
"Bagai mana apa kamu mau tinggal di sana, jika mau kita buat rencana untuk mengejutkan Azam yang tidak pernah memberi tahu alamat rumah lamanya pada mu" . ucap Intan dengan semangat karena ingin membuat sebuah kejutan untuk Azam yang pasti sangat merindukan Indah dan pasti ingin bersama-sama Indah tidak seperti sekarang berjauhan
Indah tidak lantas mengiyakan ucapan Intan karena harus mempertimbangkan apakah Azam akan marah padanya jika dia tiba-tiba berada di rumah yang tidak pernah di beri tahukan Azam sebelumnya
Intan yang melihat Indah hanya termenung langsung berkata " Indah kemu sedang melamunkan apa?".
"Ini mbak apa tidak apa-apa jika aku langsung berada di sana tanpa meminta Izin padanya dulu aku takut dia marahi".
"Itu tidak mungkin Indah aku justru berpikir jika dia pasti sangat bahagia karena kamu mau tinggal di sana?" ucap Intan agar Indah mau mengikuti rencananya
"Baiklah aku mau tinggal di sana dan mengikuti rencana mbak" putus Indah setelah berpikir mendengar ucapan Intan yang memang pasti akan membuat Azam senang dan juga membuat dirinya senang
__ADS_1
"Baiklah jika begitu bersiaplah aku akan menyuruh pak supir untuk mengantarmu kesana" Ucap Intan dengan senyum merekah
"Mbak kenapa secepat ini aku pikir besok atau lusa aku akan ti gagal di sana?" tanya Indah yang tidak habis pikir dengan pemikiran Intan
"Lebih cepat lebih baik Indah karena aku takut kamu akan sakit jika terlalu lama berjauhan dengan Azam yang sangat kamu rindukan eh mungkin yang sangat di rindukan anak kalian" ucap Intan yang memiliki pirasat jika calon anak yang ada di dalam perut Indah yang merindukan Azam
"Baiklah mbak aku setuju" ucap Indah dan Intan langsung tersenyum lalu beranjak dari duduknya dan langsung pergi
Indah pun melakukan hal yang sama dengan Intan pergi dari sana menuju kamarnya untuk mengemas kembali barang-barang yang sudah dia pindahkan kedalam lemari kemarin
"Kamu sudah siap berangkat?" tanya Intan yang sudah melihat Indah berada di dekatnya padahal jika dia tidak bertanya pun pasti sudah tau jawabannya
__ADS_1
Indah tersenyum dan mengangguk lalu dia berkata "Sebenarnya aku sedikit tidak enak pada anak-anak, karena kemarin aku berjanji untuk tinggal lama di sini eh tapi baru juga satu hari aku sudah mau pergi dari sini".
"Tidak apa-apa aku akan memberi penjelasan pada mereka nanti, oh Iya mungkin nanti malam suamimu akan datang kesana tapi dia tidak akan diberi tahu kalau kamu ada di sana, dan nanti kamu akan tinggal di kamar Azam yang dulu dan aku tadi juga sudah menghubungi si mbok untuk menunjukan kamar Azam di sana pada mu".
Indah yang merasa senang karena sebentar lagi akan bertemu dengan suaminya merasa sangat bahagia dan saat Ini wajahnya memancarkan kebahagian yang tengah dia rasakan dan karena hal itu Intan pun yang melihat kebahagian di wajah Indah ikut merasa senang
"Indah aku ikut senang melihat mu senang seperti ini" ucap Intan lalu Indah pun berkata "Iya mbak terimakasih aku juga tidak tau kenapa bisa sangat merindukan mantan sahabat ku itu padahal sebelumnya aku tidak pernah serindu ini saat kami berjauhan" .
"Tentu saja berbeda Indah karena sekarang kamu sedang mengandung dan yang merindukan Azam adalah calon anakmu bukan kamu, em atau jangan jangan kamu sendiri yang merindukan Azam?" ucap Intan dan ucapan Intan berhasil membuat pipi Indah merona karena malu.
"Ya sudah ayo aku antar kedepan" ucap Intan dan Indah pun mengikuti Intan yang sudah mengambil alih koper juga tas besar yang tadi berada di tangannya
__ADS_1
Indah yang sudah sampai di teras rumah lansung berpamitan pada Sasa dan sisi yang kebetulan berada di teras rumah sedang bermain di temani pengasuhnya.
setelah mengecup pipi kedua gadis kecil itu lalu Indah pamit pada Intan dan setelah itu dia masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman Intan bersama seorang supir yang akan mengantarnya menuju rumah lama Azam.