mereka akan mengetuk pintu yang tidak tertutup rapat itu tanpa sengaja mereka mendengar pembicaraan Clarissa dan Mamanya. Dafri tertegun sejenak, apalagi yang mereka bicarakan ada kaitannya dengan Chayra.


Jelas sekali Dafri dan Chayra mendengar tentang seseorang yang mencelakai Chayra waktu dulu itu yang ternyata adalah orang suruhan Mamanya Clarissa. Dafri dan Chayra pun langsung saling pandang dengan wajah yang kaget.


"Tidak bisa dibiarkan ini, Chayra. Ternyata tante Siska lah pelakunya." ketus Dafri dengan menggepal kedua tangannya. Dan sesaat kemudian, dia pun langsung bergegas masuk kedalam sana.


"Dafrii.." panggil Chayra. Namun, Dafri tidak menghentikan langkahnya. Chayra pun akhirnya ikut masuk juga.


"Tante Siska, Clarissa...!!" saat Dafri sudah masuk kedalam, ia langsung saja memanggil dua orang wanita yang sedang berbicara serius itu. Melihat kedatangan Dafri, membuat Siska langsung berdiri kaget. Begitu juga dengan Clarissa yang tidak kalah kagetnya dengan kedatangan Dafri yang tiba - tiba itu dan malahan bukan hanya sendiri, ada Chayra juga yang menyusulnya dibelakang.


"Dafrii.. Chayra.. Kalian kapan sampai?" tanya Clarissa.


"Kami sudah datang beberapa menit yang lalu, tapi kami lama diluar," jawab Dafri dengan datar. Namun, pandangannya saat itu tertuju kearah Tante Siska.


"Kok gak langsung masuk?" tanya Clarissa dengan heran. Sedangkan wajah Tante Siska langsung berubah menjadi cemas, apalagi saat menyadari cara pandang Dafri yang agak lain terhadapnya.


"Sengaja.. Karena kami ingin mendengar pembicaraan kalian berdua, dan untungnya.. Kami sudah dengar semuanya." kata Dafri dengan meninggikan nada suaranya. Clarissa langsung tersentak, dan Tante Siska menunduk seakan menyembunyikan wajahnya yang cemas dan takut itu.


"Tante Siska, aku dan Chayra sudah dengar semuanya. Aku gak nyangka ya, Tante begitu tega menyuruh orang untuk mencelakai Chayra. Perbuatan Tante benar - benar sudah keterlaluan, dan aku akan menyeret Tante kekantor polisi sekarang juga." kata Dafri dengan suara tegasnya.


"Dafri.. Dafri.. Tunggu dulu. Kamu jangan main lapor tante sembarangan, Dengarkan dulu penjelasan dari Tante." kata Siska yang merasa tidak Terima akan di masukkan ke dalam penjara oleh Dafri.


"Penjelasan apa lagi Tante Siska? Semuanya sudah jelas, Tante lah tersangkanya yang selama ini dicari. Tante jahat, Tante harus mempertanggung jawabkan perbuatan Tante dengan mendekam didalam penjara." kecam Dafri dengan membesarkan matanya.

__ADS_1


"Jangan Dafri, tante minta maaf.. Tante Mohon kamu jangan melaporkan tante ke polisi. Tante.. Tidak sengaja melakukan itu, maafkan tante ya.. Kita damai aja ya? Lagi pula, Chayra kan tidak kenapa - napa. Sampai sekarang pun baik - baik saja," kata Tante Siska dengan memohon dan bernegosiasi kepada Dafri.


"Mudah sekali mulut tante itu berucap, Chayra tidak kenapa - napa Tante bilang? Sampai sekarang ini saja luka bekas tusukan itu masih ada ya tante, dan terkadang juga masih nyeri. Tante seenaknya saja bilang Chayra tidak apa - apa. Memang benar - benar gak punya perasaan dan hati nurani ya tante Siska." umpat Dafri dengan sangat Marah.


"Dafri, Daf.. Tenang dulu. Kita bicarakan semuanya baik - baik ya. Jangan emosi dulu, ya Chayra. Lebih baik kalian duduk dululah," kata Clarissa dengan mempersilahkan Dafri dan Chayra untuk duduk diruang tamu tersebut.


"Clarissa, perbuatan Mama kamu ini sudah keterlaluan. Tidak bisa dimaafkan, dia hampir membunuh Chayra." ujar Dafri denagn melihat kearah Clarissa.


