Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Kenapa kamu berbohong


__ADS_3

"Cepatlah mandi, karena aku akan menguji mas apakah mas masih ingat dengan apa yang semalam aku ajarkan" ucap Indah sambil berlalu menuju meja riasnya untuk merapihkan rambut juga memoles wajahnya.


Azam pun lekas pergi menuju kamar mandi tanpa bicara apapun lagi karena jika Indah sudah memasang wajah serius dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Indah yang mengingat jika dia membutuhkan sebuah berkas yang ada di rumah orangtuanya langsung menelpon Bu Endah


"Halo mah" ucap Indah


"Iya sayang ada apa? tumben nelpon sepagi ini?". jawab Bu Endah di sebrang sana


"Ini mah aku mau minta tolong sama mamah tolong ambilkan berkas yang berwarna biru di dalam laci kamar indah dan tolong suruh pak supir untuk mengantarkannya ke kantor mas Azam".


"Iya ibu carikan yang warna biru di laci kan" ucap Bu Endah mengulang ucapan Indah


"Iya mah, kalau begitu aku tutup dulu telponnya oh iya Mah tolong katakan pada putri Indah akan pulang nanti sore".


"Iya mamah tunggu" tut tut sambungan telpon pun terputus.


Bu Endah yang di mintai tolong oleh Indah untuk mengambil berkas biru langsung kekamar Indah.

__ADS_1


Bu Endah mencari di semua laci yang ada di kamar Indah karena Indah tidak menyebutkan di laci mana dia menyimpan berkas tersebut alhasil Bu Endah tidak sengaja membuka laci yang isinya surat kesehatan indah


Bu Endah yang penasaran mengambil surat kesehatan tersebut tapi dia tidak langsung membacanya karena harus mencari berkas yang di maksud Indah


Berkas sudah di temukan, Bu Endah lsngsung meminta supir di rumahnya untuk mengantarkan berkas tersebut dan setelah supir tersebut pergi bu Endah yang penasaran dengan isi surat kesehatan tersebut kembali ke kamar Indah untuk membacanya.


Bu Endah sudah sampai di kamar Indah dan siap untuk membaca dan yang pertama kali dia buka adalah surat kesehatan delapan tahun yang lalu.


Bu Endah membaca dengan seksama dan betapa kagetnya dia saat membaca keterangan jika Indah di ponis memiliki penyakit kelamin Bu Endah yang tadi membaca sambil berdiri tiba-tiba tubuhnya seperti tidak bertenaga bahkan hanya untuk menompang tubuhnyapun dia tidak kuat dan itu membuatnya luruh di atas lantai


Bu Endah menangis sambil duduk dengan tangan yang terus memegang dada yang terasa sesak, pikiran bu Endah melayang mengingat kejadian delapan tahun lalu yang untuk pertama kalinya dia melihat Indah sang anak menjadi lebih kurus dengan mata hitam seperti kurang beristirahat.


Dengan air mata yang terus mengalir Bu Endah melihat tanggal surat kesehatan tersebut di buat dan benar dugaannya jika surat tersebut di buat satu bulan sebelum dia menengok Indah waktu itu.


Bu Endah memasukan lagi surat tersebut namun saat dia telah memasukannya dia tidak sengaja melihat sebuah kertas lain di dalam amplop tersebut.


Dengan jantung yang berdegup sangat kencang dan tangan yang bergetar Bu Endah membuka kertas tersebut lalu membacanya


Saat membaca surat tersebut tak henti henti air mata itu mengalir dengan deras karena surat itu ternyata adalah surat wasiat yang di buat Indah untuk kedua orangtuanya jika nanti dia sudah meninggal

__ADS_1


Isi surat itu menyatakan penyesalan Indah karena tidak bisa jujur dengan penyakitnya karena takut jika kedua orangtuanya akan ikut sakit.


Indah juga menuliskan alasan dia mendapatkan penyakit tersebut dan terakhir dia menulis agar kedua orang tuanya menyayangi putri seperti anak mereka sendiri.


Sementata Ayah Indah yang mencari Bu Endah langsung masuk ke kamar Indah karena di Beritahu jika Bu Endah sedang berada di dalam kamar Indah dan betapa kagetnya sang Ayah saat melihat Bu Endah menangis di atas lantai dengan memegang dadanya yang terlihat sakit.


"Mah ada apa? apa dada mamah sakit" panik sang Ayah dan dia berpikir jika istrinya merasakan sakit di dadanya dan dia berpikir jika istrinya itu mengalami serangan jantung


"Mah ayo kerumah sakit" ucap ayah Indah sambil membantu bu Endah berdiri


"Mamah tidak perlu kerumah sakit, mamah tidak sakit" ucap Bu Endah karena Ayah Indah akan mengangkat tubuhnya yang tidak bisa berdiri.


"Jika tidak sakit lantas kenapa mamah memegang dada mamah yang terlihat seperti ada rasa sakit di sana?".


"Iya memang di sini sakit" ucap Bu Endah sambil menepuk dadanya yang terasa sakit dan sesak "tapi sakitnya karena mamah baru tau jika anak kita sedang sakit bahkan dia sudah menyiapkan surat wasiat ini untuk kita".


Ayah Indah mengambil dua surat yang ada di tangan bu Endah lalu membacanya dan apa yang di rasakan Bu Endah kini juga di rasakan sang ayah namun kesedihannya tidak dia perlihatkan pada sang istri.


"Mah apa kita siruh Indah untuk pulang hari ini" ucap sang ayah yang ingin bertanya langsung dengan apa yang telah dia baca

__ADS_1


"Tidak perlu karena dia akan pulang nanti sore".


"Baiklah jika seperti itu dan mamah jangan terus menangis siapa tau Indah sudah sembuh bukan" ucap Sang ayah menghibur sang istri agar tidak terus menangis


__ADS_2