
Azam selesai mandi dan sudah memakai handuk yang hanya menutupi pinggang sampai lututnya
Azam membuka pintu kamar mandi tersebut namun saat dia akan keluar dari dalam kamar mandi dia melihat Indah dan dia yang merasa malu karena hanya memakai handuk masuk lagi kedalam kamar mandi dan itu di sadari Indah
Indah langsung mengetuk pintu kamar mandi dan berkata "Mas cepat keluar tidak perlu malu aku tidak akan melihat mu".
Indah benar-benar tidak menyangka jika Azam yang sekarang bersamanya berbeda dengan Azam sebelum amnesia, yang sekarang pemalu sementara yang sebelumnya tidak tau malu karena selalu memperlihatkan semua bagian tubuhnya pada Indah setelah selesai mandi
"Tunggu apa mungkin dulu dia sengaja memperlihatkan semua bagian tubuhnya agar aku tergiur dan memberikan haknya" ucap Indah dalam hati setelah menyadari perbedaan azam tersebut
"Sampai segitunya mas-mas" tiba-tiba saja Indah merasa rindu akan sosok Azam yang sebelum hilang ingatan.
Indah yang melihat Azam sudah keluar seperti anak perawan itu langsung masuk kedalam kamar mandi dan setelah beberapa menit Indah pun keluar dengan handuk yang melingkar di bagian dada sampai setengah pahanya.
Awalnya Azam tidak melihat hal tersebut tapi saat Indah membuka lemari Atensi Azam berpindah pada Indah dan darahnya berdesir dengan hebat dan saat Indah membalikan tubuhnya Azam langsung mengalihkan penglihatannya lagi pada ponsel yang dia genggam.
__ADS_1
Indah tersenyum karena merasa memiliki suami yang berbeda tapi dalam raga yang sama yang dulu agresif minta ampun dan yang sekarang pemalu.
"Cepat tidur jangan menghayal kesana kemari" ucap Indah setelah membawa apa yang tadi dia lupakan.
Azam yang mendengar Indah berbicara langsung melihat Indah tapi detik berikutnya dia menundukan kepalanya karena Indah belum berpakayan "Aku tidak sedang menghayal".
"aku tidak yakin tapi ya sudahlah mau mas berhayal atau tidak itu tidak penting dan sebaiknya mas cepat tidur karena beberapa jam lagi pagi sudah akan datang".
Azam yang mendengar ucapan Indah langsung menyimpan ponselnya dan bersiap tidur sementara Indah kembali kekamar mandi untuk memakai pakayannya.
Indah langsung tertidur dalam hitungan detik sementara Azam yang balum tertidur merasa semakin gelisah karena Indah tidur di sampingnya dan juga menghadap ke arahnya ingin rasanya Azam mengecup bibir Indah mengusap rambut dan wajah Indah atau jika boleh ingin rasanya dia tidur sambil memeluk Indah
"rasanya aku masih belum percaya jika kau sudah menjadi istri ku, aku cinta pada mu indah sangat sampai rasanya aku ingin mati saat melihat mu pergi waktu itu".
Indah yang belum tidur terlalu lelap berkata "terus kenapa mas masih hidup sampai sekarang?".
__ADS_1
Azam kaget karena Indah mendengar ucapannya lalu dia menjawab pertanyaan indah dengan bersikap biasa saja "Entah aku tidak tau bagaimana aku bisa hidup setelah hari itu karena hal terakhir yang ku ingat aku sedang di dekat jembatan karena lelah dengan hidup ku".
Indah yang mendengar ucapan Azam berpikir jika Azam akan mencoba bunuh diri dari atas jembatan dan hal itu membuat Indah langsung duduk
"Kamu mau bunuh diri di sana, sumpah aku tidak menyangka jika pikiran mu sesempit itu".
"Aku tidak tau aku di sana untuk apa tapi yang jelas aku berada di sana dan untuk selanjutnya aku tidak ingat".
"Mas apa mungkin setelah kejadian itu hidup mad terasa semakin menyedihkan sampai mas tidak mengingatnya?".
"Tidak tau, oh Iya apa boleh aku tidur sambil memeluk mu "Ucap Azam malu malu
Indah tersrnyum saat melihat Azam yang pemalu lalu dia berkata "Oh jadi mas dari tadi belum tidur karena ingin di peluk, kenapa tidak bilang dari tadi .
Azam tersenyum sambil berkata "Aku pikir kamu akan menolaknya".
__ADS_1
"mas aku ini istri mu apa pun yang kamu mau atas diriku pinta saja jangan sungkan" ucap Indah sambil merebahkan tubuhnya di dekat Azam agar Azam bisa memeluknya dan sebelum Azam memeluknya Indah mencium bibir Azam sekilas dan itu membuat pipi Azam bersemu merah dan jantungnya berdegup dengan sangat kencang.