
Pagi sudah tiba dan Azam masih mendiamkan Indah, indah yang tau Azam masih marah membiarkan Azam bertingkah sesuka hatinya karena dari dulu jika Azam sudah marah sangat sulit di bujuk tapi untungnya dia jarang marah.
"Indah suami mu kenapa terus diam seperti itu, apa kalian bertengkar?" tanya Intan
"Kami tidak bertengkar mbak" ucap Indah sambil membereskan meja makan karena mereka baru saja selesai sarapan.
"Tapi kenapa dari tadi dia diam seperti itu, seperti sedang marah aneh rasanya karena kemarin sebelum kalian masuk kamar dia sangat ceria tapi sekarang lihat dia"
Indah melihat Azam dan menghela nafasnya karena tidak mengerti dengan sikap Azam yang marah karena tidak bisa menyentuhnya padahal kemarin kemarin dia tidak marah seperti itu pikir Indah yang lupa jika Azam pernah marah dengan alasan yang sama bahkan sampai Azam berpura-pura pacaran dengan Karin sekertarisnya.
"Indah bujuk dia agar tidak seperti itu, kasian rasanya melihat dia diam terus apalagi aku sudah terbiasa melihatnya ceria walau dalam keadaan apapun".
"Akan aku usahakan mbak".
"Ya sudah bujuk dia biar mbak yang bereskan semuanya sendiri" ucap Intan karena benar-benar tidak suka melihat Azam hanya diam
Indah menghampiri Azam yang duduk sendiri di sofa dan dia duduk di dekat Azam
__ADS_1
Indah Sebenarnya ragu apa dia bisa membuat Azam ceria lagi atau tidak
Indah mengambil tangan Azam dan menggenggam tangan Azam dengan kedua tangannya
"Mas kamu masih kesal pada ku?".
Azam menggeleng karena dia tidak kesal dengan Indah tapi kesal dengan keadaannya.
"Jika tidak kesal dengan ku, lalu mas kesal karena apa?".
Azam menghela nafasnya lalu berkata "Aku kesal karena selalu saja ada hal yang mengganggu kesenangan ku, dulu aku harus menunggu selama enam bulan sampai bisa menyentuh mu, setelah bisa eh aku lupa ingatan dan sekarang setelah aku mengingat semuanya lagi dan saat aku ingin menyentuh mu lagi kamu malah datang bulan, kesal tau".
"Mas sejak kapan?" tanya Indah dan Azam yang tidak mengerti maksud Indah menatap Indah tanpa berkata karena Indah pasti mengerti dengan tatapannya.
"Itu mas bilang sudah mengingat semuanya, jadi sejak kapan mas bisa mengingatnya, jangan bilang sejak kita bekerja karena mas bekerja sangat bagus tidak terlihat seperti orang yang lupa ingatan".
Azam tersenyum karena Indah berkata seperti itu dan indah yang mengartikan senyuman itu ya langsung memukul Azam sambil berkata "Mas tega bohongin aku".
__ADS_1
"Hey siapa yang membohongi kamu".
"Mas membohongi aku dengan berpura-pura masih lupa ingatan karena ingin mengerjai aku bukan?".
Azam menarik hidung Indah karena gemas dengan Indah yang asal menebak
"Mas sakit" ucap Indah sambil mengipasi hidungnya yang terasa perih dan sekarang berwarna merah.
"Ya habis kamu lucu kalau sedang ngambek, sekarang mas tanya yang bilang kalau mas ingat semuanya sejak kita ke kantor siapa?" tanya Azam dan Indah menngeleng karena tidak ada yang memberi tahunya lalu dia berkata untuk membela diri "tapi kenapa tadi mas tersenyum saat aku tanya jadi aku mengartikan senyuman mas itu sebagai kaya ya".
"Oh,eh apa kamu mau tau kapan mas ingat semuanya?" tnya Azam dan Indah mengangguk tanda setuju
Azam mendekatkan kepalanya ketelinga Indah lalu berbisik "Saat melihat kelopak mawar mu".
Indah menjauhkan tubuhnya dan dia langsung menatap mata Azam menelisik apa di sana ada kebohongan tapi Indah tidak menemukannya tapi tetap saja Indah masih tidak percaya jika yang di katakan Azam itu benar.
Azam yang tau Indah tidak percaya dengan apa yang di ucapkannya berkata "Aku bersumpah tidak berbohong, lagi pula untuk apa aku berbohong iyakan".
__ADS_1
"Ya tapi itu aneh mas, masa iya karena melihat itu mas langsung ingat semuanya".
"Memang aneh sih, mas juga bingung tapi ya itu kenyataannya jika kamu tidak percaya coba tanyakan sesuatu yang bisa membuat mu percaya jika mas sudah mengingat semuanya". saran Azam