Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 71


__ADS_3

Chayra terpaksa membohongi Dafri dengan mengatakan bahwa ia mencintai lelaki lain. Chayra katakan bahwa laki - laki yang mengantarkannya tadi pulang kerumah itu adalah lelaki yang ia maksud. Tentu saja Chayra tahu konsekuen yang akan ia terima. Dafri marah. Marah besar malahan. Karena merasa telah dikhianati oleh Chayra.


"Memang siapa laki - laki itu, Chayra?" tanya Dafri dengan gusar saat itu. Ia menatap Chayra dengan mata yang melotot.


Chayra lalu bersiap - siap menjelaskan tentang lelaki itu ke Dafri, yang semuanya sudah tersusun rapi di pikirannya.


"Dafri, kamu gak pernah tahu dan mau tahu tentang kehidupan aku sebelum menikah sama kamu kan? Lelaki yang mengantarkan aku tadi itu namanya Rama. Sebelum kamu datang melamar, sebenarnya waktu itu Rama sudah duluan datang melamar aku bersama kakaknya yang merupakan teman satu pengajian aku saat itu. Yang membimbing aku untuk lebih mengenal Allah." jelas Chayra lalu melihat Dafri dengan takut - takut.


"Aku tahu bagaimana Rama, meskipun jarang mengobrol tapi mendengar cerita dari kakaknya bahwa Rama adalah lelaki sholeh yang memiliki segudang prestasi baik dalam segi keagamaan maupun dari segi lainnya, maka dari situlah aku mulai menyukainya. Aku yakin waktu itu bahwa dia bisa menjadi imam ku kelak, yang mampu membimbing aku untuk menuju kesurgaNya." cerita Chayra dengan memuji - muji lelaki yang bernama Rama itu. Tentu saja, mendengar cerita Chayra tentang laki - laki lain membuat telinga dan hati Dafri langsung panas seakan terbakar.


"Namun, ternyata saat itu kami belum berjodoh. Ibu aku tiba - tiba saja datang kekamar dan membicarakan mengenai perjodohan kita. Semenjak itulah, aku mulai mengubur dalam - dalam impian aku untuk menikah dengan lelaki sholeh seperti Rama dan lebih memilih kamu sebagai suami aku." ungkap Chayra lagi dengan melanjutkan ceritanya.


"Dafri, maaf.. Aku tidak bermaksud ingin mengkhianati kamu,.." lirih Chayra.


"Jadi apa namanya ini Chayra jika tidak berkhianat?" tanya Dafri dengan suara yang tertahan. Sampai - sampai ia menggepal kedua tangannya seakan menahan rasa kecewa, marah dan sakit yang sudah membara dihatinya saat ini.


"Aku gak pernah menyangka kamu tega melakukan ini, Chayra. Kamu pergi dengan laki - laki lain padahal kamu masih berstatus istri sah aku." lanjut Dafri lagi dengan geram.


"Sepanjang malam kamu bersama dia kan? Apa saja yang sudah kalian lakukan ha?" tanya Dafri dan kali ini dengan mengeraskan suaranya. Chayra hanya diam, ia sengaja membiarkan Dafri berpikiran yang tidak - tidak tentang dirinya untuk lebih melancarkan misi yang sudah ia rencanakan sejak awal.


"Aku pikir kamu wanita yang baik, Chayra. Yang bisa menjaga diri dan hati kamu untuk aku.. Suamimu ini. Tapi, apa? Aku benar - benar kecewa dengan kamu. Padahal aku begitu sangat mencintai dan menyayangi kamu sepenuh hati aku, Chayra. Namun, apa balasan yang aku terima? Cuman sebuah pengkhianatan yang kau berikan untuk aku Chayra." kecam Dafri dengan sangat marah.


"Sekarang apa lagi yang bisa aku pertahankan dari kamu, sedangkan kamu sendiri saja sudah berkhianat. Pergi sajalah kamu dari hadapan aku, Chayra. Aku tidak mau melihat kamu berada disini lagi." kata Dafri dan kemudian berlalu dari sana meninggalkan Chayra yang hanya diam mematung ditempatnya. Setelah Dafri keluar dari kamarnya. Chayra tersenyum kecut dengan butiran halus membasahi pipinya.


'Mungkin dengan begini kamu bisa melepaskan aku dan kembali lagi ke Clarissa, Dafri. Yah.. Dengan membuat kamu menjadi membenci diriku, maaf kan aku Dafri.. Aku terpaksa melakukan ini semua..'. bathin Chayra.


