Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir
Eps 18 // TANGISAN DAFRI


__ADS_3

Chayra baru saja keluar dari musholla Rumah Sakit, kemudian gadis itu berjalan menyelusuri koridor rumah sakit yang masih terlihat sepi. Hanya ada 2 perawat yang kebetulan berpapasan dengan Chayra dan juga keluarga pasien yang sama - sama keluar dari Mushola dengannya.


Saat setelah selesai sholat tadi, entah mengapa pikiran Chayra malah membawanya terbang mengingat akan aktifitasnya sebelum menikah dan tinggal bersama suaminya yang berbeda kota dengan tempat tinggalnya dulu.


Sudah lama Chayra seakan putus komunikasi dengan teman - teman hijrahnya dulu, terutama dengan seorang wanita Shaliha, berhati baik dan lembut bernama Kak Sakinah. Yah.. Dari beliaulah Chayra banyak belajar dan mengkaji ilmu yang selama ini ia sangat awam tentang itu. Dan dari beliau juga ia mengenal sosok laki - laki tampan dan sholeh yang mampu memikat hatinya sebagai seorang wanita normal yang terkadang masih labil juga. Lelaki tersebut adalah Farhan, adik kandungan dari Kak Sakinah sendiri.


Sebenarnya Seminggu sebelum Ibu Chayra menyuruhnya untuk menikah dengan Dafri, Chayra sudah mendapat kabar bahwa Farhan berencana akan kerumahnya untuk menjalani proses taaruf dengan Chayra. Tentu saja kabar itu membuat hati dan perasaan Chayra berbunga - bunga. Karena Siapa yang tidak menginginkan menikah dengan laki - laki sholeh seperti Farhan, dari lingkungan keluarganya yang terpandang baik dari segi agama dan juga finansial yang lebih dari cukup.


Namun, ternyata.. Kenyataan berkata lain. Allah dengan cepat menunjukkan bahwa Farhan bukan lah jodoh Chayra kala ibunya meminta Chayra untuk menikah dengan Dafri sebagai penebus utang - utang mereka terhadap Mamanya Dafri. Dan Chayrapun berusaha mencoba untuk ikhlas melepas pria sholeh seperti Farhan. Meskipun ada terbesit rasa tidak enak hati terhadap Kak Sakinah juga Farhan, karena Chayra menolak lamaran yang belum sempat terjadi itu tanpa memberikan alasan yang jelas kepada mereka.


Setelah itu, langkah kaki Chayra menaiki anak tangga menuju kelantai dua tempat dimana Mama Dafri sedang dirawat. Sesampainya disana, Chayra langsung tersentak saat mendapati Dafri yang sedang jongkok didepan pintu ruang ICU dengan terisak - isak. Chayra lalu menghampiri Dafri dan ikut jongkok juga disamping suaminya itu.


"Dafri, kenapa? Mama gimana? Mama baik - baik saja kan? Kenapa kamu menangis?" Chayra menyodorkan beberapa pertanyaan ke Dafri dengan wajah yang panik. Mendengar suara Chayra, Dafripun mengangkat kepalanya dan menatap wanita itu dengan air mata yang tidak terbendung lagi.


"Mama tadi tiba - tiba sesak, Chayra. Nafas Mama seperti tersengal - sengal gitu, dan sekarang lagi ditangani oleh Dokter." jelas Dafri masih dengan isakannya.


"Ya Allah," desis Chayra seraya mengelus - elus punggung Dafri untuk menenangkan suaminya itu.


"Semoga Mama baik - baik saja, kita sama - sama berdoa." ujar Chayra lagi. Beberapa saat kemudian, dokter yang menangani Mama Dafripun keluar. Ia memberitahu bahwa keadaan Mama Dafri kembali koma lagi setelah tadi sempat beberapa menit sadar dan berbicara dengannya. Sontak saja hal itu kembali membuat Dafri sedih.

__ADS_1


"Baru saja tadi aku berbicara dengan Mama, Chayra. Tapi sekarang Mama koma lagi, Ya Allah.." lirih Dafri yang kini sudah berlinangan air mata. Chayrapun jadi ikutan menangis juga melihat suaminya itu menangis. Chayra yakin sekali jika Dafri begitu sangat menyayangi Mamanya. Karena Chayra sangat jarang sekali melihat laki - laki menangis sampai beruraian air mata seperti yang Dafri lakukan saat ini. Chayra bisa merasakan bagaimana terpukulnya Dafri dengan keadaan Mamanya yang koma itu.


Chayra lalu membawa Dafri untuk duduk di kursi panjang yang ada didepan ruang ICU tersebut. Entah terbawa suasana yang sedih atau bagaimana, tiba - tiba saja Dafri yang masih nangis terisak - isak, memeluk Chayra yang duduk tepat disebelahnya. Sontak saja Chayra merasa kaget atas perlakuan yang tiba - tiba dilakukan oleh suaminya itu.