"Iya, Daf. Aku tahu, aku sendiri saja kaget dan tidak menyangka Mama melakukan itu. Tapi, aku yakin.. Mama berani berbuat demikian demi aku Daf. Demi melihat aku kembali lagi bersama kamu," kata Clarissa lalu melihat kearah Mamanya dengan mata yang berkaca - kaca.


"Iya, Dafri. Benar apa yang dikatakan oleh Clarissa. Tante melakukan itu supaya Clarissa bisa kembali lagi sama kamu. Karena tante pikir saat itu, kehadiran Chayra hanya sebagai penganggu dalam hubungan kalian. Makanya tante gelap mata dan merencanakan perbuatan itu." jelas Tante Siska dengan wajah berdosanya.


"Apapun alasannya, tetap saja.. Ini sudah fatal. Tidak bisa dimaafkan, Tante harus menerima balasan atas perbuatan tante terhadap Chayra." putus Dafri dan kemudian mengambil ponsel dari sakunya.


"Aku mau menghubungi polisi biar Mama kamu segera ditahan." kata Dafri. Clarissa dan Siska langsung panik dan memohon kepada Dafri.


"Jangan Dafri, tante Mohon. Jangan kamu telpon polisi, tante mintak maaf. Tante Mohon.." pinta Tante Siska dengan wajah memelasnya.


"Chayra, kamu mau memaafkan tante kan? Tante khilaf, tante Mohon jangan masukkan tante kepenjara." ujar Siska dan kemudian mendekati Chayra, memohon kepada wanita itu da bahkan berlutut dihadapan Chayra.


"Tante, jangan begini.." Chayra yang sejak tadi hanya diam, kemudian akhirnya mengeluarkan suara dengan mencegah Tante Siska agar tidak berlutut dihadapannya.


"Chayra, Tante tidak mau masuk penjara. Kita damai ya, tante Mohon..." Siska terus - terusan memohon sembari memegang kaki Chayra.

__ADS_1


"Tante, berdiri Tante.. Jangan seperti ini." kata Chayra dan kemudian mengangkat tubuh Siska, karena ia merasa risih melihat Siska berada dibawah kakinya.


"Dafri.. Bentar dulu, jangan telepon polisi dulu." cegah Chayra ke Dafri yang sudah menelpon polisi tapi belum kunjung diangkat telpon darinya.


"Kenapa Chyara? Tante Siska harus mempertanggung jawabkan perbuatannya itu." kata Dafri.


"Iya, aku paham. Tapi, beri kesempatan Tante Siska untuk memperbaiki semuanya Dafri." kata Chayra.


"Maksud kamu, apa CHayra?" tanya Dafri dengan tatapan bingung, begitu juga dengan Clarissa dan Siska yang memandang Chayra dengan harap - harap cemas.


"Aku.. Aku sudah memutuskan untuk memaafkan perbuatan Tante Siska itu ke Aku, aku tidak akan membuat laporan untuk memasukkan Tante Siska ke penjara, Dafri." kata Chayra dengan yakin.


"Apa? Chayra, kamu jangan terpengaruh dengan bujukan mereka yang sudah jahat sama kamu. kAmu harus tegas beri dia hukuman karena sudah semena - mena sama kamu." kata Dafri seraya menunjukkan kearah Siska.


"Iya, Dafri. Aku paham, aku tahu bagaimana kamu sangat mengkhawatirkan aku saat aku terluka waktu itu. Tapi, Dafri.. Aku bersyukur masih diberi keselamatan meskipun awalnya aku tidak tahu siapa dan mengapa orang itu mencelakai aku. Dan.. Setelah aku tahu ternyata itu adalah perbuatan Tante Siska, jujur aku sangat kecewa dan sedih. Tante Siska bisa sebenci itu dengan aku dan ingin melenyapkan aku. Tapi, terlepas dari itu semua.. Ada sebuah alasan logis yang bisa diterima. Ya.. Alasan yang seperti dibilang Tante Siska dan Clarissa tadi, karena mereka tidak ingin melihat aku dan kamu bersatu. Tante Siska hanyalah seorang ibu yang berusaha mencari beribu cara untuk membuat anaknya bahagia. Karena kebahagian Clarissa ketika itu adalah memiliki kamu seutuhnya, tanpa ada aku sebagai orang ketiga diantara kalian berdua.." tutur Chayra yang diakhir dengan senyuman ikhlasnya..


...💕💕💕💕...


BERSAMBUNG...


.


.

__ADS_1


__ADS_2