Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
EPISODE 68


__ADS_3

Saat Clarissa mulai sadar dari pingsannya yang cukup lama itu, ia pun membuka matanya perlahan - lahan. Dan setelah matanya terbuka sempurna, Clarissa melihat Dafri dan juga Mamanya sudah berdiri disampingnya dengan wajah yang cemas.


"Clarissa, sayang.. Kamu sudah sadar, syukurlah.." kata Siska yang langsung memeluk anaknya itu.


"Clarissa dimana, Ma?" tanya Clarissa seraya memegang kepalanya yang terasa berdenyut.


"Kamu dirumah sakit sayang, tadi kamu pingsan. Kamu kenapa Clarissa? Apa yang dilakukan Chayra terhadap kamu?" tanya Siska bertubi - tubi.


Clarissa terdiam sejenak saat Mamanya menyebut nama Chayra. Seingat Clarissa saat itu ia tengah melabrak Chayra dan memarahi wanita itu habis - habisan. Dan setelah itu, Clarissa langsung tersentak tatkala ia ingat bahwa dirinya sempat mencekik leher Chayra dengan kuat. Clarissa tidak pernah sebelumnya berniat untuk melakukan perbuatan tersebut. Tapi.. Entah kenapa tadi itu ia seperti mendapatkan bisikan untuk melakukan tindakan sesadis itu. Clarissa pun tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


"Clarissa sayang? kenapa kamu diam? Cerita saja Sayang, apa yang dilakukan Chayra ke kamu sampai - sampai kamu tidak sadarkan diri cukup lama begini?" Siska kembali bertanya hal yang sama terhadap anaknya itu.


Clarissa masih bungkam. Mamanya bertanya.. Apa yang dilakukan Chayra? Pertanyaan dari Mamanya itu seakan terbalik. Seharusnya Mamanya Bukan bertanya apa yang dilakukan Chayra terhadap dirinya melainkan apa yang dilakukannya terhadap Chayra? Tapi, kalimat protes itu hanya terlontar didalam hatinya saja.


"Clarissa.. Ayo cerita Nak, Kalau Chayra terbukti ingin mencelaki kamu, Mama akan seret dia ke dalam penjara." lanjut Siska lagi dengan seenak perutnya berkata begitu.


"Maaf, Ma. Mama Siska jangan salahkan Chayra atas pingsannya Clarissa, karena memang.. Chayra tidak bersalah. Chayra tidak melakukan apapun tke Clarissa." Dafri langsung saja memperotes ucapan Siska yang asal - asalan itu.


"Tau dari mana kamu Dafri? Bukannya kamu gak ada disana? Karena Mama dengar cerita dari Bik Asih, sebelum Clarissa pingsan.. Dia sedang bersama Chayra. Dan mereka sempat ribut - ribut." kata Siska dengan berapi - api. Lalu wajahnya yang tadi melihat Dafri, kini beralih ke Clarissa.


"Benar begitu kan, Sayang?" lanjut Siska lagi dengan bertanya untuk lebih menyakinkan dirinya. Dan Clarissapun langsung mengangguk.

__ADS_1


"Jadi, apa? Apa yang dilakukannya? Kamu bisa cerita sekarang sama Mama, Sayang.." Siska terus - terusan mendesak Clarissa untuk bercerita.


Clarissa memutar bola matanya, ia seakan sedang berpikir. Apa yang harus ia katakan ke Mamanya? Tidak mungkin kan dia mengatakan yang sebenarnya bahwa dirinya lah yang sudah menyerang Chayra duluan dengan menolaknya dan bahkan mencekik wanita itu? Jadi, haruskah ia memutar balikkan fakta? Tapi, tunggu.. Tunggu.. Clarissa kemudian menatap Dafri yang wajahnya terlihat biasa saja saat melihat dirinya.


"Siapa yang bawa Clarissa kerumah sakit, Ma?" Chayra malah bertanya tentang itu, karena ia penasaran juga saat dia pingsan apa yang dilakukan Chayra terhadapnya. Tidak mungkin Chayra mau repot - repot membawa Clarissa kerumah sakit padahal sudah jelas Clarissa sudah berniat jahat dengan mencekik Chayra. Pikir Clarissa didalam hatinya dan iapun malah berpikiran bahwa Dafrilah yang membawanya kesini. Sedangkan Chayra pasti langsung kabur saat melihat dirinya pingsan.


