
malam tlah tiba dan seperti biasa Putri selalu di bujuk sang nenek untuk tidur bersamsnya karena tidak mau jika putri menggangu aktifitas Azam dan Indah di malam hari.
Dan kini hanya Azam dan indah yang berada di dalam kamar mereka, Azam yang penasaran dengan apa yang terjadi dengan Bu Endah berkata "Indah tadi mamah kenapa?"
"mamah tidak apa-apa" ucap Indah namun azam tidak percaya dan dia pun berkata "Jangan Bohong tadi aku lihat wajahnya terlihat sangat sedih".
"Itu cuman perasaan kamu saja mas".
"Indah tapi aku benar-benar merasa jika ibu sedang bersedih dan jika tidak ada apa-apa terus kenapa kalian bicara di dalam kamar berdua tidak di depan ku dan ayah".
"Baiklah suami ku yang kepo, mamah tadi sedih karena membaca surat kesehatan ku yang ku dapat delapan tahun lalu tentang aku yang sakit dan mamah tidak membaca surat yang lain dan hasilnya mamah bersedih dari pagi".
Azam sedikit kaget karena baru tau jika kedua mertuanya tidak tau kalau dulu Indah pernah di ponis memiliki penyakit itu.
__ADS_1
Indah yang tau Azam kaget berkata "Jangan kaget seperti itu mas, aku memang merahasiakan semuanya dari mereka dan jika saja aku tidak lupa membuang surat kesehatan itu di tempat sampah mungkin sampai kapanpun mereka tidak akan tau".
"Tapi kenapa kamu tidak memberi tahu mereka?" "itu karena aku tidak mau membuat mereka sedih dan satu lagi mereka pasti akan menyuruh ku pulang jika tau aku sakit dan aku tidak mau karena pasti aku akan bertemu dengan mu yang dulu ku benci".
Azam yang tadi duduk di pinggir tempat tidur menghampiri Indah yang sedang memoleskan krim malam di wajahnya dan Azam langsung memegang bahu Indah lalu berkata "Kalau sekarang apa kamu masih membenci ku?".
"Iya tentu saja aku masih membenci mu?" ucap Indah yakin lalu Azam memutar kursi indah dan menatap mata Indah lalu Azam berkata "Yakin kamu masih benci, tapi kenapa ya kemarin malam kamu terlihat sangat bersemangat sekali saat memanjakan ku".
Indah tersenyum lalu berkata "Iya mas aku yakin benci sama kamu benar-benar cinta maksudnya" dan cup Indah mengecup bibir Azam sekilas
"Kamu makin cantik kalau lagi cemberut kaya gini" ucap Azam sambil mencubit pipi Indah gemas
"Mas aku ini sudah tua, gak pantes di cubit kaya gitu".
__ADS_1
"Lah yang bilang kamu masih muda siapa" ucap Azam yang kini sudah berjongkok dan memegang tangan Indah yang masih duduk di kursi lalu Azam kata lagi "Sudah tua atau masih muda kamu tetap Indah yang selalu ku puja dan ku puji" lalu Azam mencium tangan Indah sangat lama
Indah merasa jika hatinya saat ini benar-benar dihiasi bunga yang bermekaran Azam yang melihat Indah tersenyum dan seperti melamun menepuk tangannya satu kali dan Indah terlonjak kaget lalu Indah berkata "Mas..".
"Apa sayang?" ucap Azam dan Indah hanya tersenyum lalu Azam berkata lagi "oh iya katanya kamu punya hadiah untuk mas mana hadiahnya?".
"Apa mas tidak sadar jika aku sudah memberikan hadiah itu". Azam menggeleng karena dia tidak merasa sudah di beri hadiah oleh Indah "Memang apa hadiahnya aku benar-brnar tidak tau".
"Kecupan tadi hadiah untuk mas" ucap Indah dan Azam yang tadi berpikir Indah akan memberinya hadiah yang waw kini merasa sangat sangat kecewa berat
"Ya sudah kalau begitu ayo kita segera istirahat karena sesuai rencana besok kita akan pergi ke kebun binatang" ucap Indah namun karena Azam tak kunjung berdiri Indah mencoba memundurkan kursinya namun Azam menahan kursi Indah lalu Azam berkata
"Indah apa karena aku hilang ingatan jadi aku tidak boleh melakukan Itu, kamu tau tidak rasanya sangat menyiksa jika tidak di keluarkan".
__ADS_1
"Aku tau makanya kemarin malam aku membantu mas untuk mengeluarkannya".
"Jadi apa bisa jika kamu membantu ku mengeluarkannya lagi tidak apa seperti kemarin malam juga dari pada aku sulit tidur" ucap Azam pasrah lalu Indah mendekatkan kepalanya di detak telinga Azam dan membisikkan sesuatu yang membuat Azam menipiskan bibirnya dan langsung membawa Indah keatas tempat tidur.