
"Mas aku ingin berpakaian dulu" ucap Indah karena dia mulai tidak nyaman jika hanya memakai handuk saja
"Tidak perlu" ucap Azam sambil mendekatkan tubuhnya pada Indah dan Itu membuat Indah menggeser tubuhnya perlahan
Azam tersrnyum melihat Indah menggeserkan tubuhnya lalu dia berkata "Tenang, mas haya akan mengambil selimut untuk menutupi tubuhmu".
Indah menghembuskan nafasnya karena merasa lega setelah barusan dia berpikir yang tidak-tidak tentangnya Azam yang terus mendekatinya "Aku pikir Mas mau apa ternyata mau ambil selimut" ucap Indah dan indah pun membiarkan Azam mengambil selimut yang ada di samping tubuh indah untuk di pakaikan di tubuh Indah.
Azam yang sudah mengambil selimut langsung menyuruh Indah membelakanginya dan setelah itu Azam menyelimuti Indah dari depan ke belakang tapi setelah di tutup ternyata tangan Azam malah melepaskan handuk yang menempel di tubuh Indah dan Azam langsung mengunci tubuh Indah agar Indah tidak kabur
"Mas bukankah tadi mas berjanji tidak akan melakukan ini sekarang?" protes Indah sambil menutupi dua aset kembarnya dengan kedua tangannya
"Sayang, kamu tau tidak jika ada yang mengatakan janji di buat untuk di ingkari". bisik Azam di telinga Indah
"Tidak" jawab Indah sambil menggeser tubuhnya agar bisa langsung berdiri dan pergi untuk mengambil pakayannya
__ADS_1
Azam mempererat pelukannya dan berkqta "Jangan berbohong pasti kamu tau iyakan" Bisiknya lagi tepat di telinga Indah dan itu berhasil membuat bulu kuduk Indah merinding karena Azam meniup telinga Indah dan hasilnya indah melonggarkan tangannya yang menutupi dua aset kembarnya dan Azam tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan dia langsung menyingkirkan tangan Indah dan menggantinya dengan kedua tangan miliknya dan Azam langsung memainkan keduanya dengan sangat lembut
setelah puas bermain di atas Azam meminta Indah untuk duduk seperti laki-laki dan Indah yang mengerti langsung menurutinya karena sudah menginginkan sesuatu yang lebih dan hal tersebut berhasil memberi jalan agar Azam mudah menyentuh kelopak mawar Indah
Azam tersenyum saat merasakan jika Indah menuruti perintahnya dan dengan cepat Azam bermain di sana, Azam sangat pandai bermain di area sana sampai indah mendapat pelepasan pertamanya hanya karena tangan Azam saja
"Mas sudah, aku sudah keluar".
Azam tersenyum lalu berbisik "tidak mau, aku mau kamu mendapatkan pelepasanmu berkali-kali di sini di kamar di mana aku berganti setatus dari seorang anak laki-laki menjadi seorang remaja karena bermimpi bermain denganmu dan sekarang aku ingin membuat mimpi itu nyata".
Setelah lama bermain dan berganti posisi Azam yang melihat Indah sudah menggeliat tidak karuan berbisik "Pintalah" dan Indah yang sudah tidak tahan lagi berkata "mas aku menginginkan mu".
"Bukan begitu sayang tapi aku ingin kamu memintanya dengan mesra".
"Sayang aku sudah tidak kuat, aku ingin yang lebih dari sekedar tangan mu" ucap Indah sambil tak henti berdesah
__ADS_1
Azam tersenyum senang dan langsung bersiap di posisi, awalnya Azam bermain pelan karena ingat ada calon bayinya di dalam rahim Indah tapi lama kelamaan Azam tidak bisa mengontrol gerakannya dan setelah selesai Azam langsung memeriksa daerah inti Indah memastikan jika calon anaknya tidak kenapa-kenapa setelah barusan mendapat guncangan darinya.
Indah yang tidak mengerti bertanya "ada apa mas?".
"Ini aku memeriksa inti tubuhmu karena takut terjadi sesuatu pada calon anak kita yang baru saja terkena gempa lokal".
Indah tersenyum dan sekarang dia baru tau apa itu gempa lokal "Mas tenang saja tidak akan terjadi apa apa pada calon anak kita karena dia sangat kuat, seperti yang dokter bilang dulu".
Ya dokter yang kemarin memeriksa kandungan Indah mengatakan jika kandungannya sangat kuat jadi jika sewaktu waktu suaminya menginginkannya tidak akan berdampak buruk pada janin yang dia kandung tapi jangan terlalu sering saja
Azam memang tau apa yang dia lakukan tidak akan berdampak buruk terbukti tidak terjadi apapun pada Indah srperti Indah yang merasa mulas atau apapun dampak dari gempa lokal yang dia buat tadi
"Maaf sayang" ucap Azam pada perut Indah yang masih rata
"Tidak apa-apa yah, aku kan kuat" ucap Indah sambil menirukan suara anak kecil dan Indah juga mengusap kepala Azam yang sedang menciumi perutnya
__ADS_1