
Hari telah berganti dan Indah semakin merindukan suaminya walau baru saja dia mengakhiri panggilan video dengan Azam
"Sungguh jika seperti ini terus aku bisa sakit karena sulit tidur" ucap Indah setelah berulangkali mencoba memejamkan matanya
Ya dari kemarin malam Indah sangat sulit tidur karena terus merasa gelisah dan malam ini pun sama indah juga merasa gelisah dan itu membuatnya berpikir untuk kembali ke ibu kota
Tapi jika kembali kerumah atau apartemen disana Indah akan teringat dengan putri, Indah benar-benar di hadapkan dengan dua pilihan yang membuatnya benar-benar bingung di sisi lain dia ingin berdekatan dengan Azam tapi di sisi lain jika dia kembali dia takut memikirkan Putri secara berlebihan lagi apalagi di dua tempat itu putri meninggalkan banyak kenangan saat dia masih tinggal bersamanya
Indah benar benar bingung memikirkan permasalahannya dan karena hal itu Indah kembali tertidur pukul dua dini hari
***
Keesokan paginya Indah bangun dengan wajah yang lesu karena kurang tidur dan pikirannya yang terus merasa gelisah karena merindukan Azam
__ADS_1
Intan yang melihat semua itu langsung menghampiri Indah yang sedang duduk di dekat Sasa dan Sisi
"Indah ada apa?" tanya Intan kawatir
"Tidah ada apa-apa mbak" Ucapnya sambil terus menatap kedua anak Intan yang sedang bermain
"Tidak apa-apa? apanya lihat kantung matamu itu menunjukan jika kamu kurang tidur dan itu artinya kamu tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu" ucap Intan yang mengeluarkan isi hatinya
Indah menghela nafasnya berat karena percuma juga dia menutupi semuanya dari Intan karena pasti dia tau apa yang terjadi padanya
Intan mengerti apa yang sekarang di rasakan Indah dan dia sekarang hanya diam karena memikirkan sesuatu cara agar Indah bisa kembali bersama dengan Azam dan bisa terlepas dari bayang-bayang putri
Intan tersenyum saat ingat jika mereka masih punya rumah yang belum pernah di kunjungi putri bahkan Indah pun tidak pernah terdengar pernah menginjakan kakinya di rumah lama Indra dan Azam.
__ADS_1
"Indah bagai mana kalau kamu tinggal di rumah lama mas Indra dan Azam saja aku yakin kamu pasti bisa bersama dengan Azam dan tidak akan terlalu dalam lagi memikirkan putri jika kamu tinggal di sana" ucap Intan penuh semangat karena berhasil mendapatkan sebuah ide yang sangat cemerlang.
Indah mengerutkan dahinya karena dia baru tahu jika Azam masih memiliki tempat tinggal mereka yang lama
"Mbak aku pikir rumah lama kalian sudah di jual, karena mas Azam tidak pernah bercerita tentang rumah kalian itu".
Intanbkaget karena Azam tidak pernah menceritakan rumah mereka pada Indah "Aneh sekali kenapa dia tidak memberi tahumu, tapi ya sudah itu bukan urusanku, tapi bagai mana apa kamu mau tinggal disana".
"Aku mau mbak tapi apa jarak rumahnya jauh dari kantor mas Azam?" tanya Indah yang memang tidak tau rumah Azam yang dulu di mana karena Azam tidak pernah memberi tahu alamat rumah lama Azam.
Walau pun dulu mereka bersahabat tapi Azam tidak pernah memberi tahu di mana dia tinggal jika pun Indah ingin bertemu Azam, Azam selalu mengajak Indah langsung bertemu di lokasi pertemuan
Intan kaget karena Azam juga tidak pernah memberi tahu Indah alamat rumah mereka padahal mereka dulu bersahabat "Lo apa kamu tidak tahu rumah lama mereka?" tanya Intan dan Indah menggelengkan kepalanya lalu Intan berkata lagi
__ADS_1
"Kenap bisa seperti itu, sungguh aku penasaran dulu persahabatan kalian seperti apa sampai kamu tidak tau alamat rumah Azam yang dulu?".
Indah hanya tersenyum karena dia juga tidak tau pasti alasan Azam tidak pernah memberi tahu alamat rumahnya dulu dan Indah juga dulu tidak pernah ingin tau alamat rumah Azam karena takut Azam marah jika dulu dia terlalu kepo apa lagi sampai menyelidiki rumah Azam dimana