
Keadaan Ayah Chayra sudah berangsur membaik, dan pagi ini Ayah Chayra sudah mulai keluar dari kamarnya dan berjalan - jalan santai dihalaman rumahnya yang tidak begitu luas.
Karena keadaan Ayahnya yang sudah membaik itu, maka Ayahnya pun menyarankan Chayra untuk kembali pulang kerumah suaminya.
"Chayra, seharusnya Ayah tidak menahan kamu tetap tinggal disini untuk merawat Ayah. Padahal dirumah masih ada ibumu dan juga adik - adikmu yang bisa bergantian merawat Ayah. Ayah jadi merasa tidak enak dengan Dafri, seharusnya kamu mengurusi suami kamu disana. Bukan malah mengurusi Ayah disini." tutur Ayah Chayra dengan wajah bersalahnya.
"Ayah.. Jangan bicara seperti itu. Lagi pula Dafri tidak melarang Chayra kok untuk merawat Ayah, Malahan sebaliknya.. Dafri dengan senang hati memberikan Chayra izin untuk merawat Ayah sampai Ayah benar - benar pulih." jelas Chayra lalu tersenyum dengan manis.
"Ya tetap saja Ayah merasa gak enak, Chayra. Karena kamu bukan gadis lagi, kamu sudah berstatus istri. Kamu sudah menjadi tanggung jawabnya Dafri. Seandainya jika Dafri melarang kamu untuk tinggal disini menjaga Ayah, kamu harus taat dan patuh atas perintahnya. Jika kamu tidak menurutinya atau bahkan melawannya, sudah dapat dipastikan kamu akan mendapat balasan dosa." jelas Ayah Chayra dengan memberi peringatan ke Chayra.
"Iya, Ayah. InshaAllah.. Chayra tau apa yang menjadi kewajiban Chayra sebagai seorang istri ke suaminya. Ayah jangan khawatir ya karena Dafri tidak pernah melarang Chayra untuk menjaga Ayah. Jadi, Chayra disini atas izin Dafri." kata Chayar seraya mengelus - elus punggung Ayahnya tersebut.
"Iya, Ayahpun bersyukur sekali karena Dafri bisa mengerti dengan situasi kita. Dimana dalam keadaan Ayah yang sakit dan lemah ini, Ayah sangat membutuhkan kamu." Kata Ayah Chayra.
"Dan.. Ayah berharap semoga rumah tangga kamu dengan Dafri langgeng - langgeng saja ya, tidak ada gangguan dari luar. Jikapun ada, semoga saja kalian bisa menyelesaikan semua permasalahan dengan kepala yang dingin dan hati yang tenang. Ya intinya.. Jangan merasa paling benar dan paling hebat. Tetap sabar dan bicarakan semuanya baik - baik, jangan tersulut emosi apalagi marah yang berlebihan. Karena itu tidak baik, malahan sebaliknya.. Kemarahan dan emosi yang berlebihan dapat menghancurkan suatu hubungan." jelas Ayah Chayra dengan memberikan nasihat terbaiknya untuk Chayra.
"Iya, Ayah. InshaAllah, terimakasih untuk nasihat yang telah Ayah berikan ke Chayra." ucap Chayra lalu tersenyum lebar.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu telpon Dafri sekarang dan beritahu dia bahwa kamu akan berangkat kesana esok hari." perintah Ayah Chayra. Dan Chayra pun langsung saja menuruti perintah Ayahnya tersebut dengan menelpon Dafri.
Beberapa saat kemudian, Dafri mengangkat telpon dari Chayra. Setelah berbasa - basi sebentar, dan Dafripun sempat mengobrol dengan Ayahnya untuk sekedar menanyai kabar. Setelah itu, Chayrapun kembali ke tujuan awalnya untuk menelpon Dafri yaitu dengan memberitahu Dafri bahwa esok ia akan kembali pulang kerumah Dafri.
"Sayang, Maaf.. Aku benar - Benar mintak maaf. Apakah kamu bisa menunda beberapa hari lagi keeberangkatan kamu kesini?" tanya Dafri yang membuat wajah Chayra seketika langsung berubah.
Chayra terdiam dengan pikiran aneh mulai berkecamuk dibenaknya. Kenapa tiba - tiba Dafri melarangnya untuk pulang? Padahal sebelum - sebelumnya, lelaki itu sangat menginginkan Chayra segera pulang. Tentu saja permintaan aneh Dafri ini membuat Chayra menjadi sangat curiga.