"Chayra yang bawa kamu kesini, Clarissa." jawab Dafri akhirnya yang membuat Clarissa langsung tersentak kaget.


"Chayra juga sudah cerita apa yang terjadi sebelum kamu pingsan." lanjut Dafri lagi. Dan kali ini, Clarissa langsung menelan ludahnya yang terasa sangat pahit. Rasa takut dan cemas mulai menjalari hatinya.


"S-Semuanya??" tanya Clarissa dengan wajah yang panik. Dafri hanya menganggukkan kepalanya. Wajah Chayra pucat seketika, karena ia yakin setelah ini Dafri pasti akan memarahinya karena dirinya yang sudah berbuat sesuatu diluar batas terhadap Chayra.


"Emang apa yang terjadi?" Siska bertanya ke Dafri. Lalu Dafripun bercerita seperti apa yang Chayra ceritakan ke dia tadi. Tapi, yang anehnya.. Tidak ada sedikitpun Dafri menyinggung mengenai Clarissa yang mendorong dan juga mencekik Chayra. Sama sekali tidak ada.


"Jadi, dimana Chayra sekarang?" entah kenapa tiba - tiba saja terlontar pertanyaan itu dari mulutnya Clarissa.


"Chayra, Tadi ada diluar." ujar Dafri sembari menoleh kearah luar.


"Dia gak ada lagi diluar." ketus Siska.


"Tadi dia habis Mama marahin, setelah itu dia pergi tanpa pamit. Memang gak sopan tu anak, orang lagi bicara dengan dia.. Eh malah main kabur aja." lanjut Siska lagi dengan wajah tak senangnya.

__ADS_1


Mendengar Chayra pergi, Dafri langsung bergegas keluar.


"Dafrii.. Kamu mau kemana??" jerit Siska yang melihat Dafri sama tidak sopannya dengan Chayra, main pergi begitu saja tanpa pamit ataupun berbasa - basi dulu.


"Sudahlah, Ma. Biar saja." Clarissa melarang Mamanya yang sudah bersiap - siap akan menyusul Dafri.


"Kok dibiarkan sih sayang?" protes Siska dengan bingung.


Clarissa tidak menjawabnya, ia hanya diam dan terlihat sedang berpikir panjang. Clarissa jadi kepikiran dengan apa yang menimpanya barusan ini. Tentang Chayra yang membawanya kerumah sakit, padahal sebelum itu Clarissa sempat ingin membunuhnya. Sebenarnya jika Chayra mau, dia bisa meninggalkan Clarissa dan tidak mempedulikan dirinya. Tapi, ternyata tidak lah demikian. Chayra malah menolongnya dan mau repot - repot membawa Clarissa kerumah sakit. Ditambah lagi, Chayra yang sama sekali tidak mengadu ke Dafri perihal dirinya yang hampir saja membuat Chayra kehabisan nafas. Entah kah itu cuman pencitraannya saja, ataukah memang Chayra melakukan itu dengan tulus? Clarissa lalu menggeleng - gelengkan kepalanya. Mau tulus ataupun tidak, Clarissa bertekad untuk tidak peduli dan tidak mau tahu walaupun sebenarnya sangat bertentangan dengan hatinya saat ini.


Sedangkan dihalaman rumah sakit, terlihat Dafri yang berkali - kali mencoba menghubungi nomor Chayra, Namun.. Nomor Chayra tidak dapat dihubungi. Lalu Dafripun menelpon bik Asih untuk memastikan apakah Chayra sudah berada di rumah atau belum. Dan ternyata, Bik Asih mengatakan bahwa Chayra belum sama sekali pulang kerumah. Seketika itu pula, perasaan Dafri mulai tidak enak. Ia takut Chayra kenapa - napa diluar sana. Apalagi malam sudah semakin larut.


"Kamu dimana, Chayra? Kenapa kamu tidak mengabari aku kalau mau pergi?" lirih Dafri masih dalam keadaan panik.


Dalam keadaan panik, Dafri mencoba untuk berpikir jernih dan menduga - duga. Kemankah Chayra pergi jika tidak balik lagi kerumahnya? Apakah ada orang yang dikenal Chayra dikota ini selain dirinya dan keluarganya?


...💟💟💟💟...


BERSAMBUNG...


"JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA.."

__ADS_1


.


.


__ADS_2