Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Aw sakit mah


__ADS_3

pekerjaan Azam berjalan dengan lancar semua sesuai dengan apa yang di harapkan indah walau ada sedikit kesalahan tapi tak apa toh itu manusiawi karena Azam yang kemarin sebelum amnesiapun pernah melakukan kesalahan tapi masih bisa di perbaiki dan hasilnya malah semakin baik.


jam pulang pun tlah tiba indah yang tadi pagi berjaji untuk pulang kerumah orangtuanya berkata "Oh iya mas kita pulangnya kerumah mamah karena tadi pagi aku sudah janji mau pulang kesana".


"Iya kemanapun kamu mengajak ku pulang aku akan ikut asal kamu tetap bersama ku, sekalian aku juga kangen ingin melihat putri". ucap Azam walau dalam hati merasa sedikit kecewa karena tidak bisa melakukan hal yang seperti semalam atau hal yang lebih dari semalam di rumah orangtua mereka.


"Gombal, sekalian aku punya hadiah di sana karena mas sudah bekerja dengan baik". ucap Indah yang memang harus memberikan sebuah hadiah untuk Azam karena telah bekerja dengan baik.


***


Mereka sampai di rumah dan baru juga turun Azam sudah di hampiri Putri "Papah putli kangen, papah dan mama kenapa semalam tidak pulang".


Azam langsung menggendong Putri sambil mencubit pipi Putri karena gemas dan tak habis pikir kenapa Indah bisa mengadopsi gadis kecil secantik dan selucu itu


"Papah sakit masa pipi putli di cubitin telus".

__ADS_1


"Habis kamu cantik dan lucu" ucap Azam sambil melangkah masuk kerumah.


Putri yang di puji tersipu dan berkata "Telimakasih papa juga tampan mamah pintel nyali papa buat putli". ucap putri yang lupa akan pertanyaannya tadi


"Wah ternyata kamu pintar juga memuji orang ya".


"Iya dong kan di ajalin bibi saat tinggal di lual negli, oh iya pah, mamah sama putli cantikan siapa?".


"emm cantikan siapa ya" ucap Azam berpura-pura berpikir lalu dia berkata "Kalin berdua sama cantik jadi papah bingung harus memilih siapa yang lebih cantik".


"Wah wah wah ternyata anak papah sangat pintar tau saja kalau papa ingin bilang putri lebih cantik dari mamah" ucap Azam sambil melihat raut wajah Indah siapa tau dia cemburu gituh sama anaknya dan ternyata no Indah tidak beraksi apapun.


Indah, Azam dan putri kini sudah duduk di ruang tv lalu mamah dan ayah Indah menghampiri mereka yang sedang bermain sebentar sebelum mereka pergi untuk membersihkan diri.


Indah yang melihat raut wajah sang mamah terlihat sedih berkata "Mah ada apa? kenapa mamah terlihat seperti sedang bersedih".

__ADS_1


"Mamah tidak apa-apa sayang itu cuman perasaan kamu saja" ucap Bu Endah bohong dan Indah tidak percaya dengan apa yang di ucapkan sang mamah


Indah yang ingin tau mamahnya kenapa pamit dari Azam dan ayahnya


"Mas, ayah aku kebelakang sebentar ada yang ingin aku bicarakan sama mamah berdua" ucap Indah dan kedua laki-laki itupun mengangguk tanda setuju


Indah dan sang mamah kini masuk kedalam kamar sang mamah, Indah mengajak mamahnya duduk dan setelah mamahnya duduk tiba tiba dia memeluk Indah dan menangis.


Indah sangat kaget karena tidak ada angin tidak ada hujan mamahnya menangis sesegukan sambil memeluknya Indah yang ingin sang mamah lebih tenang mengusap punggungnya lalu berkata dengan pelan


"Mah ada apa? apa papah menyakiti mamah atau jangan jangan dulu papah punya selingkuhan dan sekarang anaknya sudah besar dan ingin tinggal disini" ucap Indah bercanda karena dia yakin bukan itu alasan sang mamah menangis


Bu Endah langsung mencubit binggang indah karena telah bicara sembarangan "Aww mamah sakit ih kenapa pinggang indah di cubit".


"Ya habis omongan mu itu ngawur" ucap Bu Endah sambil membersihkan sisa air matanya

__ADS_1


"salag mamah sendiri pas di tanya kenapa tidak mau menjawab ya aku pikir karena hal itu mamah menangis"


__ADS_2