...💞💞💞💞...


Disaat mobil Rama berhenti disampingnya malam itu dan seketika itu pula ia langsung memanggil nama Chayra. Awalnya Chayra hampir tidak mengenali lelaki tampan dengan penampilan rapi tersebut, agak lama ia tertegun seakan mengingat - ingat siapakah lelaki yang telah memanggilnya ini dengan memberikan sebuah senyuman manis yang sudah tergambar di wajah tampannya itu.


"Chayra, kamu gak kenal aku lagi ya? Ini aku, Rama!!" ujar Rama akhirnya karena melihat gurat kebingungan pada wajah Chayra.

__ADS_1


Setelah ia menyebut namanya, barulah Chayra ingat. Yah.. Ternyata ia Rama, lelaki yang dulu sempat melamarnya. Rama yang berada dihadapan Chayra saat itu sungguh berbeda dengan Rama yang ia jumpai terakhir kali dulunya.


Sekarang penampilan dan gaya lelaki itu lebih modis dan keren.


Rama turun dari mobilnya dan kemudian memulai pembicaraan dengan Chayra, awalnya sekedar berbasa - basi menanyai kabar dan sampai akhirnya Rama mengajak Chayra kerumahnya.


"Kak Hilma dan suaminya pindah dikota ini Chayra, dan Aku pun juga tinggal bersama mereka untuk sementara waktu. Kak Hilma pasti akan senang bertemu dengan kamu disini, Chayra." kata Rama ketika itu. Karena Chayra yang juga ingin sekali bertemu dengan wanita muslimah tersebut maka akhirnya Chayra menerima ajakan Rama untuk ikut bersamanya.


Saat sudah tiba dirumah Rama, Kak Hilma yang melihat adiknya datang bersama Chayra sungguh membuat dirinya keget dan bertanya - tanya. Rama langsung saja menjelaskan pertemuan singkatnya dengan Chayra tersebut.


Maka begitulah akhirnya, Kak Hilma bercerita tentang kepindahannya kesini dan juga tentang Rama yang mendapatkan pekerjaan dikota ini juga. Awalnya Chayra cuman mendengarkan saja, akan tetapi.. Chayra langsung tersentak saat kak Hilma bertanya tentang dirinya dan juga kehidupannya setelah menikah. Wajah Chayra langsung berubah galau, Chayra yang butuh teman berbagi cerita atas permasalahannya saat ini, akhirnya memutuskan untuk bercerita ke kak Hilma tentang semua kegalauan yang ia rasakan saat itu. Dan Rama yang masih berada disana, juga mendengarkan cerita Chayra dengan seksama.


Kak Hilma yang mendengar cerita Chayra tersebut merasa sedih dan tersentuh hatinya hingga ia meneteskan air matanya. Kak Hilma pun merasa salut dengan kebesaran hati dan juga kesabaran Chayra dalam menghadapi ujian dalam pernikahannya itu. Kak Hilma lalu menghibur Chayra dengan memberikan kata - kata motivasi dan penyemangat agar Chayra tetap kuat dan juga tidak lupa berdoa semoga Chayra diberikan jalan keluar yang terbaik untuk penyelesaian permasalahannya tersebut.


Setelah itu, karena malam sudah semakin larut maka kak Hilma menyarankan Chayra untuk menginap dirumahnya saja dan esok hari baru pulang ke rumah nya dengan diantarkan oleh Rama.


Jadi sebenarnya, Chayra tidak berbuat yang macam - macam dengan Rama. Sama sekali tidak, karena dirumah itu ia bersama kak Hilma, suaminya dan juga anaknya Kak Hilma. Namun, Chayra sengaja membuat Dafri berpikiran buruk tentangnya agar Chayra lebih mudah lepas dari Dafri. Yah.. Begitulah yang sudah direncanakan Chayra. Membuat Dafri menjadi benci terhadapnya, dan sepertinya, rencana Chayra itu berhasil. Buktinya Dafri sudah mengatakan bahwa ia tidak mau lagi melihat Chayra dan menyuruh Chayra pergi dari hadapannya..


...💞💞💞💞...


Setelah Dafri sampai didalam kamar rawatan Clarissa, ia mendapati wanita itu sudah bersiap dan rapi karena memang Clarissa sudah diperbolehkan untuk pulang pagi itu juga oleh Dokter.