"Dafri, kamu belum sholat subuh kan? Ada baiknya kamu sholat dulu, tenangkan diri kamu lalu berdoa dan minta ke Allah untuk kesembuhan Mama kamu." ujar Chayra yang memberikan saran terbaik untuk Dafri yang masih berada didalam pelukannya. Chayra sengaja juga menyuruh Dafri untuk sholat agar lelaki itu segera melepaskan pelukannya pada Chayra.


"Ya.. Makasih Chayra, dan.. Maaf Chayra.." ujar Dafri yang seakan tersadar apa yang baru saja ia lakukan terhadap Chayra. Dafri lalu menghapus air matanya seraya menggeser posisi duduknya agak jauh dari Chayra.


"Aku.. Aku ke Mushola dulu, aku titip Mama ya Chayra. Kamu tunggu disini, kalau ada apa - apa cepat kabari aku." kata Dafri setelah itu langsung bergegas menuju ke mushola dilantai bagian bawah. Sedangkan Chayra, hanya terdiam ditempatnya dengan hati dan perasaan yang mulai diselimuti sebuah rasa yang ia sendiri tidak tahu apa itu...


...💕💕💕💕...


Malam itu, giliran Argantara dan Dika yang menjaga Dina dirumah sakit. Sedangkan Dafri dan Chayra tidur dan beristirahat dirumah.


Sesampainya dirumah, Dengan langkah yang gontai Dafri langsung saja masuk kedalam kamarnya. Padahal Sebelumnya Chayra sempat mengajak Dafri untuk makan karena buk Asih sudah menyiapkan makan malam untuk mereka. Namun, Dafri menolaknya dan menyuruh Chayra mengantar makanan tersebut kedalam kamarnya. Chayra langsung mengiyakannya dan kemudian mempersiapkan makanan yang akan dibawanya kedalam kamarnya Dafri.


Beberapa menit kemudian, Chayrapun sudah sampai didepan kamar Dafri dengan membawa mapan berisi makanan dan minuman untuk lelaki itu. Chayra lalu mengetuk beberapa kali pada pintu kamar Dafri yang tidak tertutup rapat. Namun, tidak ada jawaban. Karena penasaran, Chayrapun mengintip kedalamnya dan mendapati Dafri yang ternyata sudah tertidur diatas ranjangnya. Chayra lalu masuk dan meletakkan mapan tadi diatas meja.


"Dafri... Dafri..." Chayra memanggil Dafri seraya menyentuh pelan pada bagian bahunya. Tapi, sepertinya Dafri sudah tertidur dengan nyenyak sekali sehingga sedikitpun lelaki itu tidak bergeming saat Chayra membangunkannya.

__ADS_1


Maka, Chayrapun memutuskan untuk keluar dan membiarkan suaminya itu tidur. Karena Chayra tahu bagaimana Dafri yang tidak bisa tidur dengan nyenyak saat menunggu Mamanya dirumah sakit. Namun, Chayra tidak jadi keluar dari kamar Dafri ketika mendengar bunyi deringan ponsel Dafri yang terletak disebelahnya. Chayra mendekat dan melihat siapa yang menelpon Dafri. Ternyata yang menelponnya adalah Clarissa..!!


Awalnya Chayra membiarkan saja panggilan masuk dari Clarissa itu, dan ia berharap Dafri mendengarnya dan lalu terbangun. Tapi, sampai berkali - kali panggilan dari Clarissa tersebut masuk, tidak membuat Dafri terbangun dari tidurnya. Maka, Chayra akhirnya berinisiatif untuk menerima panggilan dari Clarissa.


"Dafriii... kemana aja sih kamu? Kok lama banget ngangkat telpon dari akuu??" teriak Clarissa dengan suaranya yang nyaring. Saking nyaringnya suara Clarissa, membuat Chayra langsung menjauhkan ponsel Dafri dari telinganya.


"Clarissa.. ini Aku, Chayra.." ujar Chayra akhirnya.


"Ha??? Chayra, kenapa kamu yang angkat telpon? Dafri mana?" tanya Clarissa masih dengan nada yang sama.


"Dafri lagi tidur, Clarissa.." jawab Chayra dengan suara yang pelan.


"Apa, lagi tidur??Tapi, Kamu kenapa ada dikamar Dafri malam - malam begini, apa jangan - jangan kalian tidur bareng ya? Benar begitu Chayra?? Tega kamu ya, kamu menggoda Dafri biar mau tidur sama kamu kan??" kata Clarissa yang menuduh Chayra habis - habisan....


...🤎🤎🤎🤎...


BERSAMBUNG...


.

__ADS_1


.


__ADS_2