Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Darurat sayang


__ADS_3

"Sayang, sayang". ucap Azam sambil terus mengetuk pintu kamar mandi, karena sekarang indah terbiasa mengunci pintu kamar mandi saat dia masuk kesana, karena setiap Indah lupa mengunci pintu Azam selalu masuk tanpa permisi


"Sayang kenapa pintunya di kunci, Sayang apa kamu baik-baik saja?".


Lumayan lama indah di kamar mandi dan setelah Indah selesai muntah-muntah akhirnya dia keluar dan saat mencium bau parfum yang di pakai Azam Indah langsung menutup hidungnya dan berkata "Mas awas kamu bau".


Azam yang di sebut bau langsung mencium bau badannya kiri dan kanan dan dia merasa jika dirinya tidak bau "Sayang mas tidak bau, nih coba kamu cium" Azam mencoba mendekati Indah agar Indah mencium bau tubuhnya


Indah yang tidak mau merasa mual lagi langsung menjauh namun Azam yang tidak mau kalah terus mendekati Indah sampai tubuh indah berhenti bergerak karena sudah menempel di dinding kamar mereka


"Sayang coba kamu cium lagi beneran aku tidak bau". ucap Azam sambil mendekatkan badannya dan Indah yang sudah tidak bisa bernafas dengan mulutnya langsung bernapas dari hidung dan bau parfum Azam langsung menusuk kedalam hidung Indah dan tanpa bisa di tahan Indah memuntahkan cairan bening di baju Azam

__ADS_1


"Sayang" ucap Azam sambil menatap pakayannya yang terkena tumpahan cairan yang keluar dari mulut Indah dan Indah yang merasa mual lagi meninggalkan Azam dan lari ke dalam kamar mandi tanpa peduli dengan keadaan Azam yang baru saja dia muntahi


Tadinya Azam kesal tapi karena ingat apa yang menimpanya sekarang karena ulahnya sendiri jadi Azam tidak merasa marah lagi tapi dia malah mengkhawatirkan Indah yang lagi-lagi muntah dan untungnya kali ini Indah tidak menutup pintu kamar mandi jadi Azam langsung masuk dan mendekati Indah


Dan saat Azam mulai mendekat Indah melambaikan tangannya kebelakang agar Azam tidak mendekatinya dan untungnya Azam mengerti jadi dia langsung diam


Azam yang ingat tadi Indah bilang jika badannya bau langsung membuka pakayannya dan langsung saja Azam mengguyur badannya dengan air agar bau yang di maksud Indah hilang dari tubuhnya.


"Darurat Sayang". ucap Azam santai sambil memakai handuknya


"Darurat Darurat kebiasaan itu bukan Darurat sekarang mas cepat pakai baju dan jangan pakai minyak wangi lagi aku mual saat mencium bau parfum mas".

__ADS_1


Bukannya pergi Azam malah mendekati Indah Dan berkata "Sayang kita harus kerumah sakit sekarang"


Indah merasa bingung karena ucapan Azam tidak sama dengan ekspresi wajahnya yang bahagia.


"yang gajak kerumah sakit itu biasanya berwajah cemas kawatir ini malah terlihat bahagia" ucap Indah sambil memakai bajunya di dalam kamar mandi


Indah benar-benar tidak sadar jika gejala yang dia alami saat itu adalah gejala seorang wanita yang sedang hamil muda dan Azam menyadari itu semua di tambah dengan perubahan fisik Indah yang di yakini Azam juga akibat kehamilan indah.


Azam yang akan mengantar Indah kedokter langsung menghubungi kantor karena hari ini dia tidak bisa datang ke kantor dan setelah itu Azam memberitahu kedua mertuanya dan raut bahagia terpancar dari kedua wajah mertuanya.


Indah turun dan langsung menghampiri Azam dan kedua orangtuanya yang sedang berbicara tapi jika di lihat dari raut wajah ketiganya terlihat jelas jika mereka sedang merasa bahagia

__ADS_1


Indah yang penasaran apa yang membuat mereka bahagia ingin bertanya tentang hal itu tapi sebelum pertanyaan itu keluar dari mulut Indah Azam sudah mengajaknya pergi dan kedua orangtuanyapun langsung menyuruh mereka untuk segera pergi dan dengan rasa penasaran Indah pergi dari rumah menuju rumah sakit bersama Azam.


__ADS_2