Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Maaf aku tidak bisa jujur


__ADS_3

Hari berganti hari minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan dan setelah 3bulan lamanya pernikahan Indah dan Azam belum di ketahui oleh umum dan selama tiga bulan itu pula Indah belum tersentuh oleh Azam.


Dan malam ini seperti malam-malam sebelumnya Azam menikmati malam bersama Indah bercumbu layaknya sepasang suami istri yang akan melakukan kewajiban mereka, Azam menikmati tubuh Indah dan memainkan semuanya namun sayang hanya dari kepala sampai pusar karena seperti biasa Indah akan menolak saat Azam menginginkan sesuatu yang lebih dari sebuah cumbuan.


Selama tiga bulan ini Azam selalu bersabar namun malam ini kesabaran Azam telah habis karena saat Indah berkata "Aku belum siap Zam" Azam marah lebih tepatnya murka dan dia memaksa Indah untuk melakukannya


Azam menahan kedua tangan Indah dengan satu tangannya dan membuka celana Indah dengan satu tangannya di bantu dengan satu kakinya


"Zam ku mohon jangan lakukan itu" ucap Indah berkali-kali saat tubuhnya sudah polos seluruhnya namun Azam tidak mendengarkan karena hasratnya dan amarahnya sudah menguasai pikirannya

__ADS_1


"Diamlah aku sudah tidak tahan Indah aku sudah menahan ini selama berbulan-bulan bulan dan sekarang aku ingin memilikimu seutuhnya".


"Tapi Zam kamu tidak boleh melakukannya" ucap Indah sambil menangis dan tanpa sengaja Azam menyentuh pipi Indah yang basah dan Azam langsung melihat wajah Indah


Ya Azam dari tadi tidak melihat wajah Indah dia sengaja tidak melihat wajah Indah karena jika melihat wajah Indah yang memohon padanya Azam selalu mengalah tapi malam ini Azam tidak melihat wajah Indah saat Indah melarangnya melakukan hal yang lebih dan berhasil Azam berhasil membuat Indah tidak memakai apapun dan dia sudah siap melakukan penyatuan


Azam melihat Indah seperti wanita yang akan di perkosa "Indah kenapa kamu melarang ku untuk memasuki mu sampai seperti ini, lihat kamu seperti wanita yang akan di perkosa, Indah aku suami mu aku berhak atas tubuh mu". ucap Azam dan dia melepaskan kungkungannya


Indah langsung menutupi tubuhnya daan berkata "Aku tau tapi kamu tidak boleh memasuki ku Zam ini demi kebaikan mu, jika kamu memang ingin merasakan rasanya bercinta menikahlah lagi dengan wanita lain, aku rela Zam jika kau menikah lagi " ucap Indah dengan air mata yang terus menetes.

__ADS_1


"Kamu bilang demi kebaikan ku, kamu tau betapa sakit kepala ku saat hasrat ku tidak bisa tersalurkan, sakit sangat sakit".


"Jelaskan pada ku apa alasan mu tidak mengijinkan ku memasuki mu padahal setiap kali kita bercumbu kau pun terlihat menginginkan hal yang lebih dari sebuah cumbuan".


Indah menjawab masih dengan air mata yang menetes "Kau benar aku juga ingin merasakannya tapi aku tau jika kita melakukannya kau akan" Indah menghentikan ucapannya karena tidak sanggup untuk mengatakan apa yang akan terjadi pada Azam setelah melakukan penyatuan.


"Katakan pada ku Indah, katakan apa yang akan terjadi jika aku memasuki mu" ucap Azam yang tidak menyadari jika Indah sudah pergi ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya


"Maaf Zam aku malu jika kamu tau aku, aku memiliki penyakit kelamin dan itu bisa menular pada mu jika kamu memasuki ku, maaf aku tidak bisa jujur". ucap Indah sambil mengguyur tubuhnya dengan air dingin dia juga merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak bisa memberikan hak suaminya atas dirinya tapi dia lebih menyayangi Azam dan dia tidak mau membuat Azam sakit sama sepertinya.

__ADS_1


__ADS_2