Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Otak mu harus di cuci


__ADS_3

hari berganti hari dan setiap hari Azam selalu mengajak Indah untuk memeriksa kesehatannya untuk memastikan sudah seperti apa penyakit Indah itu mengingat kejadiannya sudah sangat lama namun Indah terus menolak untuk di periksa karena malu dan tidak mau jika orang yang memeriksanya berpikiran negatif tentangnya.


Seperti malam ini Azam memohon agar Indah mau memeriksakan kesehatannya


"Sayang ayolah apa kamu tidak kasihan pada ku, kamu sih enak pernah ngerasain walau terpaksa nah aku belum pernah".


Indah tidak merespon dia tetap diam karena tidak mau menanggapi perkataan Azam


"Sayang apa kamu tidak mau sembuh dan kita bisa mempunyai keturunan sendiri".


"Aku ingin mas tapi aku tidak mau di periksa lagi seperti dulu, aku tidak sanggup jika tau penyakit itu madih ada dan dokter mengatakan jika umur ku sudah tak lama lagi".


"Hus kalau ngomong itu di jaga". ucap Azam kesal karena Indah selalu berkata jika umurnya sebentar lagi.


"Indah, siapa tau penyakit itu sudah pergi karena gaya hidup mu yang sehat dan tidak melakukan hubungan intim seperti itu lagi, dan satu lagi apa pernah setelah hari itu kamu merasakan sesuatu yang berbeda di tubuh mu".


Indah terdiam mengingat apakah dia pernah merasakan sakit tapi jawabannya tidak, ya Indah merasa tidak pernah merasakan sakit yang berlebihan.

__ADS_1


"Mas benar mungkin juga aku sudah sembuh karena aku tidak pernah merasakan sakit yang berlebihan selama ini".


"Tuh apa mas bilang, jadi apa besok kamu mau memeriksakan kesehatan mu?".


"Ya baiklah, semoga mas benar kalau aku sudah sembuh" ucap Indah pada akhirnya.


***


Ke esokan harinya Azam berangkat bersama Indah dan saat mereka pamit pada bu Endah mereka berkata jika mereka akan ke rumah sakit untuk memeriksa kesuburan mereka karena sudah 6 bulan mereka menikah belum terlihat jika Indah akan mengandung.


"Yang tidak pernah bohong sama ortu sampai sebepgiti menyesalnya".


Azam melihat Indah lalu berkata "Memangnya kamu tidak merasa bersalah?".


"Tidak karena aku sering membohongi mereka, apa lagi saat aku di luar negri, saat mereka bertanya tentang kabar ku, aku selalu berbohong pada mereka walau aku hampir kehilangan nyawa karena penyakit ini".


Azam yang merasa iba setiap kali Indah bercerita tentang masa sulitnya langsung memeluk Indah setelah melepas sabuk pengaman yang baru dia pasang.

__ADS_1


"mas aku sekarang sudah tidak apa-apa, aku sudah bisa menerima takdir ku".


Azam mengeratkan pelukannya dan berkata untuk pertama kalinya "Maaf mungkin jika aku tidak membuat mu malu waktu itu kamu tidak akan keluar Negri dan mengalami semua itu".


"Mas kok kamu malah nyalahin diri kamu, Hei ini sudah menjadi takdir hidup ku dan tidak ada hubungannya dengan kamu yang mempermalukan ku" ucap Indah berbohong karena sebenarnya dulu Indah selalu menyalahkankan Azam atas kemalangan yang terjadi padanya.


"Tapi sayang aku tidak percaya jika kamu tidak menyalahkan ku, karena rasanya aneh kamu sampai membenci ku selama bertahun-tahun jika hanya karena ku permalukan iyakan".


Indah yang tidak ingin membahas hal itu lagi langsung mengalihkan pembicaraan dengan berkata "Ayo berangkat nanti keburu siang".


"Baiklah dan aku berharap jika kamu sudah sembuh agar kita bisa membuat Anak".


"Hei kenapa pikiran mu itu selalu saja tentang membuat anak".


"Ya aku penasaran saja dengan rasanya seperti apa, karena orang-orang bilang rasanya sangat gurih dan nikmat ".


"Parah, otak mu harus di cuci dan satu lagi jangan berharap lebih nanti jika penyakit itu masih ada baru tau rasa kecewa yang sebenar-benarnya".

__ADS_1


__ADS_2