Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 58


__ADS_3

Atas anjuran dan desakan dari Dika, maka Chayrapun menyusul Dafri dan Clarissa kerumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit dan saat Chayra sudah berada didepan pintu ruang praktik suaminya tersebut, maka tiba - tiba saja Chayra melihat pemandangan yang menyayat hatinya.


Ia melihat Dafri sedang berpelukan dengan Clarissa.


Cukup lama juga Chayra berdiri disana menyaksikan mereka berdua, sampai akhirnya karena tidak tahan menahan rasa perih dihatinya maka Chayrapun memutuskan untuk pergi dan tidak jadi bertemu Dafri.


Setelah diluar, Chayra menyetopkan taksi yang kebetulan lewat didepan rumah sakit. Chayra memilih pulang menggunakan taksi walaupun tadi ia ketempat praktiknya Dafri diantar oleh Dika.


Sesampainya dirumah, Chayra tidak bisa lagi menahan air mata yang sedari tadi sudah mengenang dipelupuk matanya. Dan Untuk kesekian kalinya Chayra merasa tersakiti, meskipun ia yang berusaha untuk tegar tapi tak dipungkiri ia ternyata begitu rapuh juga.


Beberapa saat kemudian, tiba - tiba ibu Chayra menelponnya dan mengabari bahwa Ayah Chayra kembali masuk rumah sakit. Ibunya menyuruh Chayra untuk segera pulang. Kata ibu Chayra, keadaan Ayahnya semakin ngedrop dan berkali - kali memanggil nama Chayra.


Tentu saja kabar dari ibunya tersebut membuat Chayra langsung bersedih dan kemudian bersiap - siap untuk berangkat pulang kerumah orang tuanya. Dia berencana akan pergi hari itu juga.


Saat Chayra sibuk bersiap - siap, ketika itu pula Dafri masuk dengan tatapan bingung.


"Sayang, Kamu lagi ngapain?" tanya Dafri ke Chayra yang sedang berkemas - kemas.


"Maaf, Dafri. Aku harus segera pulang kerumah ibu." kata Chayra yang sudah siap Dengan tas ranselnya, ia sengaja tidak membawa semua pakaiannya.


"Pulang..? Kenapa... Ada apa sayang?" tanya Dafri seraya menatap wajah Chayra yang terlihat sangat sedih.


"Ayah aku tiba - tiba ngedrop, sekarang masuk rumah sakit, Dafri." kata Chayra dengan terisak - isak.


"Ya, Allah. Ayah sakit apa? Ya sudah, aku temanin kamu pulang ya." putus Dafri dan kemudian juga bersiap. Namun, sebelum itu Chayra menyentuh tangan Dafri.


"Jangan Dafri, aku berangkat sendiri saja!" kata Chyara.


"Tidak .. Tidak, aku gak mungkin membiarkan kamu berangkat sendirian. Aku akan nemanin kamu pulang." kata Dafri.


"Tapi, nantik kerjaan kamu bagaimana, Dafri? Karena.. sebelum - sebelumnya kamu sudah sering sekali izin. Kasihan pasien - pasien kamu jika mau periksa kandungan dan kamunya gak ada terus." kata Chayra yang mencari alasan agar Dafri tidak ikut pulang bersamanya.


"Gak apa - apa sayang, masih ada dokter yang satunya lagi. Yang penting sekarang aku harus mengantarkan kamu pulang untuk bertemu dengan Ayah kamu, Oke?" ujar Dafri. Tapi, Chayra langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tapi, bagaimana dengan Clarissa? Tidak mungkinkan kamu tinggalin Clarissa sedangkan kandungan dia lagi bermasalah." kata Chayra yang keceplosan dengan mengatakan hal itu.


"Kamu tahu dari mana kalau Kandungan Clarissa bermasalah?" tanya Dafri dengan heran. Karena dirinya belum sama sekali menceritakan tentang kandungan Clarissa yang bermasalah itu ke Chayra.


Chayra yang sadar telah keceplosan, langsung merasa salah tingkah. Padahal dia tidak ingin Dafri tahu bahwa ia datang kerumah sakit tadi dan juga mendengar pembicaraan mereka walaupun tidak dari awal.


"Chayra.." panggil Dafri karena Chayra belum juga menjawab pertanyaannya.


"Ee.. Itu Tadi, Aku.. Aku.. Sebenarnya nyusul kamu dan Clarissa ketempat praktik kamu. Dan tidak sengaja aku mendengar penjelasan kamu mengenai kehamilan Clarissa." jelas Chayra lalu menundukkan wajahnya.


"Kamu datang ketempat praktik aku? Tapi, kenapa kamu gak masuk Chayra? Kenapa kamu malah menunggu diluar?" tanya Dafri masih dengan ekspresi bingungnya.


"Ya gak apa - apa, Dafri. Aku gak mau saja menganggu kamu Dan Clarissa." kata Chayra dengan cuek lalu mengalihkan wajahnya. Mendengar jawaban spontan dari Chayra barusan itu, membuat Dafri langsung teringat akan sesuatu.


"Chayra, Chayra.." panggil Dafri beberapa kali karena Chayra juga tidak menoleh kearahnya.


"Chayra, apa kamu tadi juga lihat saat Clarissa memeluk aku?" tanya Dafri dan Chayra langsung saja menganggukkan kepalanya.


