Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
Eps 16 // MAMA DAFRI KOMA


__ADS_3

"Pulang? Maksudnya, kita pulang kerumah kamu?” Chayra bertanya dengan bingung.


“Iya, Kita berangkat sekarang.” Jawab Dafri dan kemudian buru – buru masuk kekamar untuk mengemasi pakaiannya. Clarissa dan Chayra langsung saja mengikuti Dafri dari belakang.


“Kenapa Daf? Ada apa?” kali ini giliran Clarissa yang bertanya.


“Mama tiba – tiba ngedrop, sayang. Tadi sempat pingsan juga dan sekarang sudah dibawa Papa kerumah sakit.” Jelas Dafri dengan melihat kearah Clarissa sekilas dan setelah itu kembali melanjutkan mengemasi pakaiannya.


“Ya Allah, kenapa bisa tiba – tiba ?” Tanya Clarissa dengan ikutan panik juga.


“Aku juga gak tahu,” jawab Dafri.


“Chayra, kamu kenapa berdiri saja? Cepat kemasi baju kamu!!” suruh Dafri yang melihat Chayra yang masih berdiri mematung didalam kamarnya.


“I-Iya,” lirih Chayra dan kemudian bergegas menuju kekamarnya.


“Daf, kamu akan pulang dengan Chayra sekarang juga? Jadi, bagaimana dengan aku?” Tanya Clarissa dengan gundah. Karena tujuannya datang kesini adalah untuk menemui Dafri, karena setelah mereka menikah siri beberapa bulan yang lalu, sekalipun mereka belum pernah pergi berdua untuk sekedar honeymoon ataupun memadu kasih.


“Iya, Clarissa. Maaf ya sayang, sepertinya aku gak bisa menemani kamu disini. Aku harus segera pulang, Mama sangat membutuhkan aku saat ini. Kamu gak apa kan tinggal disini sendiri? Atau.. apa kamu pulang juga?” Tanya Dafri seraya memegang lembut pipi mulusnya Chayra.


“Aku akan tinggal beberapa hari dulu disini. Lagi pula, ada teman aku juga yang berkunjung dikota ini. Jadi, aku gak akan sendirian.” Kata Clarissa.


“Oke, kamu jaga diri baik – baik ya” ucap Haris lalu tangannya kini berpindah kebahunya Clarissa.


Beberapa menit kemudian, Dafripun sudah selesai mengemasi pakaiannya lalu membawa koper milikinya menuju keluar villa. Karena tidak mendapati Chayra ada diluar villa, maka Dafripun menyusul Chayra kekamarnya. Dafri menaiki anak tangga dengan setengah berlari. Setelah tiba didepan kamar Chayra, Dafri dengan sigap lalu masuk kekamar Chayra yang pintunya tidak tertutup rapat dan bersamaan dengan itu pula Chayra muncul dari balik pintu kamarnya. Tanpa disengaja mereka pun akhirnya bertabrakan. Tubuh Chayra seakan ambruk ditabrak oleh tubuh kekarnya Dafri. Namun, dengan sigap Dafri langsung saja menangkap tubuh Chayra dan membawanya kedalam pelukannya.

__ADS_1


“Chayra, kamu gak apa – apa?” Tanya Dafri masih merangkul tubuh Chayra dengan erat.


“Ngak.. gak apa – apa,” jawab Chayra yang masih belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya.


Bersamaan dengan itu pula, Clarissa datang dan melihat dengan jelas Dafri yang sedang memeluk Chayra.


“Kalian ngapain?” Tanya Clarissa seakan terpana melihat pemandangan yang ada dihadapannya saat ini.


Melihat Clarissa datang, Dafri langsung melepas pelukannya pada Chayra.


“Tadi Chayra hampir terjatuh, Clarissa. karena aku gak sengaja menabraknya,” jelas Dafri ke Clarissa.


“Ooh,” lirih Clarissa dengan mengangguk – anggukkan kepalanya.


Sebelum masuk kemobil, Dafri berpamitan dengan Chayra. Ia menyentuh lembut paras cantik Clarissa seraya mengatakan sesuatu ke wanita tersebut. Chayra hanya bisa menyaksikan kemesraan dua sejoli itu dari dalam mobil. Chayrapun tidak berniat untuk mendengarkan apa yang sedang dikatakan oleh Dafri kepada Clarisaa. Chayra seakan memekkan telinganya dan sekuat hati untuk tidak mempedulikannya.


Setelah itu, Dafri pun masuk kedalam mobil dan detik kemudian mobil tersebutpun melaju menujun ke bandara.


...💚💚💚💚...