"Sudah siap?" tanya Dafri ke Clarissa yang sedang memainkan ponselnya diatas kasur. Kemudian Dafri langsung bergegas meraih barang bawaan Clarissa.


Clarissa memandang Dafri dengan tatapan heran dan bingung sehingga membuat dirinya tidak beranjak dari sana. Ia perhatikan betul bagaimana raut wajah Dafri yang seperti sedang menahan rasa amarah itu.


"Ayo, cepat kita pulang. Tunggu apa lagi Clarissa." ajak Dafri karena melihat Clarissa termenung disana. Dan Clarissapun langsung bergegas turun dari kasur dan mengikuti suaminya itu yang sudah berjalan duluan kearah pintu luar.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah berada didalam mobil. Dan Sudah beberapa menit mereka didalam mobil, namun tidak satupun dari mereka yang mengeluarkan suara. Apalagi Dafri sejak tadi wajahnya terlihat sedang marah. Clarissa yakin sudah terjadi sesuatu ke suaminya itu, tapi Clarissa seakan tidak berani untuk bertanya ada apa? Dan tadi malam Clarissa menyuruh Dafri untuk mencari Chayra, bagaimanakah kelanjutannya? Apakah Dafri berhasil menemukan wanita itu? Ingin sekali Clarissa bertanya, namun melihat wajah sangar Dafri tersebut membuat Clarissa mengurungkan niatnya. Dan akhirnya mereka saling diam saja sampai dirumah.


Setelah sampai dirumah, tanpa berkata apapun Dafri langsung saja keluar dari mobil dan menuju keatas kamarnya. Clarissa mengikuti langkah kaki Dafri yang terkesan buru - buru itu.

__ADS_1


Clarissa kini sudah berada didalam kamar Dafri dan ketika itu pula ia melihat lelaki itu sudah berbaring diatas kasur dengan menutup wajahnya menggunakan lengannya.


"Daf..." panggil Clarissa, namun Dafri tidak menyahutnya. Clarissa pun berpikiran bahwa Dafri pasti sudah tidur maka ia memutuskan tidak mengganggu lelaki itu dan membiarkannya untuk tidur.


Beberapa saat kemudian, setelah Clarissa membereskan barang - barangnya kemudian ia berjalan keluar kamar menuju ke kamar nya Chayra. Dia masih sangat penasaran, apakah Chayra sudah ditemukan apa belum.


Clarissa mengetuk pintu kamar yang tertutup rapat itu, namun tidak ada sahutan sama sekali. Maka, Clarissa pun membuka pintu kamar Chayra yang ternyata tidak terkunci.


Mata Clarissa langsung menyelusuri kamar Chayra yang terlihat rapi dan bersih. Ia kemudian kekamar mandi dan tidak menemukan Chayra didalamnya.


Dan tanpa sengaja ia melihat kearah lemari yang terbuka sedikit dan dari dalamnya Clarissa tidak melihat sehelai baju pun disana. Lemari nya kosong. Untuk memastikannya, Clarissa pun membuak lemari itu lebar - lebar.


"Kok kosong? Mana baju - bajunya Chayra? Apa jangan - jangan..." Clarissa langsung bertanya - tanya dengan menduga - duga didalam hatinya. Dan bersamaan dengan itu pula, bik Asihpun masuk kedalam kamar tersebut dengan membawa sapu dan pengepel.


"Eh, ada non Clarissa. Sudah sembuh ya Non?" tanya Bik Asik dengan berbasa - basi.


"Iya, sudah Bik." jawab Clarissa langsung.


"Oya, Bik. Chayra.. Mana ya?" Clarissa yang tidak bisa menahan rasa penasarannya, akhirnya bertanya kepada Bik Asih. Ditanya tentang Chayra membuat raut wajah Bik Asih langsung berubah.


"Ee.. Itu, Non Chayra.. Sudah pergi dari rumah ini, Non." jawab Bik Asih dengan menggaruk - garuk kepalanya yang tiba - tiba saja gatal.


"Pergi??" tanya Clarissa seakan tidak percaya.


"Iya, Non. Lebih tepatnya, diusir oleh den Dafri." kata Bik Asik dan langsung buru - buru menutup mulutnya karena ia sadar sudah keceplosan.


Mendengar itu, membuat Clarissa langsung membelalakkan matanya seakan tak percaya...


...💦💦💦💦...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


.


.


__ADS_2