
Azam keluar dari dalam kamar mandi dan dia melihat Indah yang terdiam seperti melamunkan sesuatu.
"Indah ada apa, sepertinya kamu memikirkan sesuatu yang sangat berat".
"Hem iya mas" kaget indah lalu dia berkata lagi sambil membantu Azam berjalan untuk kembali kedalam kamar rawatnya "Aku memikirkan nasib perusahaan mu".
Azam yang tidak mengingat jika dia mempunyai perusahaan berkata "Aku mempunyai perusahaan kenapa bisa ".
"Aku tidak tau yang jelas saat kita bertemu lagi kamu sudah menjadi CEO di sebuah perusahaan, nanti kuperlihatkan bukti jika kau sekarang seorang CEO".
"Baiklah oh iya apa ada lagi kejadian penting yang terjadi selama sepuluh tahun terakhir".
"Ada kamu yang di Beritahu ka Indra jika kamu adalah adiknya walau beda ibu" ucap Indah sambil duduk di sebelah Azam yang sudah duduk di tepi ranjang
"Aku adik tuan Indra" kaget Azam walau terasa aneh tapi akhirnya Azam mengerti kenapa dia di perlakukan seperti keluarga Indara sampai teman-teman sekolah Azam berpikir jika Azam adalah anak orang kaya bukan anak seorang pembantu.
__ADS_1
"Iya mas kamu adiknya" ucap Indah lalu indah mengambil ponselnya dan memperlihatkan beberapa Foto Azam saat memimpin sebuah rapat dan berjabat tangan dengan beberapa rekan binisnya.
"Indah ini seperti perusahaan yang di pimpin tuan Indra" ucap Azam setelah melihat Nama perusahaan yang katanya di pimpin olehnya
"Iya kata orang orang perusahaan kak Indra sudah di berikan pada mas setelah mas lulus kuliah".
Azam tersenyum tidak menyangka jika hidupnya seberuntung ini memiliki istri yang selama ini dia cintai dan sekarang di mempunyai sodara yang selama ini dia inginkan.
"Indah kamu tau tadinya aku merasa jika hidupku sangat menyedihkan terlahir dari seorang pembantu dan itu membuat ku terpaksa menolak mu di tempat umum, karena setatus ku yang hanya seorang anak pembantu dan aku tidak memiliki sanak saudara tapi sekarang aku merasa bahagia karena sudah menikahi mu yang ku pikir kita tidak akan pernah bertemu lagi dan mempunyai sodara laki-laki dan aku juga tahu wajah kakek ku".
Indah memegang tangan Azam lalu Indah berkata "Semua kesedihan mas sudah berlalu dan kini mad sedang memetik hasil dari kesabaran dan keikhlasan mas menjalani hidup mas selama delapan belas tahun".
Indah yang tau arti tatapan Azam berkata "Aku melakukan ini karena mas pernah bilang jika mas merasa nyaman saat mas meletakan kepala mas disini" ucap Indah sambil meletakan tangannya di dada
Azam bersorak dalam hati dan langsung menempelkan kepalanya karena tidak mau melewatkan kesempatan emas tersebut, namun belum juga Azam menikmati kenyamanan itu suara pintu di ketuk dan dengan terpaksa Azam melepaskannya karena malu jika ada orang yang melihat kelakuannya.
__ADS_1
Indah yang mendengar pintu di ketuk langsung membuka pintu dan dia melihat ketiga temannya datang membawa bunga juga buah.
"Kalian datang" ucap Indah dengan menggunakan bahasa negara tersebut dan itu menyadarkan Azam jika Indah yang sekarang berbeda dengan Indah yang dulu yang bertubuh tinggi berisi tapi sekarang Indah terlihat kecil karena kurus.
"Ya tentu saja kami akan datang, bagai mana keadaan Azam?" tanya salah satu teman Indah
"Masuk dulu dan kita bicara di dalam " ucap Indah lalu ketiga teman Indah menghampiri Azam, memperkenalkan diri mereka dan menanyakan keadaan Azam dengan berbahasa Ingris Azam menjawab semua pertanyaan sesuai dengan yang dia ketahui.
Setelah Itu salah satu teman Indah meminta Izin pada Azam untuk mengajak Indah keluar karena ada hal yang Ingin dia bicarakan.
Azam mengijinkan tapi Indah tidak setuju karena Indah berpikir jika mereka bisa berbicara di sana tanpa harus keluar
"Baiklah" ucap salah satu teman Indah dengan menggunakan bahasa negara tersebut.
Indah memberikan ponsel Azam sebelum dia mulai berbicara dengan teman-temannya, Indah memberikan ponsel Azam agar dia tidak merasa bosan.
__ADS_1
"Indah tolong Beritahu kami sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian dan Leo sampai Leo mendekam di penjara".
Indah menjelaskan semuanya tanpa ada yang dia tutupi dari ketiga sahabatnya dan di akhir cerita Indah berkata "Maaf aku menyembunyikan setatus ku dari kalian karena takut jika Leo menyakiti Azam, tapi ternyata usaha ku sia-sia karena tetap saja Azam terluka oleh Leo".