Didalam pesawat, Chayra dan Dafri hanya saling diam. Apalagi Dafri yang sejak tadi terlihat murung dengan wajah yang sedih. Ingin rasanya Chayra menghibur suaminya itu, namun dirinya seakan tak mampu untuk sekedar mengeluarkan kata - kata penyemangat untuk Dafri. Tapi, Chayra juga merasa tidak enak tanpa melakukan apa - apa, setidaknya ia harus menghibur Dafri. Maka, Chayrapun mencoba untuk membuka pembicaraan.


"Dafrii..." panggil Chayra dengan suara yang pelan. Darfri yang sedang melihat kearah jendela, langsung saja menoleh ke Chayra.


"Iya, kenapa Chayra?" tanya Dafri.

__ADS_1


"Aku turut prihatin dengan keadaan Mama kamu, kamu yang sabar ya Dafri. Semoga Mama baik - Baik saja dan segera pulih kembali." ucap Chayra dengan mendoakan kebaikan untuk Mamanya Dafri.


"Aamiin.. Mudah - mudahan, terimakasih ya Chayra." kata Haris seraya tersenyum tipis.


Setelah itu, Dafri kembali memandang kearah jendela. Mereka saling diam lagi sampai akhirnya pesawatpun mendarat dikota tempat keluarga Dafri tinggal.


Keluar dari bandara, mereka langsung saja menuju ke rumah sakit menggunakan taksi. Tadi pun Papa Dafri sempat menelpon dan mengabari bahwa keadaan Mamanya sudah semakin memburuk. Bahkan saat ini Mamanya sudah masuk ke ruang ICU. Dafri belum mendapat info yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Mamanya itu? Papa Dafri juga belum menjelaskan apa - apa. Dia hanya memberitahu agar Dafri segera kerumah sakit.


Beberapa menit kemudian, akhirnya taksi tersebut berhenti dirumah sakit tempat Mamanya Dafri dirawat. Dafri langsung turun dengan buru - buru dan detik kemudian segera bergegas masuk kedalam rumah sakit besar tersebut. Sedangkan Chayra masih didalam taksi, belum sempat ia berkata apa - apa suaminya itu sudah pergi meninggalkannya.


Supir taksi lalu mengeluarkan dua koper besar milik Chayra dan Dafri, setelah itu Chayra menitipkan koper tersebut di pos satpam dan kemudian diapun masuk juga menyusul Dafri kedalam rumah sakit.


Chayra mencari - cari keberadaan Dafri didalam rumah sakit, namun sama sekali ia tidak melihat Dafri. Chayra juga sudah mencoba menelpon suaminya itu, akan tetapi telepon dari nya tidak kunjung diangkat. Tidak kehabisan akal, akhirnya Chayra bertanya dengan salah satu perawat yang kebetulan lewat didepannya. Karena saat di bandara tadi, Chayra sempat mendengar percakapan Dafri dengan Papanya yang bilang bahwa Mama Dafri sudah dipindahkan ke ruang ICU.


Akhirnya Chayra sampai diruang ICU, dan seketika itu pula Chayra langsung melihat Papa mertuanya, Dafri dan adik laki - laki Dafri sudah berada didepan pintu ruangan yang tertutup. Chayra lantas menghampiri mereka. Melihat kedatangan Chayra, membuat Papanya Dafri langsung menyapa Chayra dengan hangat.


"Chayra, kamu tadi dari mana? Kok tidak bareng Dafri datangnya?" tanya Papa Dafri dengan heran. Ditanya seperti itu, membuat Chayra langsung mengarahkan pandangannya ke Dafri. Ia berharap Dafri lah yang menjawab pertanyaan dari Papanya itu, karena memang Dafri yang telah meninggalkan Chayra dibawah. Tapi, tampaknya Dafri tidak berniat untuk merespon pertanyaan Papanya itu. Jangankan merespon, menyimak ataupun mendengarpun sepertinya tidak. Dafri tampak melamun dengan pandangan kosong. Terlihat jelas diwajahnya bahwa lelaki itu sangat terpukul dengan apa yang telah terjadi pada Mamanya.


"Iya, Pa. Tadi Chayra ke toilet dulu." jawab Chayra akhirnya yang terpaksa berbohong. Papa Dafri mempercayainya. Chayra cukup sadar diri bahwa tidak seharusnya ia menyudutkan Dafri didepan Papanya, padahal saat ini Dafri sangat butuh semangat dan dukungan darinya. Maka, Chayrapun langsung menghampiri Dafri dan berdiri tepat disebelahnya.


"Kita sama - sama berdoa untuk Mama kamu ya, Dafri. Semoga Mama segera sadar dari komanya. Kamu yang kuat ya." ujar Chayra seraya memegang lembut lengan suaminya itu.


...💓💓💓💓...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2