"Kenapa emangnya, Dafri?" akhirnya pertanyaan itu terlontar juga dari mulut Chayra.
"Akan aku jelaskan jika aku sudah ditempat praktik aku ya sayang, sekarang aku masih dirumah. Sudah dulu ya Chayra, aku gak mau Clarissa mendengar kita telponan. Nantik aku telpon kamu lagi, oke?" kata Dafri setelah itu tanpa menunggu Chayra mengiyakan ataupun mengucapkan kata - kata lagi, Dia malah langsung saja mematikan telponnya. Chayra benar - benar dibuat bingung dan juga penasaran dengan sikap aneh yang dilihatkan oleh suaminya itu.
...💓💓💓💓...
Sampai malam Chayra masih menunggu Dafri menelponnya lagi. Karena Dafri bilang bahwa malam ini adalah jadwal USGnya dirumah sakit. Dan dia sudah berjanji akan menelpon Chayra jika sudah ditempat praktiknya itu.
Namun, sudah sejam lebih Chayra menunggu tapi Dafri tidak kunjung menghubunginya. Meksipun rasa penasaran begitu dalam ia rasakan, tidak serta merta membuat Chayra menjadi kalut. Ia masih tetap menunggu dengan sabar seraya menyakinkan dirinya bahwa mungkin saja Dafri masih sibuk dengan pasien - pasiennya sehingga membuat Dafri belum sempat untuk menelponnya. Hanya itu lah yang bisa Chayra lakukan saat ini, yaitu tetap berpikiran positif.
__ADS_1
Karena lelah menunggu, akhirnya membuat Chayra tertidur dengan lelapnya dan ia terbangun saat adzan subuh Sudah berkumandang. Saat terbangun, matanya langsung mencari benda pipih yang berada di dekat nya. Chayra periksa panggilan masuk ataupun chat dari dalam sana. Ternyata ada lebih dari 5 kali panggilan tak terjawab dari Dafri. Dan juga beberapa pesan yang ia kirimkan ke nomor Chayra. Lalu Chayrapun membuka pesan tersebut dan membacanya.
'Maaf sayang, aku gak sempat menelpon kamu. Pasien malam ini ramai sekali, ditambah lagi ada 2 pasien SC yang harus aku tangani. Ini aku baru sempat pegang hp dan menghubungi kamu. Kamu sudah tidur ya sayang? Maafkan aku ya..'
Chayra hanya tersenyum tipis setelah membaca pesan dari Dafri tersebut. Dan ternyata benar dugaannya bahwa Dafri tadi malam itu sibuk menangani pasien sehingga tidak sempat untuk menelponnya. Maka Pagi itu juga Chayra memutuskan untuk berangkat pulang kembali ke rumahnya Dafri. Karena atas desakan dari Ayahnya jugalah yang membuat Chayra berangkat pagi itu. Akan tetapi, Chayra berangkat tanpa memberitahu Dafri. Chayra sengaja karena ia ingin membuat sebuah kejutan untuk suaminya itu.
Setelah 4 jam perjalanan menggunakan jalur laut, akhirnya Chayra sampai dikota tempat suaminya itu tinggal. Dan kemudian.. Dengan menggunakan taksi, Chayrapun langsung menuju ke perumahan Dafri yang terletak tidak begitu jauh dari pelabuhan.
Beberapa menit kemudian, ia pun sampai dirumah Dafri. Chayra yang sudah tak sabar untuk bertemu Dafri kemudian bergegas menuju kepintu masuk yang tertutup rapat. Chayra memencet bel, dan pintu langsung dibuka oleh bik Asih. Setelah berbasa - basi dengan Asisten rumah tangga tersebut, maka Chayrapun beregegas menemui Dafri dikamarnya. Karena Bik Asih bilang bahwa Dafri ada didalam kamar.
Lalu dengan berlari kecil Chayra naik keatas tangga menuju kamarnya Dafri. Sesaat kemudian ia pun sudah sampai di depan pintu kamar. Dan kemudian Chayra langsung saja membuka pintu tersebut tanpa mengetuknya dahulu. Dan betapa kagetnya dirinya saat pintu telah terbuka lebar, Chayra melihat pemandangan yang seakan mengiris hatinya...
...💟💟💟💟...
BERSAMBUNG...
.
__ADS_1
.