"Ya Ampunn, Itu tidak seperti yang ada dipikiran kamu ya sayang. Kamu jangan salah sangka dulu ya? Aku gak pernah berniat untuk memeluk dia. Clarissa sendiri lah yang tiba - tiba saja memeluk aku. Tapi, saat itu aku serba salah juga mau melepaskan dia dari tubuh aku karena aku tau Clarissa saat itu pasti sedang syok sekali." jelas Dafri yang tidak ingin Chayra salah paham dengan apa yang ia lihat.


"Chayra, aku benar - benar minta maaf. Aku..."


"Dafrii..." Chayra langsung memotong ucapan Dafri seraya menatap erat wajah suaminya itu.


"Aku lagi tidak ingin membahasnya, yang ada dipikiran aku saat ini adalah Ayah aku. Aku ingin segera pulang dan menemui Ayah." kata Chayra dengan mata yang berkaca - kaca.


"Dan.. Aku ingin pergi sendiri saja. Tanpa ditemanin kamu." lanjut Chayra lagi dengan suara yang tegas.


...💟💟💟💟...


Kendatipun Chayra berkata ingin berangkat sendiri kerumah orang tuanya, namun karena Dafri tidak memberikan izin maka Chayrapun tidak berani pergi tanpa izin dari suaminya itu. Dan dengan terpaksa Chayra akhirnya menyetujui Dafri untuk ikut bersamanya.


"Kamu sudah beritahu Clarissa tentang keberangkatan kita ini?" tanya Chayra saat mereka berdua sudah berada di kapal.


"Belum. Nantik saja kalau sudah sampai dirumah kamu baru aku kabari dia. Karena setelah dari tempat praktik tadi, aku langsung mengantar Clarissa kerumahnya." kata Dafri.

__ADS_1


"Mending kamu kabari Clarissa sekarang saja, Dafri. Kalau sudah sampai dirumah, entar Clarissa malah berpikiran yang tidak - tidak lagi ke aku." kata Chayra yang memang sudah sangat malas sekali berurusan dengan Clarissa. Karena itulah, ia sebisa mungkin untuk menghindar dari bersitegang dengan Clarissa.


"Oke, ini aku chat dia sekarang." kata Dafri lalu mengeluarkan handphonenya.


Beberapa menit kemudian, setelah Dafri mengabari Clarissa akan kepergian mereka, maka Clarissa pun langsung menelpon Dafri. Tapi, Dafri merasa enggan untuk mengangkat telpon darinya, malahan lebih sampai tiga kali tidak kunjung juga diangkat.


"Dafri, kamu angkat lah telpon dari Clarissa itu." Chayra yang tau Clarissa yang menelpon Dafri berkali - kali, langsung saja menegurnya.


"Biar saja lah Chayra, Aku Sudah bilang jangan nelpon aku, malah tetap ditelponnya juga." ketus Dafri dengan nada kesal.


"Kasihan juga Clarissanya kamu cuek kan seperti itu, Dafri. Angkat sajalah, mana tahu ada yang penting." suruh Chayra lagi dan mau tidak mau akhirnya Dafri mengangkat telpon dari Clarissa tersebut.


Setelah diangkat panggilan dari Clarissa tersebut, maka terdengar suara lengkingan Clarissa yang tidak terima Dafri pergi bersama Chayra. Dan entah apalagi yang ia bising kan dari ujung telpon sana, Chayra hanya bisa memekakkan telinganya untuk tidak mendengar setiap untaian kata - kata protes yang keluar dari lisan wanita itu.


Perjalanan lebih kurang 4 jam kerumah keluarganya Chayra akhirnya sampai juga. Dafri dan Chayra yang baru saja turun dari kapal langsung saja mencari taksi untuk mengantarkan mereka kerumah dahulu.


Sesampainya dirumah, ternyata Ibu dan saudara - saudaranya Chayra tidak ada dirumahnya. Maka Chyarapun berinisiatif untuk langsung saja kerumah sakit, tapi sebelum mereka masuk kembali dalam taksi, seseorang memanggil Chayra. Orang itu adalah Farhan.


"Farhan, kamu gak kerumah sakit?" tanya Chayra ke adiknya itu.


"Ngak," jawab Farhan dengan singkat dan kini pandangannya beralih ke Dafri yang berada disamping Chayra. Ia melihat Dafri dengan tatapan tajam.


"Ooh.. Ya sudah, kakak kerumah sakit dulu ya. Kamu gak ikut sekalian??" tanya Chayra dengan mengajak Farhan bersamanya.


"Pergilah duluan, sebentar lagi aku nyusul." jawab Farhan dengan datar. Dan ujung matanya sejak tadi tidak lepas untuk menatap Dafri dengan tatapan yang tajam. Dafripun merasa heran, mengapa adik Chayra yang bernama Farhan itu melihat dirinya dengan tatapan tidak senang.


Setelah itu, Dafri menarik tangan Chayra agar segera masuk ke dalam taksi yang masih menunggu mereka.


...💓💓💓💓...


BERSAMBUNG...


"TERIMAKSIH SUDAH MENGIKUTI CERITANYA YA, JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA, TERIMAKASIH.."


.

__ADS_1


__ADS_2